XIII. Kesimpulan
Penciptaan adalah karya Allah Tritunggal Mahakudus. Allah mencipta langit dan bumi. Allah mencipta langit dan bumi, karena ingin menyampaikan cinta kasih dan kebaikan-Nya kepada sesuatu yang di luar diri-Nya sendiri. Maka dunia diciptakan demi kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah ditunjukkan oleh kebaikan-Nya yang menunjukkan diri dan menyampaikan diri. Allah menciptakan dunia spiritual (yaitu surga dan para malaikat-Nya) dan dunia material (yaitu bumi dan segala isinya). Penciptaan bukan kebetulan namun karena kebijaksanaan dan cinta Tuhan. Tuhan mencipta dari ketidakadaan, Ia menciptakan segala sesuatu dengan baik dan teratur, memelihara dan menopang hidup mereka. Tuhan peduli akan segala ciptaan-Nya dan menghendaki ciptaan-Nya bekerjasama denganNya untuk mewujudkan rencana-Nya.
Manusia merupakan puncak karya penciptaan Allah, karena ia diciptakan menurut gambaran dan rupa Allah. Maka, kemuliaan Allah adalah manusia yang hidup, namun hidup manusia adalah memandang Allah. Maka asal usul manusia adalah dari Allah dan tujuan akhir manusia adalah Allah sendiri. Manusia diciptakan untuk mengenal, mengasihi dan melayani Allah, serta mengambil bagian di dalam hidup Allah. Inkarnasi menjelaskan misteri hidup manusia, sebab di dalam Kristuslah seluruh umat manusia membentuk kesatuan sebagai satu saudara. Manusia merupakan kesatuan antara tubuh dan jiwa spiritual, yang diciptakan laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan agar saling menolong dalam persekutuan kasih.
XIV. Appendix:
1. Tentang tingkatan malaikat
Hal pembagian tugas para malaikat ini tidak dapat dikatakan sebagai ajaran iman yang termasuk �
the truth of Faith� setingkat dengan Dogma, melainkan masih ada dalam katagori �
free theological opinion�, sehingga para teolog masih dapat mempunyai pandangan yang berbeda tentang hal ini. Berikut ini adalah penjabaran yang mengambil sumber utama dari pengajaran St. Thomas Aquinas dalam
Summa Theology.
Menurut St. Thomas Aquinas, keempat tingkatan malaikat yang pertama merupakan tingkatan malaikat yang tidak diutus untuk menyampaikan pesan Allah, sedangkan kelima tingkat sesudahnya memiliki tugas untuk diutus ke luar
/external ministry (lih. ST. I, q. 112, a.4). Ia mengutip St. Gregorius (
Hom. xxxiv in Evang) dan Dionysius (Coel. Hier. xiii) yang mengatakan bahwa Malaikat yang ada di tingkat yang lebih tinggi tidak menjalankan pelayanan ke luar. Sehingga tugas para malaikat menurut tingkatannya, menurut St. Thomas Aquinas adalah:
1.
Seraphim/ Serafim berasal dari kata Ibrani,
saraph, artinya �untuk menghanguskan dengan api�. Para Bapa Gereja mengajarkan bahwa Serafim adalah para malaikat surgawi yang ada di sekitar tahta pengadilan Tuhan. Serafim ini sering dihubungkan dengan kelompok malaikat yang memuji- muji Allah dengan kidung surgawi di sekitar tahta Allah.
2.
Cherubim/ Kerubim, berasal dari kata Assyria,
kirubu, karabu, artinya �dekat�, maka diartikan sebagai malaikat yang dekat dengan Allah, yang ada di sekitar kemuliaan Tuhan, dan melayani Tuhan. Dengan demikian baik Serafim maupun Cherubim keduanya menempati hirarki tertinggi dalam tingkatan malaikat di surga.
3.
Thrones/ Singgasana/ Tahta suci, tidak disebutkan secara khusus, namun dari namanya, dapat diperkirakan bahwa para malaikat pada tingkatan ini juga yang ada di daerah sekitar tahta Allah.
4.
Dominations/ Pemerintah, (bersama dengan ketiga tingkatan malaikat di atasnya) membimbing para malaikat di bawahnya tentang misteri Allah (St. Thomas Aquinas,
Summa Theology, I, q.112, a.3)
5.
Virtues/ Kebajikan: para malaikat yang menjaga/ melindungi semua mahluk ciptaan corporeal; Virtues bertugas melakukan mukjizat dalam dunia material/
corporeal (ST, I, q.113, a.2).
