Sniper tak dikenal Belanda
Pada tanggal 14 Mei 1940 Jendral Kurt Student , panglima pasukan para AU Jerman yang sedang mengadakan inspeksi kegaris depan terluka parah oleh tembakan tunggal seorang sniper marinir Belanda yang mempertahankan kota Rotterdam dari jarak 800 yard .
Sniper Belanda ini menggunakan senapan Mannlicher kaliber 6,5 mm Model 1895 .
Sebagai akibat dari tertembaknya Jendral Kurt Student, Hitler memerintahkan bomber-bomber AU Jerman untuk meratakan kota Rotterdam dengan “carpet bombing” .
Vasily Zaitsev (Rusia)
Duel sniper lawan sniper yang paling terkenal didunia adalah duel antara Sersan Kepala Vasily Gregorievich Zaitsev (400 orang korban) dengan Mayor Koenig dari Jerman . Pada bulan Oktober 1942 , pasukan Jerman telah berhasil menguasai 90% kota Stalingrad yang sudah menjadi puing akibat tembakan artileri kedua belah pihak .
Tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, suatu pertempuran yang begitu didominasi oleh para snipers . Disini para serdadu kedua belah pihak saling tembak, menggali terowongan, lari dan sembunyi diantara puing-puing bangunan yang kini menjadi surganya bagi para snipers.
Oleh para serdadu Jerman perang semacam ini dinamakan “Rattenkrieg” atau the “War of Rats” (Perang Tikus) . Vasily yang sebelumnya seorang gembala sederhana dari pegunungan Ural menjadi top sniper Rusia di Stalingrad .Dalam 10 hari pertama ia berhasil menembak mati 40 tentara Jerman dan pada waktu rekornya mulai mendekati 100 orang , ia digunakan oleh team propaganda Rusia yang memerlukan kisah heroik guna membangkitkan kembali semangat juang rakyatnya dan menjatuhkan moril tentara Jerman .
Menanggapi propaganda Rusia ini, Jerman menerbangkan khusus “Super Sniper”nya dari Berlin ke Stalingrad untuk menghabisi Vasily . Dari keterangan seorang tawanan Jerman, diketahui bahwa super sniper ini bernama Mayor Koeni, komandan sekolah sniper Zossen . Jerman memang sengaja membuat propaganda tandingan , bahwa Vasily sebentar lagi akan dihabisi oleh super sniper mereka (perang propaganda).
Dengan berita kedatangan super sniper Jerman ini, Vasily dan Nikolay Kulikov (pengamatnya) diberi tugas khusus untuk mencari Mayor Koenig .
Untuk menemukan dan membedakan Mayor Koenig dari snipers Jerman lain yang beroperasi di kota Stalingrad ,Vasily harus mengetahui kebiasaan, gaya menembak dan cara kamuflase sniper Jerman ini .
Berhari-hari sudah observasi mereka untuk menemukan dimana Mayor Koenig beroperasi tidak membuahkan hasil ; kemungkinan besar ia sering berpindah tempat guna mencari Vasily . Titik terang tiba ketika mereka mendapat berita duka atas gugurnya Morosov dan terlukanya Sheykin; kedua sniper berpengalaman ini sebelumnya sudah sering memenangkan duel dengan para sniper Jerman . Kini sudah dapatndipastikan kalau mereka ditembak oleh seorang super sniper .
Vasily, Nikolay dan Commisar Danilov (seorang perwira politik dan propaganda) yang hendak menyaksikan langsung duel bersejarah top sniper kedua negara ini, segera bergegas menuju ke posisi dimana kemarin kedua sniper Rusia tertembak .
Setelah 3 hari terus menerus mengawasi lokasi tersebut , tiba-tiba Commisar Danilov berkata : Nah, itu dia ! akan kutunjukkan tempatnya padamu ! Tak sampai 1 detik Danilov yang dengan ceroboh mengangkat sedikit tubuhnya dari parit persembunyiannya Dar ! ia langsung roboh dan terluka .
Sniper Jerman itu sengaja menembak tanpa membunuhnya, suatu tembakan yang hanya dapat dilakukan oleh sniper yang sangat berpengalaman (jarak 450 m) . Si Jerman sengaja memancing mereka dengan menggunakan helm Jerman yang digerakkan dari jauh dan Danilov pun tertipu .
Tetapi dengan tembakan tadi, Vasily mendapat gambaran bahwa arah tembakan itu kira-kira dari muka posisi mereka . Disebelah kanan terdapat sebuah tank rusak, disebelah kiri ada bunker kecil sedangkan diantaranya terbentang tanah lapang dimana terdapat setumpukan puing dan selembar pelat besi karatan yang sudah lama tergeletak disana . Tapi dimanakah ia bersembunyi ?
kemudian Vasily berusaha keras membayangkan dirinya menjadi sniper Jerman itu . Ia sampai pada kesimpulan bahwa yang diperlukannya adalah menggali sebuah Kolonel Heinz Thorvald . Heinz Thorvald diketahui telah berhasil menembak 300 orang tentara Rusia .
Tetapi waktu novel “War of the Rats” karangan David L.Robbins diluncurkan (1999) , ada seorang yang mengaku keluarga dari Koenig menilpon David dan mengakui bahwa Erwin Koenig yang telah berhasil menembak 400 orang tentara Rusia memang gugur ditembak oleh Vasily Zaitsev di Stalingrad . Sampai dimana kebenaran hal itu ?
wallahualam ; karena dalam pertempuran Stalingrad ratusan snipers dari kedua pihak terlibat disana .
Para sniper Jerman menggunakan senapan bolt action Mauser Kar. 98 kaliber 7,92 mm bertelescope dengan pembesaran 1,5X , 4X atau 6X atau senapan semi automatic Walther Gewehr 43 kaliber 7,92 mm bertelescope dengan pembesaran 4X .