Lautandhana Daily Views 27/02/2012
IHSG akhir pekan mengalami koreksi cukup dalam sebesar 1,6% untuk ditutup pada level 3.894,56. Hal ini dipicu oleh sentiment negative dalam negeri atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yang berpotensi memicu lonjakan inflasi dan biaya operasional emiten. Keseluruhan sektor IHSG ditutup melemah dengan tekanan jual cukup signifikan terjadi pada saham sektoral aneka industri, perkebunan, manufaktur dan industri dasar. Sementara itu, asing mencetak transaksi net sel sebesar Rp 896 miliar. Bursa Asia akhir pekan serentak ditutup pada teritori hijau seiring dengan membaiknya data perekonomian AS. Saham-saham top gainers diantaranya PTRO naik Rp 1.150, CNTX naik Rp 400, SUPR naik Rp 225 dan FAST naik Rp 200; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 2.600, GGRM turun Rp 1.700, ITMG turun Rp 900 dan DSSA turun Rp 900.
Bursa Wall Steet akhir pekan cenderung ditutup bervariasi seiring sikap wait&see investor terhadap keuangan global. Indeks Dow Jones ditutup flat di level 12.893 sedangkan indeks S&P mencetak rekor penutupan tertinggi sejak Juni 2008 yang ditutup di level 1.365,7 (+0,2). Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat dipicu oleh laporan kinerja yang memuaskan, terutama dari kinerja Telecom Italia. Indeks DJ Euro Stoxx ditutup naik sebesar 0,6% di level 2.523,7.
Pagi ini bursa Asia dibuka mixed dimana indeks Nikkei +0,4%; KOSPI -1,3%; STI -0,2% dan KLSE +0,2%. Untuk IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak fluktuatif dan potensi terjadi teknikal rebound dengan kisaran trading di level 3.800-3.971. Saham pilihan kami antara lain: UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, AALI, SMGR, INTP, JSMR, UNVR, BBRI, BMRI dan BBNI.
Lautandhana Corporate News Flash 27/02/2012
BYAN pasok batubara 10 juta ton ke India
BYAN memperoleh kontrak memasok batubara ke Thermal Powertech Corporation (TPCIL) sebanyak 10 juta ton selama 10 tahun yang dimulai awal tahun 2014. TPCIL merupakan perusahaan patungan asal India antara Gayatri Energy Ventures dan Sembcorp Utilitis yang akan membangun, memiliki dan mengoperasikan PLTU berkapasitas 1.320 MW.
Pendapatan UNTR 2011 mencapai Rp 55 triliun
UNTR mencatatkan kenaikan pendapatan 2011 sebesar 47,5% YoY mencapai senilai Rp 55,1 triliun dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp 37,3 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama melonjak 52% YoY dari Rp 3,9 triliun menjadi Rp 5,9 triliun.
PTPP catat pendapatan Rp 6,2 triliun pada 2011
Laba bersih PTPP diperkirakan mencapai sebesar Rp 240 miliar dan pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun pada 2011 yang terdongkrak oleh proyek EPC.
Laba Astra AUTO turun 10% YoY
AUTO mencetak pendapatan 2011 sebesar Rp 7,4 triliun, meningkat sekitar 17,7% YoY dibandingkan pendapatan tahun 2010 sebesar Rp 6,3 triliun. Sementara itu, laba bersih perseroan pada periode yang sama turun sebesar 9,9% YoY dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,1 triliun akibat adanya kenaikan harga bahan baku.
HDFA peroleh pinjaman perbankan Rp 50 miliar
HDFA memperoleh pinjaman perbankan Bank of China senilai Rp 50 miliar berjangka waktu maksimum tiga tahun.
ASGR bukukan laba bersih 2011 Rp 139 miliar
ASGR membukukan penjualan 2011 sebesar Rp 1,7 triliun, naik 10% YoY dari tahun 2010 Rp 1,6 triliun. Laba bersih perseroan juga naik sebesar 18% YoY di periode yang sama dari Rp 118 miliar menjadi Rp 139 miliar.
ADHI incar proyek PLTU milik ANTM
ADHI tengah mengincar proyek EPC PLTU milik ANTM di Pomalaa, Sulawesi Tenggara senilai Rp 1,1 triliun.
BDMN patok kenaikan DPK sebesar 20% YoY tahun ini
BDMN mematok target kenaikan dana pihak ketiga (DPK) menjadi 20% tahun ini, naik dari perolehan DPK di 2011 sebesar 19%. Kenaikan target DPK seiring pertumbuhan sektor industri dan tingkat inflasi yang terjaga di Indonesia yang membuat transaksi nasabah meningkat.
SIMM konversi pinjaman Rp 110 miliar menjadi saham
SIMM berencana mengkonversi total pinjaman senilai Rp 110 miliar ke PT Inovasi Abadi Investindo menjadi saham. Konversi utang jadi kepemilikan saham berdasar nilai saham Rp 148 per saham dengan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD)
Lautandhana Technical View 27/02/2012
Indeks kembali terkoreksi di perdagangan kemarin sebesar 1.62% atau 64.25 poin dan di tutup di level 3,894.56 serta masih didukung oleh minat jual asing sebesar Rp.896.04 miliar. Dan dari sekitar 356 saham yang kemarin aktif diperdagangkan, sekitar 52 saham menguat, 237 saham terkoreksi, dan 67 saham tidak mengalami perubahan.
Pergerakan indeks di hari ini diperkirakan masih akan berfluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Indeks masih berpeluang untuk menguji level 3800 sebagai target koreksi terdekat. Dan pergerakan di hari ini akan dikisaran:
Support : 3802.49
Resistance : 3971.06
-
Saham ADRO masih berpeluang terkoreksi kembali dengan menguji level 1840 sebagai support kuat sementara.
-
Saham INDF walaupun saat ini harga telah mendekati area jenuh jual (oversold), namun masih terdapat peluang untuk terkoreksi lebih jauh menuju kisaran level 4550.

