
15th August 2011
|
 |
Moderator
|
|
Join Date: May 2011
Posts: 10,993
Rep Power: 668
|
|
Sejarah Nusantara (1800-1942)
Sejarah Indonesia Era Hindia Belanda (bagian kedua)
Spoiler for Abad ke-19:
Spoiler for 1841-1860 (Perang Bali, Max Havelaar):
1841- Raja-raja Badung, Klungkung, Karangasem dan Buleleng di Bali menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan Belanda; para raja itu diberikan hak untuk tetap berkuasa ke dalam.
- James Brooke mulai membangun sebuah kerajaan pribadi untuk dirinya sendiri di Sarawak.
1842- Belanda menarik diri dari pantai timur Sumatra di sebelah utara Palembang karena kekuatiran Britania.
- Bangsawan di Surakarta ditangkap karena dicurigai menghasut pemberontakan.
1843- Raja Lombok menerima kekuasaan Belanda.
- Kelaparan di Cirebon.
1844- Raja-raja Buleleng dan Karangasem tidak puas dengan Belanda, dan menolak untuk mengesahkan perjanjian.
1845- Industri vanila dimulai di Jawa.
1846- Juni, pasukan-pasukan Hindia Belanda menyerang Buleleng; raja-raja lain diam-diam mendukung kekuatan-kekuatan anti-Belanda. Istana di Singaraja dihancurkan. Raja Buleleng menandatangani perjanjian penyerahan. Hindia Belanda menempatkan sebuah pos pasukan di Singaraja.
- Ekspedisi Hindia Belanda melawan Flores.
- Wabah tipus merebak di Jawa.
- Hindia Belanda menguasai Samarinda.
- Tambang batu bara komersial pertama dibuka di Martapura, Kalimantan Selatan.
- Pemberontakan di Banten.
1847- Ekspedisi militer Belanda ke Nias.
1848- Juni, Hindia Belanda mengirim pasukan militer ke Bali untuk menghadapi konflik yang timbul karena pemaksaan perjanjian dengan raja-raja setempat. Pasukan ini dikalahkan oleh suatu pasukan Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Jilantik di Jagaraga, dan menarik diri dari pulau itu.
- Konstitusi baru di Belanda: Dewan Negara (parlemen) Belanda mempunyai kuasa atas urusan-urusan kolonial. Sebagian anggota parlemen menuntut diadakannya perubahan di tanah jajahan dan mendesak diadakannya pembaharuan liberal. Pengurangan peranan pemerintah dalam perekonomian kolonial, pembebasan terhadap pembatasan perusahaan swasta, dan diakhirinya tanam paksa.
- Undang-undang, sipil dan kriminal yang diperbarui untuk Hindia Belanda diperkenalkan, dan berlaku hanya untuk keturunan Eropa saja.
- Demonstrasi di Batavia, dipimpin oleh Baron van Hoevell (seorang pendeta Hervormd Belanda), memohon kepada Raja Belanda agar diberlakukan kebebasan pers, sekolah menengah untuk masyarakat, dan perwakilan untuk Hindia Belanda di Dewan Negara.
- Sekolah-sekolah karesidenan untuk pendidikan dan latihan anak-anak para pemerintah dan bangsawan setempat, mulai dibuka.
1849- April, Sebuah kekuatan militer Hindia Belanda dalam jumlah besar dikirim ke Bali. Gusti Ketut Jilantik gugur dalam pertempuran. Hindia Belanda menguasai Buleleng dan pantai utara Bali.
- Mei Pasukan-pasukan Hindia Belanda memasuki Bali selatan untuk pertama kalinya, bergerak melalui Karangasem dan Klungkung untuk memadamkan perlawanan.
- Raja Lombok menyerang dan merebut Karangasem.
- Belanda menguasai penuh Palembang.
1850- Belanda memulai pekerjaan misi di kalangan suku Batak di Sumatra utara. Pemerintah Hindia Belanda melarang para misionaris Katolik memasuki daerah suku Batak di Sumatra atau Toraja di Sulawesi. Hanya para misionaris Protestan yang diizinkan masuk ke sana.
- Bala kelaparan di Jawa Tengah.
- Belanda membeli sisa-sisa benteng Portugis di Flores.
1851- Sekolah "Dokter-Jawa" didirikan di Gambir (Weltevreden), Batavia.
- Billiton Maatschappij memulai pertambangan timah di Belitung. Banyak buruh Tionghoa yang didatangkan ke sana.
