Citilink Akan Seaman Garuda
VIVAnews - Unit usaha strategis PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink, yang fokus di jasa penerbangan berbiaya murah, mentargetkan meraih pendapatan hingga 2013 sebesar Rp4 triliun.* Tahun ini target pendapatan sebesar Rp2 triliun.
Untuk periode Januari hingga Juni pendapatan yang diraih Citilink sebesar Rp1 triliun, naik 60 persen dari periode yang sama.
Direktur Utama Citilink, Arif Wibowo, mengatakan, Citilink berusaha semaksimal mungkin mengejar untung agar target perusahaan selama tiga tahun ke depan untuk melakukan penawaran perdana saham (initial public offering/IPO). "Ya untuk IPO kita target tiga tahun ke depan," kata Arif, di Gedung Citicon, Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.
Menurutnya, dengan penerimaan Air Operator Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan, Citilink sudah resmi menjadi salah satu maskapai Indonesia yang independen.
Selain itu, peresmian penerimaan AOC ini merupakan bagian dari serangkaian proses rebranding yang telah dijalankan Citilink sepanjang tahun ini. "Harapannya strategi rebranding bisa membawa dampak positif bagi tradisi kualitas keselamatan," ujar Arif.
Dia mentargetkan penumpang dengan segmen wisatawan dengan biaya terbatas, pangsa pasarnya mencapai 20 persen setiap tahun dengan basis di Jakarta dan Surabaya untuk melayani delapan rute harian dari Jakarta dan Surabaya dan Batam, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Medan, dan Ujung Pandang.
Citilink mentargetkan untuk jumlah penumpang sebanyak 16,4 juta penumpang hingga 2015, untuk tahun ini target penumpang sebesar 4 juta penumpang. "Untuk load factor sampai bulan ini mencapai 78 persen," katanya.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk., Emirsyah Satar, mengatakan Citilink akan memiliki 50 pesawat hingga 2015. Program ini sesuai dengan program Quantum Leap Garuda untuk memiliki 194 unit pesawat. Saat ini Garuda memiliki 144 unit pesawat. "Sedangkan Citilink memiliki 14 pesawat," kata dia pada kesempatan yang sama.
Emirsyah menjelaskan kedepannya Citilink akan menggunakan konsep LCC (low cost carrier) bukan pelayanan penuh atau full service seperti induk usahanya yaitu Garuda Indonesia. "Namun untuk keselamatan dan keamanan harus tetap diutamakan dan sejajar dengan Garuda," ujar Emir.
� VIVAnews