View Single Post
  #2  
Old 12th January 2012
ChandraDewi's Avatar
ChandraDewi ChandraDewi is offline
Moderator
 
Join Date: May 2011
Posts: 10,993
Rep Power: 668
ChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis ProphetChandraDewi is Ceriwis Prophet
Default

Tambahan beritanya.....

Quote:
Spoiler for “Rukun” Dengan Bini Orang:

Quote:
Tugas RT memang membina warga agar selalu rukun, hidup berdampingan. Tapi RT Marjuki, 50 (bukan nama sebenarnya), saking begitu menghayati jabatan tersebut, istri orang pun “dirukuni” di pondok tengah kebun. Demi nafsu, keduanya jadi lupa anak dan cucu.
Kecuali Jakarta, tugas keertean semuanya perjuangan. Kalau di Jakarta Pak RT dapat honor dari Pemda, di wilayah lain harus berani nombok demi keamanan dan ketertiban lingkungan. Maka tak mengherankan, jika ada rapat pembentukan RT baru, banyak warga yang tak hadir karena takut kena musibah jadi Pak RT.
Tapi kalau RT yang “cerdas” macam Marjuki dari Kabupaten Bangka Selatan, posisi RT justru memberi berkah dan penuh gairah. Sebab gara-gara jadi RT, dia dapat gebedan baru, perempuan berusia 48 tahunan, namanya Ny. Asmiah (bukan nama sebenarnya). Meski dianya sudah bercucu, karena bodi dan penampilannya masih STNK, sayanglah Pak RT untuk melewatkan begitu saja.
Sebagai pembina lingkungan, Marjuki memang tahu kondisi rumahtangga Asmiah. Berdasarkan testimoni yang pernah diterimanya, dia tak memperoleh “kepuasan” dari suaminya. Soal materil memang tercukupi, tapi masalah “onderdil”, inilah yang selama ini kedodoran. Padahal soal satu ini, meski kelihatannya sepele, bisa bikin berabe, sampai-sampai tiap malam hanya memble.
Sebagai RT yang baik, Marjuki dengan penuh empati mencoba memberikan solusi lewat koalisi yang dilanjutkan dengan eksekusi. Di sinilah kemudian terjadi kontradiktif profesi. Sebagai RT dia sendiri sering menggebah para pelaku mesum di lingkungannya, tapi pada kesempatan lain Pak RT justru menjadi praktisinya. “Untuk Pak RT memang ada dispensasi,” kata setan memberi semangat.
Begitulah yang terjadi. Atas nama pembinaan lingkungan, Marjuki sering keluar masuk kampung di desanya, Tebingpanjang, Kelurahan Tanjungketapang, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Tapi begitu situasinya aman, dia masuklah ke tengah kebun untuk ketemu Ny. Asmiah yang siap menunggu di dalam pondok. Lalu, meski udara tidak gerah, keduanya melepas baju masing-masing dan selanjutnya terserah Anda.
Pulang dari meninjau “kebun” Asmiah, wajah Pak RT demikian ceria. Maklumlah, ibarat mobil kan baru saja “tune up”, sekaligus sporing balansing dan amplas platina. Kondisi ini lama-lama menjadikan warga curiga. Kenapa Pak RT gemar sekali masuk kebun Ny. Asmiah. Sekali waktu mereka mengintipnya. Wooo….., ternyata begitu to? Kalau begini “fasilitas” Pak RT, pasti banyak yang mau jadi ketua RT.
Sebagai insan bermoral, warga pun jadi tak percaya lagi pada Pak RT. Kalau kasih sambutan sepertinya dia memang penganjur kebajikan, tapi giliran urusan wanita, malah jadi nampak kebajingannya. Karena itu warga sepakat untuk menggerebek pasangan mesum itu. “Kita tak mau punya RT tukang selingkuh,” kata warga bisik-bisik.
Begitulah yang terjadi. Beberapa hari lalu saat nampak RT Marjuki mengendap-endap masuk kebun Asmiah dengan motornya, warga mulai stelling. Benar juga. Saat digerebek keduanya sedang “pemanasan”, karena baju masing-masing teronggok di pojok ruangan. Tahu aksinya ketahuan, Marjuki langsung kabur ke dalam kebun, meninggalkan motor dan bajunya. Sore harinya, “tarsan” desa itu menyerahkan diri ke Polsek Toboalsi, siap dengan segala resiko, tentunya.
Dicopot dari RT gara-gara copot celana.