1852- Aceh mengirim utusan kepada Napoleon III dari Perancis.
- Pohon kola diperkenalkan di Jawa.
- Belanda mengakhiri pajak yang dipungut dari para calon jemaah haji.
1853- Belanda mulai mengatur administrasi Bali utara.
- Mangkunegara IV mengambil gelarnya di Surakarta.
1854- Pemerintah Belanda mengeluarkan suatu pembaruan konstitusional untuk daerah Hindia Belanda ("Regeeringsreglement"). Para penguasa setempat di Hindia Belanda akan tetap memiliki kekuasaan tradisional atas warga mereka, dan berkuasa atas nama Belanda. Pemisahan yang ketat antara warga Eropa dan kaum Inlander diakui di dalam undang-undang.
- Gubernur Jenderal Hindia Belanda memperoleh kuasa untuk mengasingkan siapapun juga; terhukum tidak memiliki hak untuk naik banding atau meninjau ulang keputusannya.
- Aceh menegakkan kekuasaannnya atas Langkat, Deli dan Serdang di pantai timur Sumatra ("pelabuhan lada").
- Tanaman cinchona (kina) diperkenalkan di Priangan, di Cibodas, Jawa Barat.
1855- Hamengkubuwono VI menjadi Sultan Yogyakarta.
- Militer Belanda melakukan ekspedisi ke Nias.
- Belanda memperluas kekuasaannya atas Kalimantan Barat.
- Pangeran Diponegoro meninggal di Benteng Rotterdam, Makassar.
1856- Aturan Penerbitan memberikan kekuasaan kepada Gubernur Jenderal untuk melakukan sensor pra-penerbitan terhadap pers tanpa kesempatan naik banding atau peninjauan kembali.
- Maret, Eduard Douwes Dekker dipecat dari posisinya di pemerintahan di Jawa Barat setelah menuduh para bupati setempat melakukan korupsi. (Belakangan, dengan nama pena "Multatuli", ia menulis novel "Max Havelaar", yang mengungkapkan kondisi-kondisi dan penindasan di Jawa oleh pemerintah kolonial kepada para pembaca di Belanda.)
- Ekspedisi militer Belanda ke Flores.
1857- Belanda ikut campur dalam suksesi Sultan Banjarmasin, dengan mendukung Tamjidillah daripada Hidayatullah yang lebih populer.
- Kabel telegraf pertama diletakkan dari Batavia ke Buitenzorg (Bogor).
1858- Ekspedisi Belanda melawan Sulawesi selatan.
- Ratu Taha Saifuddin dari Jambi menolak perjanjian dengan Belanda, melarikan diri ke hutan-hutan dengan membawa pusaka (lambang kekuasaan keluarganya), dan berjuang hingga 1904.
- Belanda mengambil Siak di Sumatra utara melalui perjanjian dan memindahkan pasukan-pasukannya untuk mencegah para petualang Britania mendapatkan tempat berpijak di sana. Perbatasan Siak ditetapkan hingga mencakup Langkat dan Deli, yang berbatasan dengan wilayah Aceh.
- Pemerintahan Hindia Belanda mengalami defisit karena biaya-biaya militer.
- Pakubuwono VIII menjadi Susuhunan Solo.
1859- Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari; Belanda menarik dukungannya terhadap Tamjidillah, mengirimnya ke Buitenzorg (kini Bogor).
- Portugis menandantangani perjanjian dengan Belanda: Portugis melepaskan pos-posnya yang jauh dan klaim-klaimnya atas Flores dan Solor kepada Belanda, dan mempertahankan haknya atas Timor Portugis. Pembagian antara Timor Barat dan Timur diputuskan.
- Pemerintah Belanda melarang perbudakan di Hindia Belanda.
- Ekspedisi militer Belanda ke Bone untuk menggulingkan Ratu Basse Kajuara.
- Kabel telegraf dipasang antara Batavia hingga Singapura.
1860 - "Max Havelaar" diterbitkan.
- Belanda membuka Pulau Sabu.
- Belanda menghapuskan Kesultanan Banjarmasin, dan memaksakan pemerintahan kolonial langsung.
- Belanda memperluas wilayah protektoratnya hingga mencakup Kesultanan Wajo di Sulawesi.
Spoiler for 1861-1880 (Perang Aceh, Perang Batak, UU Agraria):
1861- Pakubuwono IX menjadi Susuhunan Solo.
- Para misionaris Protestan Jerman mulai bekerja di sekitar Danau Toba di Sumatra Utara.
