
6th January 2012
|
 |
Super Moderator
|
|
Join Date: Apr 2011
Posts: 3,914
Rep Power: 51
|
|
Quote:
Mendidik dalam keadilan
4. Dalam dunia kita ini, meskipun di dalamnya pengakuan akan tekad-tekad yang baik, nilai dari orang, dari martabat manusiawi dan hak-hak manusiawi sungguh terancam oleh menyebarnya kecenderungan untuk kembali secara tertutup pada kriteria kegunaan, untung, kepemilikan materi, adalah perlu untuk tidak melepaskan konsep keadilan dari akar-akar transendennya. Sungguh, keadilan bukan hanya semata sebuah kesepakatan manusiawi, karena apa yang adil, pada akhirnya bukan ditentukan oleh hukum positif, tetapi oleh identitas yang mendalam dari manusia. Inilah pandangan menyeluruh dari manusia yang menyelamatkan kita dari kejatuhan pada sebuah konsep keadilan yang berdasarkan pada perjanjian. Ini memampukan kita untuk menempatkan keadilan dalam cara pandang dari solidaritas dan cinta. Kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa beberapa arus dari budaya modern, yang dibangun atas rationalis dan prinsip-prinsip ekonomi yang individualis, telah memotong konsep keadilan dari akar transendensinya, melepaskannya dari belaskasih dan solidaritas.
�Kota dunia� dipromosikan bukan hanya dengan hubungan-hubungan akan hak-hak dan kewajiban-kewajiban, tetapi pada suatu hal yang bahkan lebih besar dan mendasar yang dikembangkan dengan hubungan-hubungan akan rasa syukur,belas kasih dan kesatuan. Kemurahan hati selalu menampakkan cinta Allah dalam hubungan manusiawi juga. Ini memberi nilai teologis dan penyelamatan kepada semua ketekadan akan keadilan di dunia�. �Terpujilah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan� (Mat 5:6). Mereka akan puas karena mereka lapar dan haus akan hubungan-hubungan yang benar dengan Allah, dengan diri mereka sendiri, dengan saudara dan saudari mereka, dan dengan semua ciptaan.
|
Quote:
Mendidik dalam damai
5. �Damai bukanlah semata ketidakhadiran perang, dan tidak terbatas pada pemeliharaan sebuah keseimbangan kekuatan di antara musuh-musuh. Damai tidak dapat dicapai di bumi tanpa penjagaan yang aman dari hal-hal yang baik dari manusia, komunikasi yang bebas di antara manusia, hormat terhadap martabat orang-orang dan bangsa-bangsa, dan praktek yang tekun akan persaudaraan.�
Kita, kristiani, percaya bahwa Kristus adalah damai kita yang sesungguhnya: di dalamnya, lewat salib-Nya, Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya sendiri dan telah menghancurkan tembok pemisah yang menceraikan kita satu sama lain (konfr. Ef 2:14-18). Dalam dia, ada, hanya satu keluarga yang telah didamaikan dalam cinta.
Namun damai bukanlah semata sebuah pemberian untuk diterima. Ini juga suatu tugas yang perlu dijalankan. Agar kita menjadi pembuat-pembuat perdamaian, kita harus mendidik diri kita sendiri dalam rasa belas kasih, solidaritas, kerjasama, persaudaraan, aktif dalam komunitas dan peduli untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu nasional dan internasional dan pentingnya mencari mekanisme yang memadai untuk pembagian kembali kemakmuran, promosi dari pertumbuhan, kerjasama untuk pengembangan dan pemecahan konflik. �Terpujilah orang-orangyang membuat damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah�, seperti Yesus katakan dalam kotbah di bukit (Mat 5: 9).
Damai bagi semua adalah buah dari keadilan bagi semua, dan tidak seorang pundapat melalaikan tugas mendasar ini untuk mempromosikan keadilan, seturut bidang kemampuan dan tanggungjawab khusus seseorang. Kepada kawula muda, yang memiliki kelekatan yang kuat dengan idealisme, saya menyebarkan undangan khusus untuk menjadi sabar dan gigih dalam mencari keadilan dan damai, dalam mengolah rasa dari apa yang adil dan benar, bahkan ketika itu melibatkan pengorbanan dan berenang melawan arus.
|
Quote:
Mengarahkan mata orang pada Allah.
