
19th June 2011
|
 |
Ceriwis Geek
|
|
Join Date: Nov 2010
Location: PIC#01
Posts: 19,459
Rep Power: 0
|
|
KPK Didesak Periksa Angelina Sondakh
TEMPO/Imam Sukamto
Quote:
|
TEMPO Interaktif, Jakarta -Peneliti dari Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi segera memeriksa Angelina Sondakh dan I Wayan Koster. Keduanya diduga terkait dengan kasus suap proyek pembangunan wisma atlet di Palembang, Sumatera Selatan.
�Jangan sampai terlambat memanggil Wayan dan Angelina," katanya setelah
berbicara soal pendidikan dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, kemarin. Menurut dia, KPK selalu terlambat dalam bertindak, misalnya terlambat mencegah Muhammad Nazaruddin pergi ke luar negeri dan memeriksanya. �Ini semua serba terlambat,� ucap Oce Madril.
Sebelumnya, melalui BlackBerry Messenger kepada Tempo, Nazaruddin menuding Angelina, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir terlibat memuluskan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk proyek wisma atlet senilai Rp 191 miliar. �Bukan saya,� ujarnya, Kamis lalu.
Menurut dia, dari pengakuan Angelina kepada tim pencari fakta Fraksi
Partai Demokrat pada awal Mei lalu, uang diterima oleh Koster sebelum diserahkan kepada Angelina dan Mirwan Amir. Orang terakhir ini lalu membagikan kepada para pemimpin Badan Anggaran DPR. Tapi ia bungkam soal jumlah dana dan siapa penyuapnya.
Mirwan adalah politikus Demokrat yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran. Sedangkan Angelina, juga dari Demokrat, adalah koordinator para anggota Komisi Olahraga di Badan Anggaran; dan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Wayan Koster, adalah wakilnya. Nazaruddin pun anggota badan DPR yang bertugas membahas anggaran negara sebelum disahkan itu.
Mereka belum bisa dimintai penjelasan tentang tuduhan itu. Tapi sejumlah
petinggi Demokrat sudah membantahnya. Pada awal Mei lalu, Angelina dan Koster menampik tuduhan memainkan anggaran dan menerima suap dari PT Duta Graha Indah, pemenang tender proyek wisma atlet untuk SEA Games XXVI itu. Koster menggeleng pula ketika diklarifikasi oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.
KPK belum berencana memeriksa Angelina. �Kami lihat perkembangannya,� kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar kemarin. Ia menjelaskan, kalau dalam pengusutan ada petunjuk bahwa Angelina mengetahui tindak pidana itu, tentu dia akan dimintai keterangan. Namun ia membenarkan akan ada tersangka baru. Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto juga mengungkapkan soal akan adanya tersangka baru, dua hari lalu. Tapi Bibit masih merahasiakan identitasnya.
Komisi antikorupsi telah menyidik tiga tersangka suap Rp 3,2 miliar dalam kaitan dengan proyek ini, yakni Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam; petinggi PT Duta Graha, M. El Idris; dan petinggi PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang.
Penyidik sudah melimpahkan berkas Idris kepada penuntut pekan ini, sedangkan berkas Rosalina akan dikirim pekan depan. �Berkas Pak Wafid belum lengkap,� kata Haryono.
Penyidik menggelar rekonstruksi pada Jumat lalu untuk melengkapi berkas. Rekonstruksi dilakukan di kantor PT Duta Graha, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan; kantor PT Anak Negeri di gedung Tower Permai, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan; Restoran Arkadia, Senayan; dan di ruang kerja Wafid.
BUNGA MANGGIASIH | ISMA SAVITRI
|
|