1862- Pangeran Hidayatullah menyerah di Banjarmasin, dan dibuang ke Jawa. Antasari meninggal karena cacar, perang gerilya berlanjut.
- Wajib tanam lada dihentikan.
1863- Ekspedisi militer Belanda ke Nias.
- Britania mengirim kapal-kapal perang ke Langkat dan "pelabuhan-pelabuhan lada lainnya " di Sumatra.
- 1 Juli, Perbudakan secara resmi berakhir di Hindia Belanda.
- Tanaman tembakau diperkenalkan di Sumatra Utara.
- Fransen van de Putte, seorang bekas pemilik perkebunan di Jawa dan penentang sistem tanam paksa, menjadi Menteri Urusan Koloni Belanda.
- Wajib tanam cengkeh dan pala diakhiri.
1864- 1 April, Perangko Hindia Belanda pertama diterbitkan.
- Belanda bereksperimen dengan tanaman karet di Jawa dan Sumatra.
- Belanda mengklaim Kepulauan Mentawai.
- Sultan Siak terakhir turun takhta.
1865- Tanam paksa teh, kayu manis dan nila diakhiri.
- Belanda memperkenalkan tembakau di Deli dan Sumatra Utara.
- Belanda melembagakan pemerintahan langsung di Kesultanan Asahan di Sumatra Utara dan menyingkirkan Sultan ke Riau.
- Undang-undang dan peraturan kehutanan yang baru diperkenalkan.
1866- Wajib tanam tembakau diakhiri.
- Hindia Belanda melembagakan pemerintahan langsung di Sumba.
1867- Gunung Merapi meletus dekat Yogyakarta; 1.000 orang meninggal.
- "Undang-undang Pertanggungjawaban" mewajibkan keuangan Hindia Belanda dipisahkan dari keuangan Belanda.
- Departemen Pendidikan Hindia Belanda dibentuk.
1868- Belanda memperketat kekuasaannya terhadap Bengkulu.
1869- Sepertiga penduduk Sabu meninggal karena cacar.
- Aceh memohon perlindungan kepada Kerajaan Ottoman.
- Deli Maatschappij didirikan oleh para investor swasta.
- Pada 1869, Terusan Suez dibuka, sehingga sangat mengurangi waktu dan upaya perjalanan antara Eropa dan Asia lewat laut, dan menjadikan tempat-tempat seperti Aceh jauh lebih penting dan strategis.
1870- Wilayah Minahasa ditempatkan di bawah pemerintah langsung Belanda.
- Sultan Mahmud Syah memerintah di Aceh hingga 1874.
- Undang-undang Gula mulai suatu masa pembaruan agrikultur.
- Penyakit melanda tanaman kopi di Jawa.
- Pelayanan kapal uap yang rutin ke Belanda melalui Terusan Suez dibuka.
1871- Undang-undang Agraria, Agrarische Wet, menggalakkan privatisasi pertanian, dan mulai membatalkan berbagai praktik tanam paksa. UU ini dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai tindak lanjut atas kemenangan partai Liberal di Belanda, sekaligus menggantikan politik Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dengan penanaman modal pengusaha Belanda. Pada pelaksanaannya Agrarische Wet mendukung berdirinya perkebunan-perkebunan besar Belanda di Hindia Belanda, sehingga dapat disebut sebagai upaya menarik modal swasta ke Hindia Belanda.
- Wabah cacar membunuh 18.000 orang di Bali.
- Kabel telegraf dipasang dari Banyuwangi, Jawa hingga ke Australia.
- November, Traktat Sumatra antara Britania dan Belanda: Belanda memberikan Pantai Emas kepada Britania; Belanda dapat mengirimkan buruh-buruh kontrak dari India ke Guiana Belanda (kini: Suriname); Belanda bebas bertindak di Sumatra, Britania dan Belanda mempunyai hak-hak perdagangan di Aceh. Akibat dari perjanjian ini: tidak ada lagi keberatan terhadap upaya Belanda menaklukkan Aceh.
1872- Perang Batak dimulai di Sumatra utara, berlangsung hingga 1895.
1873- 25 Januari Utusan dari Aceh mengadakan pembicaraan dengan konsul Amerika di Singapura, namun Washington menolak memberikan bantuan AS. Belanda menjawab dengan peperangan.
- 26 Maret Perang Aceh meletus. Belanda mengebom Banda Aceh.
- 8 April Belanda mendaratkan pasukan-pasukannya di Banda Aceh.
- 25 April pasukan-pasukan Aceh memaksa Belanda mundur.
