View Single Post
  #3  
Old 6th June 2010
luciferz's Avatar
luciferz luciferz is offline
Moderator
 
Join Date: Apr 2010
Location: Dihatimu
Posts: 1,749
Rep Power: 24
luciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessedluciferz is blessed
Default

CHAPTER 3 - STREAMS
Fou-Lu yang berhasil melarikan diri bertemu dengan seorang penduduk. Dia mengatakan bahwa Mami menyerahkan dirinya agar dia selamat. Dia lalu menunjuk suatu hutan yang ada kuil didalamnya. Menurutnya kuil tersebut menyambung pada suatu kota. Sementara itu di Astana, Yuna memastikan apakah tumbal Mami sudah siap. Dia menemui Yohm dan siap untuk menembakan Carronade. Yohm menentukan lokasi penembakannya yaitu hutan Soma. Carronade pun ditembakkan dan tepat mengenai Fou-Lu.
Fou-Lu merasakan bahwa yang mengenainya adalah Hex. Sebelum jatuh pingsan dia sempat mentertawakan Yohm. Sementara itu di Abandoned Village Ryu sudah mulai tenang. Cray lalu mengikat Ursula karena dianggap masih berbahaya. Nina mengusulkan untuk pergi ke kerajaan Pusat dan mempertemukan takdir Ryu dengan Fou-Lu. Scias lalu setuju dengan usulnya. Dia lalu membebaskan Ursula dengan memotong tali pengikatnya. Mereka lalu kembali ke Chek untuk menemui biarawati.
Ursula kaget ketika mendengar bahwa Fou-Lu adalah bagian dari Ryu. Dia lalu bersedia mengantar Ryu dan tim menuju ibukota. Karena sesuai dengan misinya yang membawa Yorae Dragon ke ibukota. Mereka lalu menemui Deis dan menceritakan apa yang akan direncanakan. Akhirnya Deis kembali masuk ke tubuh Ershin dan Erhin pun hidup kembali. Mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di Shyde. Di kota ini mereka mencoba menyewa Sandflier. Dari pedagang mereka mendapat informasi bisa menumpang Sandflier bila meloncat dari atas jembatan.
Sandflier pun melintas dihadapan mereka. Mereka terlambat meloncat, tapi dengan sigap Ursula dan Scias segera membajaknya^^. Ternyata pemilik Sandflier itu Marlok. Dia lalu meminjamkan uangnya untuk dibelikan Sandflier. Perjalanan mereka pun sampai di Shikk. Singkat cerita setelah mengikuti semua syarat dari kapten Zig, mereka pun mulai berlayar. Sebelum kapal berlabuh di Lyp, mereka dua kali bertarung kembali dengan Kahn.
Dari Lyp mereka melanjutkan perjalanan dan tiba di perkampungan kaum Pabpab. Mereka bertemu dengan Beyd yang memberitahu bahwa untuk menuju ibukota harus menyusuri pantai disaat laut surut. Beberapa hari kemudian, Beyd memberi tahu mereka untuk segera melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan di pantai yang surut mereka tiba di desa Pauk. Disana mereka bertemu dengan Gramp. Menurut dia untuk pergi ke ibukota mereka harus melewati gerbang Kwanso. Tapi sekarang pintu tersebut ditutup karena terjadi sesuatu di ibukota.
Sementara itu Fou-Lu sudah sampai di ibukota kerajaan, Chedo. Di gerbang dia terlibat perkelahian dengan menerobos penjagaan. Di dalam kastil dia bertemu dengan serigala hijau, A-tur. Serigala tersebut mengetahui bahwa Fou-Lu adalah tuannya yang lama. A-tur mengatakan bahwa manusia yang mengikutinya telah meremehkan Fou-lu dari generasi ke generasi. Fou-Lu lalu memberi perintah pada A-tur untuk menghancurkan Chedo.
Di dalam ruangan lainnya Fou-Lu bertemu dengan Yohm. Dia sangat kaget dengan selamatnya Fou-Lu dari serangan Carronade. Karena panik dia lalu mensummon monster Kahbo dan selanjutnya monster Kamyu. Tapi dengan kekuatan Fou-Lu yang sudah pulih, semuanya bisa dikalahkan dengan mudah. Yohm yang mengetahui diirinya bukan tandingannya Fou-Lu, lalu bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri.
Sementara itu di ruangan kaisar, kaisar Soniel merasa khawatir dengan keadaan dirinya. Yuna mengatakan bahwa kaisar Soniel akan baik-baik saja karena mempunyai pedang Dragonslayer. Yuna lalu pergi untuk memeriksa keadaan diluar. Dia bertemu dengan Fou-Lu dan mencoba untuk menahan gerakannya. Karena gagal Yuna langsung pergi menghilang. Fou-Lu akhirnya bertemu dengan kaisar Soniel. Dia mengatakan bahwa Soniel telah melanggar janjinya. Tidak diduga Soniel menusukan Dragonslayer pada Fou-Lu. Fou-Lu yang tertusuk lalu mencabut pedang tersebut dan langsung membunuh Soniel.
Kembali ke Ryu dan tim, mereka tiba di perbatasan ibukota. Menurut para prajurit, ibukota sudah dihancurkan oleh monster yang diduga bawahannya roh kaisar pertama. Pimpinan pasukan menyuruh kapten Ursula untuk menemui jendral Rhun di Astana. Di Astana, ternyata banyak monster yang berkeliaran. Para prajurit pun dibuatnya terluka semua. Menurut salah satu prajurit, jendral Rhum sedang mengejar para monster tersebut. Mereka lalu menemukan suatu bagian tubuh monster yang sangat besar. Tapi mereka tidak bisa melintas karena ada bagian tubuh monster yang menghalangi.
Muncul Elina yang menyuruh mereka untuk menemui Yuna. Dia memegang pedang Dragonslayer yang bisa memotong bagian tubuh monster tersebut. Mereka berhasil menemui Yuna di Kwanso. Cray yang mengetahui bahwa Yuna adalah orang yang menjebloskannya ke penjara menjadi geram. Dengan sedikit kekerasan akhirnya didapat juga pedang tersebut. Setelah itu Yuna lalu pergi menghilang diikuti asistennya. Mereka lalu kembali ke Astana dan berhasil memotongnya. Di ruangan atas Yuna muncul kembali dan sudah menunggu kedatangan mereka.
Cray lalu menanyakan dimana Elina berada. Dia mengatakan bahwa Elina tidak ada disini, yang tersisa hanyalah bagian lainnya. Sementara Ursula menanyakan keberadaan jendral Rhum. Menurut Yuna, jendral Rhum sudah pergi ke ibukota. Elina berhasil ditemui oleh Cray dan meminta untuk ditinggal berdua saja dengan Cray, serta meminta Dragonslayer diberikan padanya. Cray meminta Elina untuk pergi bersamanya, tapi ditolaknya. Muncul Yuna yang mengatakan bahwa Elina juga termasuk Endless.
Yuna mengatakan bahwa dirinya yang telah membuat Elina menjadi Endless untuk dijadikan tumbal Caronade. Dia lalu menunjukkan bagian tubuh lain dari Elina. Yuna mengatakan bahwa tubuh Elina terbuat dari berbagai macam monster. Cray lalu mencoba untuk membunuh Yuna, namun dia keburu menghilang. Elina lalu meminta Cray untuk segera mengakhiri hidupnya. Dengan berat hati Cray pun menyanggupinya.
Reply With Quote