Sebelum tantangan yang sulit dari menjalani langkah-langkah keadilan dan damai, kita mungkin tergoda untuk bertanya, dalam kata-kata pemazmur: �Saya mengarahkan pandanganku kegunung: dari mana akan datang pertolonganku?� (Mzm 121:1).
Kepada semua, khususnya kawula muda, saya ingin mengatakan secara emphaty: �bukanlah ideologi-ideologi yang menyelamatkan dunia, tetapi hanya sebuah pertobatan kepada Allah yang hidup, pencipta kita, penjamin dari kebebasan kita, penjamin dari apa yang sungguh baik dan benar�. Sebuah pertobatan tanpa syarat kepada Allah yang adalah ukuran akan hal yang baik dan yang sekaligus adalah cinta yang sejati. Dan apa yang dapat memisahkan kita dari cinta?� Cinta bersukacita dalam kebenaran, ia adalah kekuatan yang memungkinkan kita untuk sebuah komitmen kepada kebenaran, keadilan, damai, karena cinta itu mengemban semua hal, percaya semua hal, berharap pada semu hal, menanggung semua hal (Konfr. I Kor 13:1-13).
Kawula muda terkasih, kamu adalah hadiah berharga untuk masyarakat. Jangan menyerah pada keputusasaan berhadapan dengan kesulitan dan jangan mengabaikan dirimu sendiri pada pemecahan-pemecahan yang salah yang sering kelihatan menjadi cara yang paling gampang untuk mengatasi masalah-masalah. Jangan takut membuat komitmen, untuk menghadapi kerja keras dan pengorbanan, untuk memilih langkah-langkah yang membutuhkan kesetiaan dan kesinambungan, kerendahan hati dan dedikasi. Yakinlah dengan kemudaanmu dan keinginannya yang mendalam untuk kebahagiaan, kebenaran, keindahan dan cinta yang asali! Hidupilah secara penuh waktu ini dalam hidupmu yang begitu kaya dan penuh dengan antusiasme. Sadarilah bahwa kamu sendiri adalah sebuah teladan dan inspirasi bagi orang-orang dewasa, bahkan lebih lagi sampai pada tahap bahwa engkau mencari jalan mengatasi ketidakadilan dan korupsi dan berusaha membangun sebuah masa depan yang lebih baik.
Sadarlah akan potensimu; jangan pernah menjadi berpusat pada diri tetapi bekerja untuk masa depan yang lebih cerah untuk semua orang. Kamu tidak pernah sendiri. Gereja meyakinimu, mengikutimu, menyemangatimu dan ingin menawarkan padamu suatu hadiah berharga yang dia miliki: kesempatan untuk mengarahkan matamu kepada Allah, untuk bertemu dengan Yesus Kristus, yang dirinya sendiri adalah keadilan dan damai. Pada semua pria dan wanita seluruh dunia, yang peduli akan penyebab damai: damai bukanlah sebuah rahmat yang telah diperoleh, tetapi sebuah tujuan yang padanya setiap dan semua kita harus bercita-cita. Marilah melihat dengan harapan yang lebih besar ke masa depan; marilah kita saling menyemangati satu sama lain dalam perjalanan kita; marilah kita bekerjasama untuk memberi wajah yang lebih manusiawi dan bersaudara kepada dunia kita; dan marilah merasakan suatu tanggungjawab bersama terhadap generasi-generasi yang sekarang dan yang akan datang, khususnya dalam tugas untuk melatih mereka menjadi orang pembawa damai dan pembangun damai. Dengan pemikiran-pemikiran ini saya menawarkan refleksi-refleksi saya dan saya menyerukan kepada setiap orang: marilah menyatukan sumber-sumber spiritual, moral dan material untuk tujuan yang besar �mendidik kawula muda dengan keadilan dan damai�.
|
Dari Vatikan, 8 Desember 2011.
Diterjemahkan oleh Team JPIC Kapusin Medan, dari
MESSAGE OF HIS HOLINESS
POPE BENEDICT XVI
FOR THECELEBRATION OF THE
WORLD DAY OFPEACE 1 JANUARY 2012
� Copyright2011 - Libreria Editrice Vaticana.
__________________
ﷲ ☯ ✡ ☨ ✞ ✝ ☮ ☥ ☦ ☧ ☩ ☪ ☫ ☬ ☭ ✌
|