Lutandhana Daily Views 13/03/2012
Bursa Asia awal pekan ditutup melemah disebabkan oleh sikap wait&see atas hasil rapat The Fed minggu ini, melambatnya pertumbuhan China dan maraknya aksi ambil untung investor. IHSG sendiri di awal pekan ditutup melemah terbatas sebesar 0,1% di level 3.987,35 dikontribusikan dari koreksi yang terjadi pada saham-saham sektoral perkebunan, property dan infrastruktur. Adanya aksi beli pada saham-saham sektoral perbankan mampu menahan laju koreksi indeks yang sempat menyentuh level terendahnya kemarin di level 3.969. Sementara itu, asing masih membukukan transaksi net buy sebesar Rp 459 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTSP naik Rp 370, GDYR naik Rp 300, UNVR naik Rp 250 dan CNTX naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain GGRM turun Rp 1.200, UNTR turun Rp 550, AALI turun Rp 400 dan AALI turun Rp 400.
Bursa Eropa semalam ditutup cenderung flat seiring beralihnya focus investor dari masalah Yunani ke masalah krisis utang negara Uni Eropa lainnya, yaitu Spanyol dan Italia. Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup bervariasi dengan indeks Nasdaq ditutup melemah sebesar 0,2% di level 2.983,7. Saham-saham sektoral perbankan dan teknologi AS mengalami penurunan yang mengkontribusi bervariasinya bursa AS.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat dimana indeks Nikkei +0,6%; KOSPI +0,8%; STI +0,5% dan KLSE +0,2%. IHSG hari ini kami perkirakan bepotensi terjadi teknikal rebound terbatas. Kisaran trading indeks hari ini diperkirakan berada di level 3.934-4.021. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana Corporate News Flash 13/03/2012
BJBR berikan pinjaman Rp 300 miliar ke Serasi Autoraya
BJBR memberikan pinjaman kepada anak perusahaaan grup Astra, PT Serasi Autoraya senilai Rp 300 miliar yang akan digunakan untuk investasi kantor cabang Rawamangun dengan jangka waktu empat tahun. PT Serasi Autoraya merupakan merupakan perusahaan jasa transportasi dan logistik lewat bisnis operator lease melalui merek TRAC, Mobil 88 dan iBID serta logistic melalui Selog dan Orenz Taxi.
DKFT eksplorasi nikel di Sulawesi
DKFT melalui anak perusahaannya, PT Mulia Pacific Resources dan PT Bumi Konawe Abadi telah mengeluarkan biaya senilai Rp 1,9 miliar untuk eksplorasi tambang nikel di Sulawesi pada bulan Februari. Untuk PT Mulia Pacific Resources, daerah eksplorasi dilakukan di wilayah Desa Ganda-Ganda, Bahoue, dan Tantowe, Kolonodale, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah; sedangkan eksplorasi PT Bumi Konawe Abadi dilakukan di daerah Blok III, Desa Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
UNTR akuisisi Perkasa Melati
UNTR melalui anak perusahaannya, PT United Tractors Pandu Engineering telah mengakuisisi 100% saham PT Perkasa Melati senilai total US$ 16,8 juta. Perkasa Melati merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor pembuatan dan perbaikan kapal di Batam. Akuisisi ini ditujukan untuk mendukung pengangkutan batubara.
PTPP cetak laba bersih Rp240 miliar di 2011
PTPP berhasil membukukan pendapatan di 2011 sebesar Rp 6,2 triliun, naik sebesar 41% YoY dibandingkan pendapatan 2010 sebesar Rp 4,4 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan di periode yang sama bertumbuh 19% YoY dari Rp 202 miliar menjadi Rp 240 miliar.
SMGR berencana ekspansi ke Myanmar
SMGR berencana berekspansi ke Myanmar melalui wadah Indonesia Incorporated dengan membangun pabrik semen berkapasitas 1,5 juta ton-2 juta ton di tahun ini. Total nilai investasi pabrik ini diperkirakan mencapai US$ 300 juta � US$ 500 juta atau setara dengan Rp 2,7 triliun-Rp 4,5 triliun. Sementara itu, capex perseroan di tahun ini dianggarkan senilai US$ 620 juta yang akan digunakan untuk melanjutkan finalisasi pabrik Tonasa dan Tuban serta membangun pabrik packing plant, pengembangan IT, perawatan pabrik dan pemberdayaan SDM.
ABMM beli tujuh kapal
ABMM melalui anak perusahaannya, CKB Logistics membeli tujuh kapal jenis tug&barges berkapasitas 7.500 ton. Penambahan armada ini ditujukan untuk memperkuat layanan logistik batubara. Saat ini, armada perseroan melayani kebutuhan logistic batubara dalam grup ABMM yaitu PT Tunas Inti Abadi, pemilik konsesi tambang batubara di Kalimantan Selatan.
Lautandhana Market Analysis & Stock Analysis
Indeks melemah di awal perdagangan pekan ini sebesar 0.11% atau 4.20 poin dan di tutup di level 3,987.35 walaupun masih didukung oleh minat beli asing yang sebesar Rp.459.31 miliar. Dan dari sekitar 340 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 73 saham menguat, 155 saham terkoreksi, dan 112 saham tidak mengalami perubahan. Dan pergerakan indeks di hari ini diperkirakan akan dikisaran:
Support : 3934.49
Resistance : 4020.83
-Saham
BMRI kondisi jenuh beli (overbought) telah terbentuk serta kekuatan beli terus melemah. Namun selama harga dapat bertahan di atas level 6550 maka masih terdapat peluang untuk menguji level 6950 sebagai target terdekat.
-Saham
PTBA bila harga mampu bertahan di atas level 21100 sebagai resistance kuat, dapat membuka peluang untuk menguji level 21400 sebagai target terdekat sementara.