Lautandhana Daily View [15/12/2011]
IHSG masih melanjutkan pelemahan ke level 3.751,60, terkoreksi 0,32%. Sentimen negatif datang dari belum adanya tanda-tanda pemberian tambahan stimulus dari The Fed, data penjualan ritel AS hanya naik tipis, dan masih tingginya kekhawatiran seputar krisis Eropa. Sektor aneka industri melemah terdalam, khususnya ASII dipicu oleh data penjualan otomotif turun. Sedangkan saham-saham di sektor industri dasar, consumer, keuangan, dan properti mampu menahan koreksi IHSG lebih dalam. Asing masih melanjutkan aksi net sell Rp 89 miliar. Saham-saham yang merupakan top gainers diantaranya DLTA naik Rp 1.200, SMGR naik Rp 500, INTP naik Rp 350, dan GDYR naik Rp 300. Sedangkan saham-saham yang berada di top losers yaitu ASII turun Rp 2.950, ITMG turun Rp 900, AMRT turun Rp 500, dan DSSA turun Rp 400.
Bursa Wall Street dan Eropa semalam ditutup terkoreksi tajam rata-rata sebesar 1%-2,4% dipicu oleh lonjakan tajam imbal hasil surat utang Italia dan anjloknya harga komoditas dunia (seperti WTI -5%, Nikel -5%, TImah -5% dan Emas -4%). Adanya potensi penurunan peringkat surat utang Perancis juga mengkontribusikan munculnya kekhawatiran tentang krisis utang uni Eropa yang tak kunjung menemukan solusinya sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi global yang berpotensi terjadi resesi ekonomi.
Pagi ini Bursa Asia serentak dibuka melemah di awal perdagangan dimana indeks KLSE -1%; Nikkei -1,3%; STI �0,8% dan KOSPI -1,6%. Sementara itu, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan sejalan dengan koreksi bursa global dan masih berfluktuatif dengan kisaran trading di level 3.698-3.773.Saham-saham dengan fundamental yang baik merupakan pilihan kami, antara lain: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, GGRM, SMGR, JSMR, BBRI dan BMRI.
|