Kalau kita ditanya, sebelum ada piring, nenek moyang jaman dulu
makannya di wadahi apa ?, jangankan nenek moyang, sekarang saja masih
banyak dijumpai orang makan di pincuk. Bahkan ada yang tidak pakai
piring ataupun pincuk, sebab memang tidak ada yang dimakan.
Di Eropa, yang makannya dari dulu roti, biasanya roti yang basi,
dipanggang sambil bagian tengahnya di gerowongi. Kalau pembuatan kerak
roti sudah selesai, maka jadilah piring yang terbuat dari roti.
bentuknya kira-kira seperti kerak nasi para ibu-ibu kita yang belum
kenal Kosmos.
Biasanya setelah dipakai, piring mulai lembek karena menyerap kuah
sayur, dan piring ini nantinya diberikan kepada anjing, atau para
gelandangan yang kelaparan.
Abad ke 15, piring kerak roti tadi dialasi kayu yang dikerok bagian
tengahnya. Yang kehabisan piring kerak, malahan nekat, menaruh makanan
langsung diatas piring kayu. lama-lama perbuatan orang nyentrik ini
diikuti yang lain (diem-diem), sampai akhirnya diseminarkan dan
ditetapkan bahwa makan pakai piring kayu itu bagus dan beradab. Alasan
lain, piring kayu memungkinkan penempatan bumbu, salad, sambel
(barangkali) secara terpisah.
Piring kayu kemudian digantikan dengan piring tanah, piring seng,
aluminium, keramik sampai sekarang malahan piring melamin yang jelas
tidak bakal lembek gara-gara terkena kuah sayur.
Sumber:
http://groups.yahoo.com/group/upnvy/message/3662