Mengicipi Manisnya Masa Lalu
lagi iseng-iseng browsing eh dapet sebuah kenangan masa lalu yang mungkin jarang ditemui saat sekarang ini. http://3.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+001.jpg http://1.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+001.jpg http://4.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+002.jpg http://3.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+003.jpg http://4.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+004.jpg http://1.bp.blogspot.com/_bHMz8yiCQ9...gulali+005.jpg Gulali, kalau untuk sekarang sudah tidak banyak orang yang tahu lagi keberadaannya. Jangankan tahu di mana tempat penjualnya, malah ada juga yang sama sekali bentuk dari permen masa lalu ini. Permen Gulali memang sudah termakan jaman, Gulali juga sudah tidak semanis permen alpenlibe dan sugus. Gulali memang hanya terbuat dari gula yang dilelehkan, di beri pewarna dan dibentuk-bentuk beraneka ragam. Yang jelas membeli permen gulali pada kala itu menjadi hal yang sangat menyenangkan sekali. Habis pulang sekolah, dengan seragam putih kucel dipadu celana merah. " Lek (kata ganti untuk sapaan Paman) tuku gulali..." sambil merogoh uang pecahan 25 rupiah hingga terkumpul 4 keping recehan yang langsung di sodorkan ke bapak penjual gulali. Gulali ternyata memiliki sejuta kenangan, gulali yang ternyata sudah kalah manis dengan permen lainnya, telah menghadirkan cerita bagi siapa yang kini meneikmatinya. Sumber : nirmana photography kira-kira dimana yah bisa nemuin abang-abang gulali lagi:(( </div> |
| All times are GMT +7. The time now is 06:03 AM. |