SEKUTU SEKALIGUS PENGKHIANAT DIRI ANDA
Anda memiliki sekutu sekaligus pengkhianat yang berdiam dalam diri anda sendiri. Ia menjadi sekutu karena selalu membenarkan keputusan anda. Ia mendukung dan menyediakan argumentasi untuk mempertahankan pendirian anda.
Ia juga adalah pengkhianat karena dalam persekutuannya ia justru menutupi kesalahan yang semestinya anda ketahui. Ia mengatakan pada anda bahwa orang lainlah yang menyebabkan semua kegagalan ini. Dengan demikian anda takkan mampu memandang apa yang keliru yang terjadi pada diri anda sendiri. Padahal bila anda menyadarinya, anda tentu akan memperbaikinya demi kemajuan perjalanan anda. Sekutu sekaligus pengkhianat itu bernama pikiran; pikiran yang berpusat pada ego, ke-aku-an diri sendiri; yang tak bersedia melihat secara jernih diri anda apa adanya.
Pikiran yang mementingkan sang "aku" bagaikan air keruh pada sebuah telaga. Anda takkan dapat melihat kedalaman dasar telaga. Anda pun tak dapat mendapatkan ketenangan apa-apa di sana selain keriuhan gejolak pikiran yang menggelisahkan. Jernihkanlah pikiran anda. Maka, ia akan menjadi sejatinya sekutu bagi anda. Meski tak selamanya membela anda; namun ia pelindung anda.