for
pic:
http://s.kaskus.id/images/4031690_20120404102217.jpg
Sambil memetik gitar ia terlihat begitu menghayati lirik-lirik lagu yang dinyanyikannya. Namun, kata Rara, ia juga bisa memainkan piano. Musik bukanlah hal baru bagi Rara.
Sejak di sekolah dasar ia telah punya bakat seni. Saat perpisahan kakak kelasnya di SD dan SMP, Rara pun pernah menciptakan lagu untuk mereka.
�
Lagu Ibuku adalah lagu pertama yang diciptakan Rara dan bisa dinikmati oleh publik,� kata Rara.
Namun lagu itu tidak dinyanyikan sendiri karena saat itu Rara harus melanjutkan studi dari Universitas Indonesia ke Australia. Ketika
Haddad Alwi melihat lirik lagu tersebut ia suka dan minta agar bisa dibawakan olehnya. Akhirnya lagu Ibuku dinyanyikan oleh
Haddad Alwi feat Farhan dengan tetap tidak menghilangkan nama Rara sebagai penciptanya.
Bagi Rara, lagu ini punya kenangan manis. Begitu kelar membuat lirik lagu, ia langsung menunjukkan pada sang ibu. Tetapi tanpa diduga waktu itu ibunya justru menangis karena terharu. Tak hanya pandai menciptakan lagu, Rara juga piawai dalam olah vokal.
Bersama
Fadhli Padi ia menggarap lagu anak-anak
Upin dan Ipin yang bertajuk "
Bersama Sahabat" untuk label Sony Music. �Yang ini sedang menunggu waktu untuk diluncurkan, dan album kompilasi jadi ada
Fadhli, ada
The Changcuter juga, � katanya.
Ketika di Australia, Rara juga pernah lulus audisi kompetisi
Idol Brisbane dan pernah menjadi backing vokal
Katon Bagaskara dalam event Pesta Rakyat di Brisbane yang digagas oleh anak-anak Indonesia.
Bersama
Lobow Ilyas, Rara juga menjadi backing vokal dalam lagu
Human Translation yang dibawakan oleh band Apache. Lagu ini bertemakan sosial dan turut didanai oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.
Dari sederet karya yang pernah ia jabani, Rara masih punya ambisi. Gadis kelahiran 1 Juli 1989 ini ingin sekali meng-aransemen lagu-lagu Aceh agar bisa bersaing di tingkat nasional. Untuk itu, Rara pun sudah menyiapkan beberapa lagu unggulan.