- Sultan Kutai menandatangani perjanjian yang mengakui Belanda.
- Tanaman teh Assam dari India diperkenalkan untuk menggantikan tanaman teh dari Tiongkok, yang hasilnya mengecewakan. Produksi teh mulai meningkat.
- Jalur kereta api pertama dibangun di Jawa.
- 11 November Belanda menyerang Aceh kembali, dan mempertahankan posisi mereka, namun mengalami kerugian besar karena penyakit.
- Belanda berperang sia-sia selama lebih dari 30 tahun, berusaha menguasai Aceh, namun tidak pernah benar-benar berhasil.
1874- 24 Januari Pejuang Aceh meninggalkan Banda Aceh dan mengundurkan diri ke daerah perbukitan. Belanda mengumumkan bahwa Kesultanan Aceh telah berakhir.
- Sultan Mahmud Syah dari Aceh meninggal di hutan; Sultan Ibrahim Mansur Syah memimpin kesultanan di bukit-bukit hingga 1907. Teuku Umar, seorang bangsawan Aceh, memimpin pasukan-pasukan Aceh.
- Ekspedisi Belanda ke Flores.
- Belanda mengirim seorang utusan ke Kepulauan Aru.
1875- Hindia Belanda, Australia, dan Jerman menetapkan perbatasan antara klaim-klaim mereka di New Guinea.
1876- Tanaman karet diperkenalkan di Jawa.
- Baba Hassan memimpin pemberontakan di Halmahera.
1877- Hamengkubuwono VII menjadi Sultan Yogyakarta.
- Sejak saat ini, pemerintahan Hindia Belanda beroperasi dengan keuangan yang merugi.
1878- Tanam paksa gula dan kopi mulai dihapuskan.
- Ekspedisi di bawah Jenderal Van der Heijden membakar habis 500 desa di Aceh.
- Teungku Cik di Tiro, seorang ulama Islam, mulai memimpin perlawanan di Aceh.
1879- R.A. Kartini dilahirkan di Jepara.
- Tanaman koka diperkenalkan di Jawa.
1880- Jalur kereta api antara Batavia dan Bandung diselesaikan.
- Koelie Ordonnantie ("Ordonansi Kuli") menguraikan undang-undang kontrak tenaga kerja: majikan harus menyediakan perumahan dan pemeliharaan kesehatan yang memadai, buruh hanya terikat dengan perkebunan selama kontrak yang berlaku. Kontrak harus ditandatangani di hadapan hakim, dan dapat dipertikaian di pengadilan.
- Susu kental dalam kaleng yang pertama diimpor dari Australia.
Spoiler for 1881-1899:
1881- Para tetua suku Minahasa dijadikan pegawai-pegawai bergaji dari Hindia Belanda.
- Mangkunegara IV wafat.
- Pada awal 1880-an, seorang penduduk Kudus yang bernama Haji Jamahri memulai kebiasaan mencampurkan cengkeh dalam rokok yang dilintingnya dengan tangan untuk menolongnya mengatasi gejala-gejala asma. Inilah asal-usul "kretek". Namun demikian, produksi kretek secara komersial baru dimulai secara serius pada 1930-an.
1882- Hindia Belanda melembagakan pemerintahan langsung di Buleleng dan Jembrana di Bali.
- Hindia Belanda menguasai Karangasem dan Gianyar di Bali. Bali dan Lombok menjadi sebuah Karesidenan; raja-raja di Bali selatan tidak senang dengan hal ini, namun tetap berperang di antara mereka sendiri.
- Kepulauan Aru dan Tanimbar ditempatkan di bawah administrasi Belanda.
- 6 Agustus Tjokroaminoto dilahirkan.
- Penyakit melanda tanaman tebu di Jawa.
- Ekspedisi militer Belanda di Seram.
- Minyak ditemukan di sekitar Kutai di Kalimantan.
- Pengadilan Islam ("priesterraden") diberikan kekuasaan terbatas di Jawa. Yurisdiksinya dibatasi pada hukum keluarga.
1883- Sisingamangaraja XII diusir dari wilayah Batak.
- Krakatau meletus; 36.000 orang di Jawa Barat dan Lampung meninggal sebagai korban letusan ini.
- A.J. Zijlker mendapatkan persetujuan dari Belanda untuk memulai pengeboran minyak di Langkat, Sumatra Uara.
- Pemberontakan yang mendukung Pangeran Suryengalaga gagal di Yogyakarta.