6.
Powers/ para malaikat yang bertugas mengatasi kuasa jahat (ST, I, q.113, a.2).
7.
Principalities/ Kerajaan bertugas untuk menjaga semua jiwa- jiwa yang baik (ST, I, q.113, a.3).
8&9.
Archangels/ penghulu malaikat dan
angels/ malaikat (dan kemungkinan juga Principalities/ Kerajaan) bertugas untuk melindungi manusia (ST, I, q.113, a.3 dan 4). Hal ini disebutkan dalam Mazmur 90:11. Menurut St. Thomas para malaikat inilah yang sering disebut sebagai malaikat pelindung manusia.
Hal nama- nama maupun urutan tingkatan para malaikat ini bukanlah dogma, sehingga memang para Teolog masih dapat mempunyai pandangan sendiri- sendiri tentang hal ini. Urutan yang disampaikan di atas adalah berdasarkan tulisan St. Thomas Aquinas, namun ia tidak memberikan secara rinci urutan nama- nama malaikat satu- persatu secara pribadi. Secara umum, menurut St. Thomas, para malaikat yang diutus kepada manusia (Mikael, Gabriel, Rafael) adalah tingkatan malaikat yang terendah/ dua terendah (
angels/ archangels) (Summa Theology, Ia, 113.3).
Namun tentang tingkatan Malaikat Mikael, terdapat pandangan lain: St. Basil (dalam
Hom. de angelis) dan Bapa Gereja Yunani seperti Salmeron dan Bellarminus menempatkan St. Mikael di atas semua para malaikat. St. Bonaventura mengatakan bahwa St. Mikael adalah pangeran dari Malaikat Serafim, yang pertama dari kesembilan tingkatan malaikat. Kemungkinan ini disebabkan karena pada Why 12:7 disebutkan bahwa Mikael dan para malaikatnya bertarung melawan Iblis (ular naga) tersebut.
Demikian juga terdapat pandangan yang berbeda tentang kedudukan Lucifer. Para Teolog ada yang menempatkan dia di tingkatan Serafim, namun juga ada yang menempatkan dia di tingkatan di bawahnya, di bawah tingkatan Serafim, Kerubim dan Tahta Suci. Dalam hal ini, Gereja sendiri memberi kebebasan kepada para Teolog untuk mempunyai pandangan berbeda karena ini bukan masalah prinsip yang berhubungan dengan hal dogmatik.
2. Tentang Teori Evolusi dan hubungannya dengan Iman
Teori Evolusi yang kita kenal sebenarnya merupakan suatu hipotesa, yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, sebelum dapat dikatakan sebagai kebenaran. Sementara ini, bukti ilmiah belum dapat dikatakan cukup mendukung hipotesa tersebut.
Ada dua inti besar teori Evolusi- yang dikenal sebagai �
Macroevolution/ evolusi makro� yang dipelopori oleh Darwin:
- Semua mahluk hidup berasal dari mahluk sederhana yang terdiri dari satu sel atau lebih, yang terbentuk secara kebetulan.
- Species baru terbentuk dari species lain melalui seleksi alam, dengan melibatkan kemungkinan variasi, di mana variasi tersebut dapat bertahan dan berkembang biak. Dalam abad ke-20, hal ini diperjelas dengan memberi penekanan pada kemungkinan mutasi sebagai cara pembentukan variasi. Posisi ini dikenal sebagai Neo- Darwinism.
Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita melihat bahwa di sini terdapat 2 jenis evolusi, yaitu Evolusi makro, dan evolusi mikro. Evolusi makro membicarakan evolusi melewati batas-batas species, di mana species secara berangsur-angsur berubah menjadi species yang lain. Sedangkan evolusi mikro adalah evolusi yang berada di dalam batas satu species. Evolusi mikro adalah suatu realita yang dapat kita amati secara langsung pada alam, jadi tidak perlu dipermasalahkan. Umumnya, evolusi mikro ini berhubungan dengan adaptasi dengan lingkungan baru, dan berupa pengurangan organ dan bukan penambahan dan penyesuaian.
Sedangkan teori evolusi yang kita kenal umumnya adalah evolusi makro. Ini bertentangan dengan iman, karena definisinya, teori evolusi makro merujuk pada asumsi bahwa tidak ada campur tangan Tuhan, sebagai
Divine Intelligence, sebagai Pencipta umat manusia.