View Single Post
  #35  
Old 19th March 2012
Hepcat's Avatar
Hepcat Hepcat is offline
Enthusiast
 
Join Date: May 2011
Location: Jakarta
Posts: 187
Rep Power: 0
Hepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good manHepcat is a Good man
Default

Create a Trading System [Part IV]

Step 2. Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental

Ok, bicara kembali pada trading system, tentunya kamu harus mengetahui bagaimana melakukan analisa dan memperoleh profit dari sana. Setidaknya Kamu memerlukan indikator teknikal dan fundamental untuk memprediksi 2 hal berikut:

Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat

Saat yang tepat untuk melakukan entry

Untuk dapat mengetahui 2 hal diatas, tentu saja analisa teknikal dan fundamental berperan disini. Yang pertama kali perlu kamu tentukan adalah indikator teknikalmu. Sementara untuk fundamental pilihannya tidak banyak dan cukup ditambahkan belakangan pada sistem trading kita.

Ok mari kita mulai. Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading systemmu kelak. Pertama untuk dapat mengetahui trend yang terjadi, kita harus menggunakan time frame yang lebih besar dan indikator tertentu untuk dapat mengukurnya. Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif apabila kita menggunakannya sebagai penentu untuk entry. Bahkan bila kita menggunakan time frame yang lebih kecil, kita dapat terjebak oleh whipsaw dari pergerakan harga dikemudian hari.

Seperti kesepakatan semula bahwa diandaikan kita ini adalah seorang day trader maka kalau begitu time frame untuk menentukan trend yang terjadi adalah grafik 4H.

Untuk dapat menentukan trend yang terjadi pada sebuah grafik kita akan menggunakan 2 buah indikator. Satu untuk indikator trend follower dan satu lagi adalah indikator untuk menentukan titik Overbought dan Oversold. Kamu tidak mau mengalami bahwa trend yang sedang terjadi ternyata sebentar lagi akan segera berakhir bukan? Nah untuk itulah kita perlu menambahkan Oscillator.

Untuk trend indicator, kita akan menggunakan Exponential Moving Average sebagai indikator trend follower. Dan untuk menentukan area-area OB dan OS kita akan menggunakan Stochastic Oscillator. Untuk periode yang digunakan, Exponential MA akan kita gunakan dengan periode 5 dan 10. Sementara itu Stochastic akan menggunakan periode (10,5,5).

Keduanya akan kita plot pada grafik 4H. Hasilnya akan menjadi seperti ini :


Begini cara menggunakannya. Sebuah trend dapat digolongkan naik hanya bila XMA 5 berada diatas XMA 10 dan Stochastic tidak berada pada area OB (overbought) dan juga menunjukkan arah naik.

Sebaliknya donw trend hanya berlaku bila XMA 5 berada dibawah XMA 10 dan Stochastic tidak berada pada area OS (oversold) dan juga menunjukkan arah turun.

Rasanya hal tersebut tidak terlalu sulit bukan? Nah sekarang kita akan menentukan indikator untuk melakukan entry pembukaan posisi. Isi indikatornya kurang lebih sama yang berbeda hanyalah aturannya saja. Kalau timeframe dan seperangkat indikator diatas untuk menetukan trend kali ini adalah untuk menentukan kapan waktunya kita membuka sebuah posisi.

Time Frame yang digunakan adalah 15 menit atau dapat juga 30 menit. Indikatornya juga sama namun kali ini kita akan menambahkan satu lagi indikator Oscillator tambahan. Kita akan menambahkan sebuah indikator bernama William’s %R dengan periode 14 disini. William’s %R berguna untuk konfirmator lain bersama dengan Stochastic Oscillator. Namun kali ini kita tidak akan menggunakan batasan 20-80 dalam penggunaan William’s %R tetapi batasan 50-50. Jadi jika William’s %R menunjukkan arah naik dan tidak berada dibawah batasan -50 maka itu menunjukkan harga sedang bergerak naik menurut Williams.

Dengan demikian gambar yang akan terjadi adalah sebagai berikut :


Lalu bagaimana aturan untuk entry pada 30M time frame ini? Sederhana. Pertama yang perlu kamu ketahui adalah sebuah posisi Buy atau Sell tidak akan dilakukan tanpa mengikuti arah dari trend confirmator pada grafik 4H sebelumnya. Maksudnya begini: bila grafik 4H menunjukkan kondisi saat ini adalah uptrend maka pembukaan posisi hanya akan mencari posisi Buy dan posisi Open Sell tidak akan pernah diambil. Sebaliknya bila grafik 4H menunjukkan arah downtrend maka kita hanya akan mencari posisi Open Sell saja dan tidak akan pernah membuka posisi Open Buy seberapa pun bagusnya grafik 1H terlihat naik.

Open Buy akan kita lakukan hanya bila grafik 4H menunjukkan trend naik dan pada grafik 15M, XMA serta Stochastic menunjukkan arah naik dan William’s %R tidak berada di area -50 hingga -100. O ya sekedar informasi, rentang pergerakan Wiliam’s %R adalah di 0 hingga -100. Sedikit berbeda dengan RSI atau Stochastic yang berada pada rentang gerak 0-100.

Open Sell hanya akan kita lakukan bila 4H menunjukkan trend turun dan XMA serta Stochastic kita menunjukkan arah turun dan tentunya William’s %R berada pada area -50 hingga -100.

Ok sekarang masalah berita fundamental. Ada beberapa pilihan ketika kamu menghadapi berita fundamental.
  1. Membuka posisi sebelum berita fundamental terjadi .
  2. Membuka posisi ketika berita fundamental terjadi.
  3. Membuka posisi setelah berita fundamental terjadi untuk mengambil harga koreksi.
  4. Tidak membuka posisi sama sekali ketika mendekati berita fundamental atau beberapa saat setelah berita fundamental terjadi.

Untuk saat ini baiklah kita mengambil pilihan no 4 saja. Artinya sebisa mungkin kita akan menghindari berita fundamental dan tidak membuka posisi beberapa saat sebelum dan setelah berita fundamental terjadi. Ini untuk memudahkan kita dikarenakan ketika berita fundamental muncul biasanya harga digerakkan oleh emosi pasar sementara dan cenderung tidak dapat diprediksi secara teknikal.

ntar lanjut di bawah lagi

Last edited by Hepcat; 20th March 2012 at 10:56 AM.
Reply With Quote