Citilink Rambah Asia dan Australia
VIVAnews - Citilink, unit usaha strategis PT Garuda Indonesia Tbk yang fokus di jasa penerbangan berbiaya murah akan merambah ke pasar Asia dan Australia pada 2013 mendatang. Rencananya maskapai itu akan membuka penerbangan ke Singapura, Kuala Lumpur, Penang, dan Australia.
Direktur Utama Citilink yang baru diumumkan, Arif Wibowo, mengatakan tahun ini Citilink masih fokus di pasar domestik. "Kami mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara 70 rute domestik dan 17 rute regional," kata Arif di Jakarta.
Menurut dia, rute regional yang dimaksud adalah rute-rute luar negeri yang berjarak tempuh maksimal tiga jam penerbangan. "Tahun depan kami akan masuk ke regional, sekarang fokus di domestik dulu," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan, pasar konsumen penerbangan Indonesia akan sangat berkembang, khususnya penerbangan berbiaya murah.* Untuk itu, Citilink tidak akan menggerus pasar Garuda, apalagi Garuda dan Citilink beda segmen.
"Di pasar ada segmentasi full services, medium services, dan low services. Potensi medium ke atas akan tumbuh sekitar 5-10 persen, penerbangan murah tumbuh 15-16 persen per tahun," kata Emir.
Perbedaan antara penerbangan murah dengan full service adalah jika penerbangan murah membuat pasar baru dengan mengajari bagaimana orang untuk terbang. Konsumen kelas bawah ini sebelumnya terbiasa menggunakan kereta api atau kapal laut.
"Kalau full service itu bagaimana terbang dengan nyaman. Jadi Citilink akan melengkapi pasar yang sedang tumbuh ini," kata dia.
Emir mengumumkan, susunan direksi Citilink yang baru adalah Arif Wibowo yang menjabat sebagai Direktur Utama, Hadinoto menjabat sebagai Direktur Produksi dan Albert Burhan menjabat sebagai Direktur Keuangan.
Maskapai ini juga mendatangkan sebanyak 50 pesawat baru yaitu A320 secara bertahap yang akan mulai diterima pada 2014. Periode September 2011 hingga Februari 2012 sebanyak 5 pesawat A320 sudah datang melalui proses leasing.
Saat ini Citilink yang berbasis di Jakarta dan Surabaya per Januari 2012 melayani 8 rute penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke Batam, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Medan dan Makasar.
Kejar Rp4 triliun
Citilink menargetkan pendapatan Rp4 triliun hingga 2013, sedangkan target tahun ini Rp2 triliun. Untuk periode Januari hingga Juni pendapatan yang diraih Citilink Rp1 triliun, naik 60 persen dari periode yang sama.
Arif mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar untung agar target perusahaan selama tiga tahun ke depan untuk melakukan penawaran perdana saham (initial public offering/IPO). "Untuk IPO kami target tiga tahun ke depan," katanya.
Menurutnya, dengan penerimaan Air Operator Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan, Citilink sudah resmi menjadi salah satu maskapai Indonesia yang independen.
Selain itu, peresmian penerimaan AOC ini merupakan bagian dari serangkaian proses rebranding yang telah dijalankan Citilink sepanjang tahun ini. "Harapannya strategi rebranding bisa membawa dampak positif bagi tradisi kualitas keselamatan," ujar Arif. (ren)
� VIVAnews