| wilurof |
30th December 2011 04:44 PM |
Quote:
Originally Posted by hamkaindoen
(Post 1825366)
cek dulu dibali ngapain aja tuh orang... hanya karena satu orang udah menjudge kayak gitu
|
Nila setitik rusak susu sebelanga itulah mungkin yang terjadi. Memang sih ada yang nakal tapi prosedur minimal seperti jarum baru, gloves baru, dan lemari sterilisasi nyaris semua studio tato di Bali sudah memilikinya. Pernyataan yang diucapkan oleh DR Paul Amstrong Direktur Penanggulangan Penyakit Australia yang menyatakan bahwa risiko penularan HIV lewat jarum tato lebih rentan terjadi di negara-negara berkembang (baca Indonesia) tidak adil dan perlu dicek si bule itu Kapan dia menato diri di Bali. Karena, HIV baru bisa terdeteksi empat tahun setelah dia tertular. Lagi pula track record tato di Bali itu sangat bagus sekali sebab bahkan pada awal pertumbuhan pariwisata di Bali ada tato di Bali sudah ada kira2 tahun 1930 bahkan mungkin kurang dari tahun itu. (Bayangin aja lama banget khan, Indonesia aja belum merdeka waktu itu)
:ceriwislove::loveindonesia :ceriwislove::loveindonesia
|