
23rd June 2010
|
 |
Ceriwis Lover
|
|
Join Date: Jan 2010
Location: Mataram, NTB, Indonesia
Posts: 1,617
Rep Power: 21
|
|
Quote:
Originally Posted by cinta.tak.bertuan
Begini gan menurut saya kalo anda tahu Kapan Tuhan anda mati (brahma yang di katakan sebnagai arsitek dunia akan mati pada umur ke 100 dimana tanda sebab dunia akan kiamat) maka anda sangat bodoh karena menyembah sesuatu yang jelas2 lebih rendah dari anda secara derajat. Jika kita bisa meramal umur tuhan apakah itu benar2 tuhan?
ndan kalo anda selalu berpikir rasional dan semuanya berdasarkan logika maka pemikiran anda hanya berdasarkan pada otak bukan iman dan otak serta hati dan jiwa.
Kalo agama mengguanakan otak maka Tuhan seharusnya bisa kita ketahui baik letak, cara kerjanya, dan cara dia melakukan hal2 mujizat. Seharusanya kalo segala sesuatu menggunakan otak maka hal2 yg berkaitan dengan Tuhan semua dapat terungkap.
Tapi kalo kita menggunakan Iman ( maksud iman adlah tidak melihat tapi
percaya) maka tak smua mengenai Tuhan dapat dinalar.
Jadi kalo anda menalar Tuhan anda berarti Tuhan anda tidak lah berbeda dengan anda (sama derajat) Jadi jangan menggunakan rasio dan ilmu2 yang mendasarkan pada bhasa (sanksekerta) karena bahasa tidak hnya ada satu di dunia sejak peristiwa runtuhnya menara babel (kristiani tahu biasanya)..
jadi pemikiran buddha ato hindu hanya sekedar rasio...
Jadi silahkan anda renungkan apakah ajaran anda bisa membawa keselamatan bagi anda?
|
Tuhan beda dengan dewa. Dewa bisa meninggal karena dewa adalah makhluk hidup seperti kita. Sedangkan Tuhan itu kekal.
Memang inilah letak perbedaan agama Veda dan agama abrahamis. Antara dogma dan dharma. Kalo dogma adalah keimanan, kalo dharma adalah kebenaran yang boleh dipertanyakan dan tidak boleh dipercayai begitu saja. Ada metode2 khusus dalam beragama. Jadi, seorang penganut Veda tidak boleh mempercayai begitu saja ajaran yang terkandung di dalamnya. Kritis itu perlu.
Bukan berarti tidak ada keimanan, dalam sanskrit istilahnya disebut sradha dan bhakti, tetapi ada 3 kerangka dasar agama Hindu yakni:
1. Tattwa (filsafat)
2. Susila (etika)
3. Upakara (upacara-upacara persembahyangan)
Jadi, tidak diperkenankan untuk mempercaya atau mengimani begitu saja. Tetapi hendaknya mengetahui.
Mengetahui di sini disebut dengan Jnana Yoga Marga, atau jalan ilmu pengetahuan. Pengetahuan tidak selayaknya berpaku pada keimanan begitu saja.
|