SUMBER
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua LBH Masyarakat Taufik Basari, yang juga pengacara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit S Rianto-Chandra M Hamzah, meminta Polri menjadi institusi dewasa yang siap menerima kritikan membangun dari mana pun.
Hal itu disampaikan Taufik menanggapi langkah Mabes Polri yang menggugat Majalah
Tempo atas ilustrasi halaman muka edisi 28 Juni-4 Juli 2010 soal 'Rekening Gendut Perwira Polisi' dan edisi 14 Juni-20 Juni 2010 soal 'Kapolri di Pusaran Batubara'.
"Saya ingin Polri menjadi lembaga yang dewasa, termasuk dalam menyikapi reportase dan
cover Majalah
Tempo. Jadilah lembaga yang profesional dan mau menerima kritik serta memperbaiki dirinya," ujar Taufik kepada para wartawan, Kamis (1/7/2010) di Jakarta.
Atas pemberitaan
Tempo, Polri seharusnya memberikan apresiasi karena hal tersebut dapat menjadi bahan yang luar biasa untuk membersihkan diri dan meraih kepercayaan publik.
Dikatakan Taufik, apa yang dilakukan
Tempo bukanlah bentuk perlawanan yang bertujuan menghancurkan Polri, melainkan menjadikannya sebagai institusi yang mampu menjalankan tugasnya.
Apa yang dilakukan Tempo, kata Taufik, juga bentuk upaya penyampaian informasi yang dapat dijadikan pegangan untuk mendorong negeri ini menjadi lebih baik lagi.
"Kami sebagai warga negara Indonesia yang membayar pajak, berhak mendapatkan informasi soal Polri, yang anggarannya diambil dari pajak yang kami bayarkan. Jika ada tindakan yang menghalang-halangi, sebagai WNI yang baik, kami harus lawan," ujar Taufik.
"Semoga Polri menyadari hal ini. Jika tidak menyadarinya, sudah saatnya kita melakukan evaluasi terhadap pimpinan Polri," kata Taufik Basari.