Lautandhana Daily View [01/03/2012]
Banjirnya sentiment positif dari global, yaitu lonjakan indeks keyakinan konsumen AS di bulan Februari serta keputusan Bank Sentral Eropa yang akan menyuntikkan dana tahap II senilai USD 670 miliar ke dalam likuiditas system keuangan Uni Eropa pada Rabu ini guna membantu meredam gejolak pasar keuangan global ditengah lonjakan harga minyak dunia mampu mendorong bursa Asia ditutup pada teritori hijau, termasuk IHSG. Hanya bursa Shanghai yang ditutup melemah sebesar 0,95% di level 2.428,5 terkena aksi profit taking investor.
IHSG sendiri berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 2,1% di level 3.985,2 dibarengi dengan transaksi net buy asing signifikan sebesar Rp 1,7 triliun. Keseluruhan sektoral IHSG berhasil ditutup menguat dengan kenaikan tertinggi dibukukan oleh saham sektoral consumer sebesar 3,9%. Saham-saham top gainers diantaranya MLBI naik Rp 19.900, GGRM naik Rp 3.600, ASII naik Rp 1.050 dan UNTR naik Rp 750; sedangkan saham-saham top losers antara lain HERO turun Rp 1.000, GDYR turun Rp 400, DSSA turun Rp 300 dan FAST turun Rp 200.
Bursa Wall Street semalam ditutup melemah akibat pernyataan Ben Bernanke yang memberikan indikasi proyeksi ekonomi AS di 2012 masih akan melemah. Ben Bernanke juga menyatakan data lapangan pekerjaan yang masih jauh dari normal dan lonjakan harga minyak dunia mengancam liarnya angka inflasi. Pun demikian dengan bursa Eropa yang juga ditutup terkoreksi dimana indeks DJ Euro Stoxx ditutup melemah 0,3% sedangkan indeks FTSE melemah 1%.
Pagi ini bursa Asia dibuka cenedrung bervariasi merespon pidato Ben Bernanke dimana indeks Nikkei +1,2%; STI +0,3% dan KLSE +0,3%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan bergerak dalam kisaran trading 3.924-4.064, dan diramaikan potensi aksi profit taking investor. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana Corporate News Flash [01/03/2011]
LSIP cetak kenaikan laba bersih 2011 65% YoY
Laba bersih LSIP tahun 2011 tumbuh sebesar 64,7% YoY mencapai Rp 1,7 triliun dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 1,03 triliun. Penjualan perseroan pada periode yang sama naik 30,4% YoY dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 4,7 triliun. Penjualan kelapa sawit menyumbang 81% atas total penjualan perseroan sedangkan penjualan karet dan beninh masing-masing menyumbang 13% dan 6%.
SIMP cetak laba bersih 2011 Rp 1,7 triliun
Laba bersih SIMP tahun 2011 tercatat sebesar Rp 1,67 triliun, naik signifikan 72% YoY dibanding perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 971 miliar. Penjualan konsolidasi perseroan di periode yang sama naik 33% YoY dari Rp 9,5 triliun menjadi Rp 12,6 triliun.
Laba bersih CTRP 2012 ditargetkan naik sebesar 41% YoY
Manajemen CTRP menargetkan pertumbuhan laba bersih di tahun ini sebesar 41% YoY mencapai senilai Rp 233 miliar dibandingkan dengan estimasi laba bersih 2011 sebesar Rp 158 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan juga diproyeksikan tumbuh signifikan 105% YoY dari Rp 440 miliar menjadi Rp 902 miliar. Kinerja perseroan akan ditopang oleh proyek Ciputra World I dan II serta Dipo Business Center.
ANTM cetak laba bersih unaudited 2011 Rp 1,9 triliun
ANTM berhasil membukukan laba bersih 2011 unaudited sebesar Rp 1,9 triliun, meningkat 13,5% YoY dibandingkan perolehan laba bersih 2010 sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara itu, penjualan ANTM juga naik sebesar 18% YoY dari Rp 8,7 triliun menjadi Rp 10,3 triliun. Hasil positif kinerja ANTM banyak ditopang oleh penjualan komoditas feronikel, bijih nikel dan emas.
BTEL lunasi obligasi Rp 650 miliar
BTEL berencana melunasi obligasi yang akan jatuh tempo senilai Rp 650 miliar pada September 2012. Sumber dana pelunasan obligasi tersebut berasal dari pinjaman perbankan asing.
KKGI cetak kenaikan penjualan sebesar 131% di 2011
KKGI berhasil mencetak pertumbuhan penjualan 2011 sebesar 131% YoY yang mencapai sebesar US$ 243 juta bila dibandingkan dengan penjualan 2010 sebesar US$ 105 juta. Volume penjualan batubara perseroan melonjak 91% YoY di periode yang sama dari 2,2 juta ton menjadi 4,2 juta ton sedangkan ASP perseroan naik 21% YoY dari US$ 48 per ton menjadi US$ 58 per ton.
Pefindo pangkas rating BLTA
Pefindo memangkas peringkat Obligasi IV/2009 BLTA ke level idD (default) menyusul pengumuman gagal bayar BLTA atas enam surat utangnya. Penurunan peringkat tersebut juga dikenakan pada Sukuk Ijarah II/2009, yang turun menjadi D, dari sebelumnya di level CCC.
SMART INVESTING WITH LOTS
Training & Seminar Schedule for First Half 2012
Basic Seminar Smart Investing With LOTS
"Pengenalan Instrumen Pasar Modal"
Tanggal, 10 Maret 2012
Wisma Keiai Prince 15th Floor
Jln. Jend Sudirman Kav. 3
Jakarta Pusat 10220
T +6221 5785 1616
F +6221 5785 1414
E [email protected]
W www.lots.co.id


