Lautandhana Daily Views 02/03/2012
IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,6% di level 3.962,29 akibat maraknya aksi ambil untung investor terutama pada saham sektoral consumer, aneka industri dan manufaktur yang mengalam tekanan jual signifikan. Sektoral property, perkebunan, dan perdagangan selamat dari aksi profit taking yang berhasil ditutup menguat terbatas. Sementara itu, asing kemarin mencetak transaksi net sell tipis sebesar Rp 17 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 1.500, UNTR naik Rp 350, BRAM naik Rp 150 dan MYOR naik Rp 150; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 1.200, UNVR turun Rp 600, GGRM turun Rp 600 dan DLTA turun Rp 450.
Bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat terbatas ditengah isu meledaknya jaringan pipa minyak milik Arab Saudi. Harga minyak dunia pun terkerek naik hinga ke level US$ 109 per barrel. Penguatan bursa ditopang oleh membaiknya data pengangguran mingguan (turun sebanyak 2.000 jiwa) dan stabilnya angka inflasi. Sinyal posotif dari data ekonomi AS tersebut juga mendorong bursa Eropa ditutup menguat signifikan dimana indeks DJ Euro Stoxx naik 1,5% di level 2.548,7 sedangkan indeks FTSE 100 naik 1% di level 5.931,3.
Bursa Asia pagi ini dibuka menguat setelah adanya suntikan dana likuiditas dari Bank Sentral Eropa pekan ini meminimalkan kekhawatiran atas krisis utang Eropa dan lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei +0,8%; KOSPI +0,6%; STI +0,5% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG akhir pekan, kami perkirakan bergerak mixed dan berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.880-4.035. Katalis pergerakan IHSG adalah maraknya release kinerja keuangan emiten di 2011. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana Corporate News Flash 02/03/2012
Capex CTRP 2012 senilai Rp 1,8 triliun
CTRP menganggarkan dana capex tahun 2012 senilai Rp 1,8 triliun yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek Ciputra World I dan pembangunan proyek Ciputra World II. Sumber pendanaan capex perseroan berasal dari pinjaman perbankan dari BMRI.
SHID memperoleh pinjaman perbankan Rp 180 miliar
SHID telah mendapatkan fasilitas pinjaman perbankan dari BNGA sebesar Rp 180 miliar yang akan digunakan untuk pelunasan pinjaman perbankan MEGA senilai Rp 120 miliar sedangkan sisanya akan digunakan untuk merenovasi kamar dan fasilitas lainnya di Hotel Sahid Jaya Jakarta.
BMRI targetkan kredit UKM senilai Rp 40 triliun
BMRI menargetkan penyaluran kredit ke sektor UKM tahun 2012 melalui Mandiri Business Banking senilai Rp 40 triliun. Mandiri Business Banking merupakan unit khusus yang fokus menangani sektor UKM di Indonesia. Secara umum kredit yang disalurkan oleh Mandiri Business Banking meliputi limit kredit di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 10 Miliar.
BTEL jajaki rights issue
BTEL tengah mengkaji rencana rights issue non HMETD sebanyak 10% saham baru dengan target dana senilai US$ 100 juta atau setara dengan Rp 900 miliar. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai pelunasan pinjaman perseroan. Dikabarkan, perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan, SK Telecom dan Grup Sampoerna menjadi pembeli potensial.
IMAS bidik pendapatan Rp 19,2 triliun di 2012
IMAS menargetkan pertumbuhan pendapatan di 2012 sebesar 20% YoY mencapai Rp 19,2 triliun dibandingkan dengan estimasi pendapatan 2011 sebesar Rp 16 triliun. Kenaikan pendapatan perseroan akan ditopang oleh penjualan kendaraan merek HINO dan Nissan. Di sisi lain, IMAS bakalan memperoleh kontribusi pendapatan baru dari bisnis kontraktor pertambangan batubara di tahun ini melalui anak perusahaannya, PT Prima Sarana Gemilang yang saat ini tengah mengerjakan lahan tambang batubara milik PT Nusantara Berau Coal di Kalimantan Timur.
SMAR investasikan dana senilai Rp 1,4 triliun
SMAR mengalokasikan dana senilai Rp 1,4 triliun yang akan digunakan untuk penambahan luas lahan tertanam sebesar 30 ribu ha di tahun ini.
BJBR siapkan dana Rp 1,4 triliun untuk proyel tol
BJBR menyiapkan dana kredit senilai Rp 1,4 triliun yang akan disalurkan untuk membiayai 8 proyek ruas jalan tol dalam bentuk pinjaman sindikasi di tahun ini, Penyaluran kredit ini merupakan bagian target dari penyaluran kredit perseroan senilai Rp 32 triliun di 2012.
ASGR targetkan pertumbuhan pendapatan 2012 sebesra 30% YoY
ASGR menargetkan pendapatan naik sebesar 30% YoY pada 2012, dengan divisi printer channel business menyumbang kontribusi sebesar 28% ke perseroan dari tahun sebelumnya 25%. Perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan 2011 sebesar 17,8% YoY dari Rp 118 miliar menjadi Rp 139 miliar. Pendapatan bersih naik sebesar 10,2% dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,7 triliun.
Supra Boga Lestari IPO Mei 2012
PT Supra Boga Lestari, pengelola gerai Ranch Market, berencana menggelar IPO pada Mei tahun ini dengan melepas saham sebanyak 20%-35% dan target dana pada Rp 200 miliar-Rp 300 miliar. Dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk menambah gerai Ranch 99 Market yang pada saat ini berjumlah 14 gerai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.
Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia
"Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)"
Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI)
SMART INVESTING WITH LOTS
Training & Seminar Schedule for First Half 2012
Basic Seminar Smart Investing With LOTS
"Pengenalan Instrumen Pasar Modal"
Tanggal, 10 Maret 2012
Wisma Keiai Prince 15th Floor
Jln. Jend Sudirman Kav. 3
Jakarta Pusat 10220
T +6221 5785 1616
F +6221 5785 1414
E [email protected]
W Lautandhana Online Trading System


