Untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, sepertinya akan tersandung beberapa hambatan, terutama dari kotak wayang perpolitikan.
Negara-negara pemberi "bantuan" jelas tidak akan merasa senang dengan kemandirian Indonesia.
(dengan adannya hutang uang dan hutang budi terhadap mereka, tentu saja mereka dapat dengan mudah dan langgeng "berinfestasi" di segala bidang. Contohnya : Otomotif (Jepang), Sumber Daya Alam (Amerika), Kesehatan dsb)
Beberapa pebisnis (importir) akan berfikir : "lebih ekonomis (murah) mengimpor daripada membuat pabrik sendiri. Selain berkaitan dengan pasar modal, juga berkaitan dengan birokrasi yang korup, pungli yang besar dan minimnya insentif untuk investor dalam negeri.
Mungkin langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan memeratakan pembangunan yang sementara ini masih berpusat di kota besar dengan mengutamakan pembangunan fisik.
Menyingkirkan ketergantungan (jika memungkinkan) kepada negara lain. (secara politik -- sulit).
Peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan lapangan kerja (Jika butuh investor, Indonesia harus nurut dulu sama negara lain dan tetap berhutang -- sulit) demi tercapainya sumber daya manusia yang sehat (ingat motto olahraga kita waktu SD?) sehingga bisa mengentaskan kemiskinan.
Saya setuju dengan Gus, tapi ya itu tadi..
Pemerintah kita berani atau tidak?
Mari kita berdo'a semoga anak cucu kita bisa menikmati masa depan yang lebih baik dari ini ndan..
|