Lautandhana Daily News 29/02/2012
IHSG kemarin berhasil mengalami teknikal rebound untuk ditutup naik sebesar 1,1% di level 3.903,56. Aksi borong pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sudah terdiskon cukup signifikan dalam beberapa hari mampu mendongkrak pergerakan naik IHSG. Keseluruhan sektoral IHSG serentak ditutup pada teritori hijau dipimpin oleh reboundnya sektoral perkebunan, industri dasar, aneka industri dan manufaktur. Sementara itu, asing masih membukukan transaksi net sell sebesar Rp 369 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 2.250, GGRM naik Rp 2.150, ITMG naik Rp 1.300 dan ASII naik Rp 1.100; sedangkan saham-saham top losers antara lain SCMA turun Rp 250, MYOH turun Rp 200, FASW turun Rp 150 dan PTBA turun Rp 150.
Bursa Asia juga berhasil ditutup menguat didorong oleh harapan atas suntikan likuiditas II Bank Central Eropa untuk meredakan resiko kembali bergejolaknya keuangan global ditengah kekhawatiran atas lonjakan harga minyak dunia. Indeks Nikkei kemarin ditutup pada level 9.722,52 (+0,9%) yang merupakan level tertinggi baru dalam 7 bulan terakhir ditengah sentiment negative pengajuan perlindungan kebangkrutan Elpida, produsen chip PC.
Ditengah beragamnya berita ekonomi AS, bursa Wall Street semalam berhasil ditutup menguat terbatas dengan indek Dow Jones akhirnya berhasil ditutup pada level 13.005 (+0,2%), diatas level psikologis 13.000 pertama kalinya sejak Mei 2008. Penguatan saham Microsoft (+1,7%) dan Intel (+1,2%) memimpin pergerakan mengauat Dow Jones. Indeks keyakinan konsumen AS di bulan Februari meningkat pada level 70.8 vs 61.5 di bulan Januari; sedangkan durable goods anjlok sebesar 4% di bulan Januari. Sementara itu, bursa Eropa juga berhasil ditutup menguat terbatas mengikuti sentiment positif AS.
Bursa Asia pagi ini mengekor sentiment positif AS yang dibuka menguat dimana indek Nikkei +1,2%; KOSPI +1%; STI +0,6% dan KLSE +0,3%. Untuk IHSG hari ini kami perkirakan masih berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.862-3.988. Saham pilihan kami antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana Corporate News Flash 29/02/2012
BBNI bagikan dividen maksimal Rp 1,7 triliun
BBNI berencana membagikan dividen sekitar 20%-30% atas perolehan laba bersih di tahun buku 2011 sebesar Rp 5,8 triliun. Dividen yang akan dibagikan tersebut berkisar antara Rp 1,2 triliun-Rp 1,7 triliun yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPS.
Penjualan CPO AALI capai 96,7 ribu ton
AALI mencatatkan total volume penjualan CPO bulan Januari 2012 ini mencapai 96.662 ton, meningkat sebesar 1,8% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 94.991 ton. Domestik menyerap sekitar 88,1% dari total volume penjualan CPO AALI dan sisanya 11,9% untuk di ekspor.
Penjualan mobil ASII naik 13% YoY
Volume penjualan mobil ASII sepanjang tahun 2011 mencapai 483 ribu unit atau meningkat 13% YoY dari penjualan tahun 2010 sebanyak 427 ribu unit. Volume penjualan kendaraan bermotor pada periode yang sama naik 25% YoY dari 3,4 juta unit menjadi 4,3 juta unit.
Laba bersih SSIA melonjak 122% YoY
SSIA berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi 2011 senilai Rp 257 miliar atau melonjak 122% YoY dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp 116 miliar didorong oleh lonjakan penjualan lahan industri serta pertumbuhan jasa konstruksi. Pendapatan perseroan di periode yang sama naik 70% YoY dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,9 triliun.
SSIA emisi obligasi Rp 500 miliar
SSIA berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar pada Juni 2012 yang akan digunakan untuk membiayai akuisisi lahan industri seluas 1.000 ha.
BRMS eksekusi waran US$ 170 juta
BRMS tengah menginca perolehan dana senilai US$ 170 juta dari rencana eksekusi waran pada akhir tahun ini. Pada tahun 2010, BRMS menerbitkan wran sebanyak 2,2 miliar pada saat menggelar IPO. Dana hasil eksekusi waran tersebut akan digunakan untuk membiayai investasi proyek yang dikerjakan oleh anak perusahaannya, yaitu Gorontalo Minerals dan Citra Palu Minerals.
BTPN cetak laba bersih 2011 Rp 1,4 triliun
BTPN berhasil mencetak laba bersih 2011 sebesar Rp 1,4 triliun meningkat 67% YoY dibandingkan dengan laba bersih 2010 sebesar Rp 837 miliar. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar30% YoY dari Rp 23 triliun menjadi Rp 30 triliun.
Produksi batubara HRUM diperkirakan capai 9,8 juta ton
Produksi batubara HRUM 2011 diperkirakan mencapai mencapai 9,7 juta ton-9,8 juta ton yang disumbang dari dua anak usahanya yaitu PT Mahakam Sumber Jaya dan PT Santan Batubara. Untuk tahun ini, HRUM akan menganggarkan capex senilai US$ 30 juta untuk pengembangan pelabuhan untuk batubara dan hauling road.
INCO jajaki kerjasama dengan ANTM
INCO kembali menjajaki kerja sama pengiriman bijih nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dengan ANTM. Tahun ini INCO menargetkan produksi sekitar 72.000 ton.
Lautandhana Technical View 29/02/2012
Indeks akhirnya menguat di perdagangan kemarin sebesar 1.10% atau 42.54 poin dan di tutup di level 3,903.56 walaupun masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.369.05 miliar. Dan dari sekitar 348 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 169 saham menguat, 71 saham terkoreksi, dan 108 saham tidak mengalami perubahan.
Walaupun support kuat sementara masih dikisaran level 3800, namun kekuatan beli yang mulai timbul membuka peluang bagi indeks untuk menguat terbatas kembali di perdagangan hari ini. Dan pergerakan di hari ini akan dikisaran:
Support : 3861.54
Resistance : 3988.02
-Saham BMRI belum terbentuk pola reversal dan support kuat masih dikisaran level 5700.
-Saham INDY belum validnya konfirmasi reversal membuat masih adanya potensi untuk menguji support kuat di level 2450. namun bila harga menguat akan menguji level 2700 sebagai resistance kuat.
Kepada Para Investor Pasar Modal Indonesia
"Pastikan Anda Telah Memiliki Rekening Dana Investor (RDI)"
Agar Dapat Bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI)
SMART INVESTING WITH LOTS
Training & Seminar Schedule for First Half 2012
Basic Seminar Smart Investing With LOTS
"Pengenalan Instrumen Pasar Modal"
Tanggal, 10 Maret 2012
Wisma Keiai Prince 15th Floor
Jln. Jend Sudirman Kav. 3
Jakarta Pusat 10220
T +6221 5785 1616
F +6221 5785 1414
E [email protected]
W Lautandhana Online Trading System

