Jakarta - Setelah dua jam menunggu izin panitia Car Free Day, Muhammad Sabar, pemanjat difabel akhirnya beraksi memanjat Tugu Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta. Tak sampai 10 menit, Sabar pun sampai di puncak tugu.
Sabar memulai aksinya Minggu (29/5/2011) pukul 9.15 WIB dari pinggir kolam Bundaran HI. Dengan bercelana pendek, kaus olahraga, pelampung dan helm pengaman, pria tuna daksa ini tanpa ragu-ragu
nyemplung ke kolam Bundaran HI.
Dia berenang ke tengah kolam, dimana tiga kru sudah menunggu untuk membantu memasang tali untuk memanjat. Sabar lalu naik dengan hanya memakai satu kaki, dan kedua tangannya berpegangan dengan tali.
Aksi Sabar ditonton ribuan orang yang sedang menikmati Car Free Day di Bundaran HI. Hup, hup, tidak sampai 10 menit, Sabar sudah sampai di puncak tugu. Sabar lantas melambaikan tangan dan mengibarkan bendera Merah Putih. Tepuk tangan pun membahana menyambut keberhasilan Sabar.
Dari puncak tugu, Sabar lantas membentangkan spanduk "Pendakian Gunung Tuna Daksa Indonesia: Ekspedisi Merdeka". Sabar rencananya memang akan melakukan Ekspedisi Merdeka. Dia akan mendaki gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro di Kenya dan gunung tertinggi di Eropa, Elbrus di Rusia pada Juli-Agustus 2011.
Sabar lantas turun dengan tali yang sama dan berenang ke tepian kolam. Usai aksi memanjatnya, Sabar mengaku kalau tadi sempat deg-degan.
"Tadi awalnya saya deg-degan, kan ada larangan. Tapi alhamdulillah boleh naik. Saya sempat berdesir sampai di atas," kata dia.
Untuk melakukan aksi ini, Sabar mengaku rajin berlatih setiap hari di sekitar rumahnya di belakang kampus UNS Solo. Dia minta didoakan agar ekpedisinya ke Kilimanjaro sukses. Tidak lupa, Sabar juga memberi semangat para penyandang cacat lainnya.
"Untuk teman-teman sesama difabel, saya harap jangan patah semangat. Kita bisa melakukan apa yang pada umumnya orang bisa," kata peraih medali emas panjat dinding difabel di Korea Selatan ini.
sumber