
8th July 2011
|
 |
Moderator
|
|
Join Date: Oct 2010
Location: Reg. DKI Jakart
Posts: 1,927
Rep Power: 62
|
|
Diantara Budaya Pelet yang terekam dalam catatan sejarah
Di Pusuk Buhit, Sang ayah menempa Raja Geleng Gumeleng menjadi raja sakti yang namanya diubah Raja Uti.
Sementara Seribu Raja yang melarikan diri ke hutan tidak mau lagi menemui ayahnya Guru Tatea Bulan.
Raja Lontung Dalam penelusuran penulis di Samosir diceritakan pada suatu hari ketika Seribu Raja sedang beristirahat dalam pengembaraannya,
lewatlah seorang gadis cantik yang sangat jelita bak bidadari dari kayangan dan menarik perhatian Seribu Raja.
Karena tertariknya, Seribu Raja pun membuat pelet/ Dorma (mistik penangkap wanita) supaya wanita itu lengket.
Pelet itu diletakkan di atas tanah yang akan dilewati gadis cantik jelita itu.
Tapi apa yang direncanakan Seribu Raja bukanlah menjadi kenyataan
karena takdir berkata lain dan justru yang lewat dari tempat tersebut
adalah adik perempuannya sendiri bernama Siboru Pareme
yang datang mengantar makanan untuk Seribu Raja.
Boru Pareme yang tadinya biasa-biasa saja,
menjadi jatuh cinta kepada abangnya padahal dalam adat Batak hal itu sangat tabu.
Tetapi karena pelet Seribu Raja, semua berubah hingga akhirnya mereka menjadi suami istri.
Ketika Guru Tatea Bulan mendengar kedua anaknya telah menikah,
dia murka dan mengusir Seribu Raja.
Sebelum pergi, Seribu Raja memberikan sebuah cincin kepada adik yang juga istrinya
dan berpesan bila anaknya lahir diberi nama Si Raja Lontung.
hxxp://www.myheritage.com/FP/newsIte...2451&newsID=41
|