Spoiler for Sekedar Hobi Kok…:

Quote:
ANTARA Gunadi – Marsini semua berstatus lajang. Yang satu duda, yang satu janda. Jadi ketika mereka tertangkap basah sedang berbuat mesum, penyelesaiannya kan cukup dinikahkan saja. Sayangnya, pasangan itu memang tak ada niat ke sana.”Kami sekedar hobi, kok” kata mereka saat mau didaftarkan ke KUA.
Ternyata banyak juga ya dua sejoli berkasih-kasihan tanpa ada niat untuk resmi menjadi suami istri. Mereka berhubungan intim sekedar untuk mengisi rasa-rasa sepi karena kehilangan pasangan resmi. Kata mereka yang berpikiran praktis, dengan sekedar pacaran kan hanya tahu sisi bagusnya saja, tanpa peduli sisi negative. Kalau jadi suami istri, kan dibebani sebuah tanggungjawab. Sedangkan jika hanya “kumpul kebo”, kan hanya tahu wanginya, tak pernah melihat kekumuhan si pasangan dalam keseharian.
Ini pula agaknya yang jadi pertimbangan pasangan Gunadi, 40 (bukan nama sebenarnya), dengan Marsini, 37 (bukan nama sebenarnya). Mereka memang berangkat dari status yang aman, yakni antara duda lawan janda. Terus terang saja, Gunadi tak mencintai Marsini, begitu pula sebaliknya. Tapi ketika hujan lebat mengguyur Madiun semalaman, nah untuk mengusir dingin “apa salah”-nya lalu berpacu dalam birahi untuk mengusir ketegangan.
Karena kesamaan prinsip itulah, Gunadi – Marsini tetap berkencan ria tanpa pernah menuntut satu sama lain. Mereka melupakan etika, mereka menafikan tata krama bermasyarakat, sekaligus mengesampingkan ajaran agama. Bagi mereka, asal saat sama-sama butuh semuanya siap, tinggal dikerjakan saja. Persetan dengan moral dan etika, yang penting bisa berkencan dan nihil (masuk semua – Red) ibaratnya absen anak SD.
Asyik bagi Gunadi dan Marsini, tapi sangat menyesakkan dada warga kampung Pandean Kecamatan Mejayan Madiun (Jatim). Bagamana mereka tidak tersinggung. Sudah lama mereka berhubungan, tapi kok tak ada tanda-tandanya mau resmi menjadi suami istri. Ibarat nonton wayang, dari sore “perang” melulu dengan senjata Nenggala, tapi kok nggak pernah jejer Ngamarta atau Ngastina.
Hubungan haram itu kemudian dilaporkan ke Pak RW setempat. Teguran secara lisan itupun disampaikan, tapi baik Gunadi yang oknum ONS Pemkab Madiun maupun tak bergeming. Alasannya, mereka sudah sama-sama dewasa, sehingga sudah tahu mana yang baik dan benar. Pengurus RT tak perlu intervensi urusan pribadi warganya.
Alasan Gunadi – Marsini benar-benar bikin jengkel warga. Jika mereka terus bermesum ria di kampungnya, kan sama saja menganggap Pandean tempat bordil. Karenanya, untuk memberi pelajaran, pengurus RT dan RW sepakat untuk menggerebeknya. Dan itulah yang terjadi, dikala Gunadi masuk ke ruimah janda Marsini, pengegerebekan segera dilakukan. Keduanya kedapatan tidur seranjang.
Yang membuat warga tak habis pikir, ketika dibawa ke kantor RW dan direncanakan untuk dinikahkan, keduanya menolak mentah-mentah. Alasannya, hubungannya selama ini tanpa target harus menjadi suami istri. Mereka berhubungan sekedar melepas ketegangan, mengusir rasa sepi. Bahkan anak janda Marsini juga mendukung langkah ibunya, dan menganggap RT terlalu sibuk ngurusi wilayah pribadi orang. “Mereka kan janda dan duda, sehingga tak ada yang dirugikan,” katanya.
Untumu! Warga yang rugi, karena kampungnya jadi tercemar.
Reply With Quote