adalah festival awal
musim semi yang biasanya dirayakan di
India,
Nepal,
Bangladesh, dan negara-negara berikut yang memiliki penduduk beragama
Hindu:
Suriname,
Guyana,
Afrika Selatan,
Trinidad,
Britania Raya,
Mauritius, dan
Fiji. Di
Benggala Barat dan
Bangladesh, festival ini disebut
Dolyatra (Doul Jatra) atau
Basanta-Utsab (festival musim semi). Holi dirayakan secara besar-besaran di kawasan
Braj di tempat-tempat yang berkaitan dengan Dewa
Kresna seperti
Mathura,
Vrindavan,
Nandagaon, dan
Barsana. Kota-kota tersebut ramai didatangi wisatawan selama musim festival Holi yang berlangsung hingga 16 hari.
[1] Puncak perayaan Holi disebut
Dhulheti,
Dhulandi, atau
Dhulendi. Pada hari itu, orang merayakan Holi dengan saling melemparkan bubuk berwarna-warni atau saling menyiramkan air berwarna-warni. Api unggun yang dinyalakan pada malam sebelum Holi disebut Holika Dahan (kematian
Holika) atau
Chhoti Holi (Holi kecil). Api dinyalakan untuk mengenang peristiwa lolosnya
Prahlada ketika ingin dibakar oleh Holika (saudara perempuan
Hiranyakasipu). Holika terbakar dan tewas, namun Prahlad yang penganut setia Dewa
Wisnu selamat tanpa luka. Di
Andhra Pradesh, Holika Dahan disebut
Kama Dahanam.
Holi dirayakan pada akhir musim dingin ketika
phalgun purnima, bulan purnama terakhir bulan pada bulan
phalguna menurut kalender lunar, dan biasanya bertepatan dengan akhir Februari atau awal Maret. Pada tahun 2009, Holi (
Dhulandi) jatuh pada tanggal 11 Maret dan Holika Dahan pada 10 Maret.
Akhir Festival Warna disebut
Rangapanchami yang terjadi pada saat Panchami (hari ke-5 bulan purnama).
sumber