Lautandhana Daily News 22/03/2012
IHSG kemarin berhasil terjadi teknikal rebound untuk ditutup menguat sebesar 0,4% di level 4.036,23 seiring dengan maraknya aksi beli selektif di sesi II terutama di saham-saham sektoral aneka industri, perdagangan, property dan manufaktur. Sementara itu, asing kembali membukukan transaksi net buy sebesar Rp 145 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya MERK naik Rp 5.000, ASII naik Rp 1.800, UNTR naik Rp 1.350 dan DSSA naik Rp 1.000; sedangkan saham-saham top losers antara lain GGRM turun Rp 1.100, TOWR turun Rp 500, FAST turun Rp 400 dan SQMI turun Rp 290.
Bursa Wall Street semalam cenderung ditutup melemah akibat dari turunnya data penjualan rumah di bulan Februari (-0,9%) dan adanya aksi profit taking investor, terutama pada saham berbasis komoditas dan energi, setelah bursa mengalami reli signifikan. Indeks Nasdaq mampu ditutup menguat tipis di level 3.075,3 yang merupakan level tertinggi baru. Sementara itu, bursa Eropa cernderung ditutup flat seiring dengan negatifnya berita ekonomi AS. Indeks DJ Euro Stock ditutup di level 2.567,6 dan FTSE di tutup di level 5.892.
Bursa Asia pagi ini cenderung dibuka menguat tipit seiring dengan perhatian investor atas laporan data manufaktur China. Indeks Nikkei +0,1%; KOSPI -0,03%; STI +0,04% dan KLSE +0,1%. Untuk IHSG hari ini masih berfluktuatif dengan potensi terjadi koreksi kembali. Kisaran trading IHSG hari ini berada di level 3.989-4.063. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana News Flash 22/02/2012
Laba bersih GIAA 2011 naik 56% YoY
GIAA berhasil mencetak kenaikan laba bersih di 2011 sebesar 56% YoY mencapai senilai Rp 806 miliar dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 516 miliar. Pendapatan GIAA di periode yang sama tumbuh 39% YoY dari Rp 19,5 triliun menjadi Rp 27,2 triliun.
Laba bersih GEMS 2011 melonjak 9 kali lipat
GEMS berhasil membukukan perolehan laba bersih 2011 sebesar Rp 285 miliar, melonjak 9 kali lipat dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 31 miliar. Penjualan perseroan di periode yang sama juga melonjak 3 kali lipat dari Rp 927 miliar menjadi Rp 2,9 triliun.
LPKR cetak laba bersih 2011 Rp 708 miliar
LPKR berhasil membukukan laba bersih 2011 senilai Rp 708 miliar atau naik 35% YoY dibandingkan laba bersih 2010 sebesar Rp 525 miliar. Pendapatan LPKR pada periode yang sama naik 34% YoY dari Rp 3,1 triliun menjadi Rp 4,1 triliun.
BMRI beri pinjaman kepada Nusantara Regas
BMRI memberikan pinjaman senilai US$ 100 juta kepada PT Nusantara Regas, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan PGAS. Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan dan pengoperasian LNG receiving terminal melalui teknologi floating storage and regasification unit (FSRU) di Jawa Barat.
PNBN cetak laba bersih Rp 1,8 triliun di 2011
Pendapatan bunga bersih PNBN bertumbuh sebesar 23% YoY di 2011 mencapai senilai Rp 5,05 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 4,1 triliun. Laba bersih perseroan di periode yang sama naik 42% YoY dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,8 triliun. NPL perseroan baik gross maupun net masing-masing turun dan berada di level 3,56% dan 0,92% sedangkan rasio BOPO juga turun dari 83,49% menjadi 80,26%.
Laba bersih AMRT 2011 capai Rp 361 miliar
Penjualan AMRT di 2011 tumbuh sebesar 22,5% YoY mencapai sebesar Rp 18,2 triliun dibandinkan dengan penjualan di 2010 sebesar Rp 14,1 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan di periode yang sama naik signifikan 41% YoY dari Rp 256 miliar menjadi Rp 361 miliar.
Lautandhana Stock Analysis 22/02/2012
Indeks akhirnya menguat di perdagangan kemarin sebesar 0.35% atau 14.07 poin dan di tutup di level 4,036.23 serta kembali didukung oleh minat beli asing sebesar Rp.144.71 miliar. Dan dari sekitar 351 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 114 saham menguat, 122 saham terkoreksi, dan 115 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan dikisaran:
Support : 3988.55
Resistance : 4062.57
-Saham
ASII walaupun penguatan yang signifikan di perdagangan kemarin membuat potensi terjadinya profit taking, namun bila harga kembali menguat dan dapat bertahan di atas kisaran level 72800 dapat membuka peluang untuk menuju level 78400 sebagai target kedepannya.
-Saham
INDF mulai timbulnya kekuatan beli serta kondisi jenuh jual (oversold) yang telah terbentuk membuka peluang terjadinya penguatan sesaat.