Thread: Pacaran Islami?
View Single Post
  #7  
Old 22nd December 2011
9668FUGITIVE9658's Avatar
9668FUGITIVE9658 9668FUGITIVE9658 is offline
Moderator
 
Join Date: Jun 2010
Location: Collapse
Posts: 384
Rep Power: 19
9668FUGITIVE9658 has disabled reputation
Default

Dan mungkin bro putra bakal mereply dengan kalimat ini:
Quote:
“Aku berpacaran kan untuk tahap penjajagan, biar saling memahami karakter masing-masing, sehingga tidak akan terjadi penyesalan setelah memasuki maghligai pernikahan, karena bagaimanapun juga kegagalan dalan berpacaran jauh lebih ringan daripada kegagalan dalam pernikahan.”
Jangan engkau katakan itu padaku, karena itu hanyalah topengmu belaka.
* Tanyalah pada dirimu sendiri apakah engkau selama pacaran, mencoba untuk memahami masing-masing dan belajar untuk menjadi suami istri yang baik?
* Ataukah yang engkau lakukan adalah berusaha menjadi baik saat berada dekat sang pacar? Bukankah ini sebuah penipuan kepribadian ??? persis kayak penjual yang takut ditinggal pembeli, yang mana ia harus berusaha untuk tampil lebih baik dari yang sebenarnya.
* Lalu apa yang engkau sisakan nanti kalau memasuki dunia pernikahan, bukankah semuanya sudah engkau rasakan ? saling memadu rasa kasih sayang, mengungkapkan rasa cinta, berjalan bareng, nonton bareng, rekreasi bareng, bahkan mungkin hubungan suami istripun sudah dilakukan. Lalu apa yang akan engkau sisakan setelah menikah ??? malam pertamamu akan terasa hambar, tidak ada yang beda pada malam itu karena semua sudah dilakukan, bahkan mungkin akan terasa pahit, karena selama ini engkau berhubungan bukan cuma berdua, tapi bertiga, Yah …. Engkau bersama setan yang selalu membumbui semua kemaksiatan menjadi kenikmatan.
Tapi maaf, dalam kalimat tersebut subjektifitas terlalu tinggi untuk suatu pembenaran. Dan kalimat "Jangan engkau katakan itu padaku, karena itu hanyalah topengmu belaka." adalah kalimat paling egois yang pernah saya dengar.,
Perspektif tulisan tersebut terlalu egois dan normatif untuk realitas yang ada. Nilai itu benar adanya, tapi jikala nilai itu dibumbui oleh ego seperti penulis diatas nilai itu tidak berarti apa-apa untuk realitas sosial pada dewasa ini. Karena itu mengindikasikan Agama sebagai pembatas hubungan sosial.

Dan setelah saya baca 3x, makna tulisan tersebut hanya menggeneralisir bahwa mereka yang berpacaran adalah mereka yang hina dan berbuat nista!
Baca kalimat terakhir pada quote, itu adalah satu tulisan dengan basis Agama tetapi sarkas yang tidak cocok untuk dipublikasikan!
Penipuan kepribadian, generalisir tertuju?
Terlalu hipokrit..
Dan maaf, sampah..


Dan maaf sekali lagi, kalau berkenan saya undang bro putra untuk berdiskusi perihal ini di Room saya.
Saya tunggu reply/PM/VM-nya bro putra, trims.

Last edited by ◄FUGITIVE►; 22nd December 2011 at 11:22 AM.
Reply With Quote