1884- Perang gerilya memanas di Aceh. Belanda membangun "Geconcentreerde Linie" (Garis Konsentrasi) di Aceh: suatu rangkaian dari 16 benteng yang dirancang untuk mengepung para gerilyawan.
- Belanda memberlakukan pemerintahan langsung di Deli.
- Pelayanan komunikasi dikonsolidiasikan oleh pemerintah ke dalam PTT (Post Telegraaf Telefoon).
1885- Sultan Asahan kembali dari pembuangan ke wilayahnya untuk berkuasa atas nama Belanda.
- Belanda memberlakukan pemerintahan langsung di Madura.
- Orang-orang keturunan Tionghoa di Hindia Belanda digolongkan sebagai "orang Eropa" hanya untuk tujuan-tujuan hukum dagang semata.
1886- Pelabuhan modern dibangun di Tanjung Priok, Batavia (kini Jakarta).
1887- Sultan-sultan Madura diturunkan statusnya menjadi bupati saja.
- Depresi ekonomi melanda Jawa.
1888- Gempa bumi terjadi di Bali.
- Residen Belanda di Surakarta menguasai keuangan keluarga Mangkunegara.
- Pemberontakan di Banten dipimpin oleh kelompok Qadiriyya.
- Kalimantan Utara (Sabah) menjadi protektorat Britania.
- Koninklijke Paketvaart Maatschappij dibentuk sebagai perusahaan pengiriman barang dan penumpang kapal utama antar pulau.
1890- Zijlker mendirikan perusahaan yang kelak menjadi Royal Dutch Shell.
- Ekspedisi Belanda melawan Flores.
- Hindia Belanda memperkenalkan pajak kekayaan.
1891- Mengwi di Bali dikuasai oleh Badung.
- Pemerontakan Naqshbandiyya di Lombok melawan pemerintah Mataram-Bali; Belanda ikut campur.
- Buruh-buruh kontrak yang pertama meninggalkan Jawa dan berangkat ke Suriname di Amerika Selatan.
1893- Pakubuwono X menjadi Susuhunan Solo.
- Sekolah-sekolah "Kelas Satu" untuk para penduduk pribumi Indonesia dibentuk.
1894- Campur tangan terakhir Belanda di Lombok berhasil; para bangsawan melakukan puputan; Karangasem menjadi wilayah yang tergantung pada Belanda.
- "Perang Batak" berakhir.
- Pemberontakan melawan Portugis di Timor Timur.
- Hindia Belanda mengorganisasi monopoli opium yang diselenggarakan negara untuk menguasai perdagangan candu (Opiumregie).
1895- Jami'at Khair didirikan, organisasi ini berdedikasi dalam mengembangkan pendidikan Arab.
- Timor Portugis, yang mulanya diadministrasi dari Makau, mendapatkan administrasinya sendiri.
- Perjanjian Britania-Belanda menetapkan batas-batas antara klaim-klaim mereka atas Pulau Papua.
1896- Raja Chulalongkorn dari Thailand melakukan kunjungan ke negaraan ke Hindia Belanda.
- Belanda terus menyerang gerilya-gerilya di Aceh dengan pasukan-pasukan khusus (Korps Marechaussee).
1898- Belanda mulai melakukan eksplorasi di Papua.
- Van Heutsz menjadi Gubernur Belanda di Aceh. Penasihatnya, Snouck Hurgronje memperkenalkan "Korte Verklaring", (Traktat Pendek), sebuah perjanjian singkat yang isinya mengakui pemerintahan Belanda, untuk menggantikan perjanjian-perjanjian terdahulu yang rumit dengan para pemimpin setempat; Belanda mengadakan aliansi dengan para uleebalang dalam melawan para pemimpin Islam.
- Juni, Van Heutsz mengirim suatu ekspedisi Belanda yang sukses melawan Pidie, Aceh.
1899- R.A. Kartini memulai kariernya dalam menulis surat-surat.
- Pesantren Tebuireng, sebuah sekolah Islam yang terkenal, didirikan di Jombang, Jawa Timur.
- Teuku Umar terbunuh dalam suatu serangan Belanda.
- Van Deventer, seorang pembaharu kolonial, menerbitkan "Een Eereschuld", yang isinya menuntut agar uang yang dikumpulkan di masa lampau dari Hindia Belanda dikembalikan ke Hindia Belanda untuk menolong membayar utang kolonial yang kian meningkat.
continue
sumber: wikipedia.org
Last edited by Chandra_Dewi; 15th August 2011 at 03:59 PM.
|