Lautandhana Daily View [14/12/2011]
IHSG pada perdagangan kemarin bergerak konsisten di teritori negatif dan ditutup melemah 0,75% ke level 3.763,58 mengikuti koreksi bursa regional. Lembaga pemeringkat Moody�s dan Fitch beranggapan KTT Uni Eropa pekan lalu belum memberikan solusi kongkrit untuk penyelamatan krisis utang dan pernyataan The Fed bahwa pertumbuhan ekonomi AS hanya tumbuh moderat serta tidak adanya sinyal stimulus untuk ekonomi menjadi katalis negatif. Profit taking di saham-saham unggulan turut memperlemah IHSG. Saham-saham berbasis komoditas memimpin penurunan IHSG. Sedangkan saham-saham properti berhasil memotori penguatan. Asing cetak net sell Rp 797 miliar. Saham-saham yang berada di jajaran top gainers diantaranya INTP naik Rp 400, SMGR naik Rp 350, HMSP naik Rp 250, dan JKON naik Rp 250. Sedangkan saham-saham yang menduduki posisi top losers antara lain AALI turun Rp 900, GGRM turun Rp 850, ITMG turun Rp 450, dan UNVR turun Rp 300.
Bursa Eropa ditutup mixed ditengah masih tingginya kekhawatiran krisis utang zona euro akan terus berlanjut. Kabar terbaru Kanselir Jerman Angela Merkel menolak rencana peningkatan batas pinjaman untuk European Stability Mechanism. Namun Spanyol berhasil menjual obligasi di atas ekspektasi. Saham-saham berbasis perminyakan memimpin penguatan. Sementara itu, bursa Wall Street ditutup turun 0,6-1,3%. Saham-saham sektor keuangan memotori koreksi. Kekecewaan belum adanya rencana QE3 untuk menstimulus ekonomi AS dan penjualan retail November hanya tumbuh 0,2% menjadi sentimen penurunan bursa AS.
Bursa regional hari ini dibuka serentak melemah merespon negatif koreksi bursa global dimana indeks KLSE dibuka -0,87%; Nikkei -0,39%; STI -0,22%; dan KOSPI -0,45%. IHSG pada hari ini kami perkirakan berpeluang kembali turun dengan level support dan resistance di 3.704,47-3.788,29. Kami sarankan investor untuk tetap mencermati saham yang memiliki fundamental baik, seperti: ASII, UNTR, ADRO, ITMG, PTBA, JSMR, SMGR, LSIP, BBRI dan BMRI.
|