Itulah yang menjadi masalah bagi negeri tercinta ini. Dulu kebudayaan disatukan dengan dengan pendidikan lalu dialihkan ke Kementrian Pariwisata, eh ternyata ada wacana dikembalikan lagi ke Kementrian Pendidikan lagi. Hal ini terjadi karena pemerintah belum mempunyai apresiasi dan visi yang kuat untuk mendukung budaya kita. Alih-alih mendukung budaya menginventarisir benda-benda bersejarah saja pemerintah kedodoran apalagi menghargai sejarah ataupun orang-orang yang berjasa khususnya beliau Bpk. Sartono ini. (hanya dihargai Rp. 600.000 dan sepeda motor garuda...........bagi ane nich itu penghinaan berjamaah yang paling nyata)
