1. Ayah yang sakit rindu
1. AYAH YANG SAKIT RINDU
Luk 15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Belum lama berselang, saya mendengar kabar seorang teman pendeta yang bermasalah dengan putrinya yang berumur 15 tahun.
Ia tahu anaknya menggunakan alat pencegah kehamilan, dan beberapa malam anak gadisnya itu tidak pulang sama sekali.
Orangtuanya sudah mencoba berbagai jenis hukuman, tetapi sia-sia.
Putrinya berbohong pada mereka, menipu mereka dan menemukan cara untuk melemparkan kesalahan pada mereka:"Salah kalian kenapa begitu kaku ! "
Teman saya mengatakan,"Saya ingat berdiri di depan jendela ruang tengah saya, memandangi kegelapan di luar, menanti ia pulang. Saya merasa sangat marah. Saya ingin seperti ayah dalam Anak Yang Hilang. Namun saya jengkel pada putri saya, karena ia memanipulasi kami dan seperti sengaja melukai kami. Dan tentu saja, sebenarnya orang yang terluka paling parah adalah dirinya sendiri. Saat itu saya mengerti ayat-ayat dalam kitab nabi-nabi yang mengungkapkan kemarahan TUHAN. Manusia tahu bagaimana melukaiNYA dan ALLAH menjerit kesakitan."
"Namun harus saya akui, ketika anak saya pulang malam itu, atau tepatnya pagi berikutnya, tidak ada yang lebih saya inginkan di dunia ini daripada memeluknya, menyayanginya, mengatakan padanya bahwa saya ingin yang terbaik baginya.
Saya adalah ayah yang sakit rindu dan tidak berdaya."
Sekarang, bila saya memikirkan Tuhan, saya melihat bayangan ayah yang sakit rindu ini, yang sama sekali berbeda dengan Raja yang keras dan tegas yang dulu saya bayangkan.
Saya memikirkan teman saya berdiri di depan jendela kaca, memandang kegelapan dengan hati pedih.
Saya ingat cerita YESUS mengenai Bapa yang menunggu, sakit hati, terluka, namun tidak ada yang diinginkanNYA selain daripada mengampuni dan memulai kembali, untuk berseru gembira, " Anakku sudah mati, dan hidup kembali. Sudah hilang dan ditemukan kembali."
Requim Mozard memiliki kalimat indah yang menjadi doa saya, doa yang saya ucapkan dengan semakin percaya :" Ingatlah, YESUS yang penuh belas kasih, bahwa akulah alasan perjalananMU."
Saya kira IA ingat.
(sumber : Keajaiban Kasih Karunia - Philip Yancey hal 61-62)
|