Quote:
Originally Posted by DWH
Sedulur papat kalimo pancer bisa tambah tajam juga tuh kangmas...
 
|
kalau blh sy yg alpa blh unjuk pendapat
kangmas jgn dulu kearah pengtrapan SPKP
selain beresiko, tantangan serta pantangan yg nilainya lebih besar yg ujung2nya kangmas ndak bisa fokus kearah terbukanya mata batin apalagi kepada masalah penajaman nya???
sy yg alpa ini lbh menganjurken kearah yg lbh mudah atau gampang, yg bersifat latihan/exercise seperti heneng yaiutu hening dlm dzikir atau meditasi. bisa juga dgn latihan melihat tanpa berkedip matahari atau rembulan sesuai dgn kemampuan. disadari atau tidak kemampuan/skil kangmas pelan namun pasti akan terasah dgn sendirinya, termasuk terbukanya mata batin ini. latihan agar ndak berkedip kangmas, salah satu sipat mata batin yg ra pernah tidur (tertutup) selama hayat dikandung badan. dgn metode latihan ini, "wujud" asli matahari dan rembulan akan terungkap dgn sendirinya kangmas, penglihatan jadi lebih tahan banting, meminimalken penglihatan yg perih karena saking dahsyatnya energi dan aura yg biasanya dipancarken sesuatu di alam halus nanti (sy pernah mengalami hal ini)
=========
terakhir ya jgn terlalu bernafsu dlm melakoni sgl sesuatunya kangmas, alon2 asal kelakon, wong proses pendewasaan dan kecerdasan spritual juga nanti bakal terbentuk dgn sendirinya seiring ketika kangmas melalui jalan itu asal...
jgn "rumongso biso yen biso rumongso" kangmas
walah omongan sy tambah ngelantur

mhn maaf jika ada salah kata kepada poro sepuh lan guru dimari, ngapunten...