Ancol Is Miscellaneous Indonesia
ANCOL IS
MISCELLANEOUS INDONESIA Oleh : Catur Caesaria Berbicara tentang nasionalisme, tentu bisa sangat panjang dan menyangkut banyak aspek. Nasionalisme atau kebangsaan dahulu lebih sarat dengan muatan politis seperti identitas diri kebangsaan. Namun, seiring perkembangan masa, pemahaman nasionalisme pun mengalami perluasan makna. Yang populer pada konteks kekinian adalah lebih mengarah pada tema sosial, ekonomi, seni budaya, hukum seperti peran atau kontribusi positif atau prestasi yang berimplikasi pada situasi kondisi yang lebih baik dari sebelumnya pada suatu negara atau yang menyangkut kebangsaan. Jika nasionalisme populer dikaitkan dengan pariwisata, tak bisa dilepaskan dari perannya yang cukup signifikan dalam menyumbang devisa negara selain pemasukan dari sektor migas, energi dan mineral yang notabene adalah hasil bumi yang terbatas jumlahnya. Sektor pariwisata yang berkembang progresif kini tak hanya berkutat pada keindahan alam semata, namun banyak mengalami pergeseran tren. Jika dahulu kita cuma mengenal wisata keindahan alam, kota, budaya/tradisi atau situs-situs sejarah kini muncul seperti wisata ibadah, wisata kuliner, wisata belanja bahkan wisata medis yang semuanya merupakan hasil kreasi dan inovasi para pelaku dunia wisata yang jeli mencium fenomena bisnis yang belum tereksplor. Indonesia yang kaya akan hasil bumi, keindahan alam beserta situs sejarah, ternyata juga tak ingin ketinggalan dengan negara lain dalam membangun fasilitas-fasilitas wisata modern seperti Taman Impian Jaya Ancol. Taman Wisata kebanggaan Indonesia memiliki konsep ke depan sebagai sentra wisata khas Asia Pasifik yang penuh dengan kekhasan Indonesia. Dengan angka kunjungan wisatawan pada 2009 yang mencapai 14,1 juta pengunjung (sumber: www.ancol.com), Taman Impian Jaya Ancol cukup prospektif untuk mencapai predikat salah satu tempat wisata favorit di Indonesia dan sangat mungkin akan masuk jajaran atas sebagai destinasi wisata modern favorit internasional. Tinggal kita sebagai warga negara Indonesia yang terus mengubah mind set untuk lebih mengutamakan mengunjungi dan mengeksplorasi seluruh pelosok negeri ini daripada harus menyumbang devisa bagi negara lain dengan berwisata ke luar negeri. Rasa bangga kepada negeri sendiri harus terus dikampanyekan kepada seluruh elemen bangsa, sebagaimana gencarnya kampanye �Visit Indonesia� di manca negara. Inilah salah satu nasionalisme yang sebenarnya. Dengan berkunjung ke Ancol, bisa menjadi pintu gerbang menggugah nasionalisme di bidang pariwisata. Taman Impian Jaya Ancol sebagai wahana wisata modern menggeliat sebagai salah satu kekuatan wisata modern di Asia Pasifik. Ancol yang mengalami �peak performance� dengan mendulang kunjungan tertinggi ramai dikunjungi wisatawan, khususnya domestik, pada musim liburan sekolah, liburan hari raya atau liburan tahun baru, terus mencoba merebut hati wisatawan domestik untuk lebih mengenal negeri sendiri melalui berbagai promosi dan publikasi termasuk di televisi. Sebagai wahana wisata yang diperuntukkan segala segmentasi, segala umur dan segala golongan, Ancol terus berbenah menjadi salah satu ikon bangsa. Wahana yang dengan aspek lengkap seperti entertain, edukasi dan berwawasan lingkungan tentu sangat unik dan kompetitif jika disandingkan macam Disneyland atau Universal Studio yang pesifik. Beragam wahana yang disajikan Taman Impian Jaya Ancol seperti Dunia Fantasi, Gelanggang Samudra Atlantis, Sea World, Pasar Seni begitu melekat di hati masyarakat. Belum ke Jakarta jika belum ke Ancol. Kelak dengan manuver semua pihak bisa terpatri Ancol is Indonesia. Terdapat benang merah antara tujuan wisata yang dipilih dengan rasa kebanggaan pada negara sendiri. Nasionalisme identik dengan cinta tanah air dan bangga menjadi putra bangsa. Tidak sedikit orang Indonesia yang memilih untuk mengisi liburan dengan berwisata ke luar negeri seperti Singapura, Thailand, Malaysia, China atau sejumlah negara di kawasan Eropa. Tidak salah memang untuk mengenal negara lain, namun akan lebih ideal jika sebagai putra bangsa seharusnya lebih mengenal negeri sendiri yang sudah sangat tersohor karena keindahan dan keeksotisan alamnya hingga begitu memikat wisatawan manca negara. Belum lagi daerah-daerah yang eksotis yang belum �terjamah� dan �liar� yang tak terhitung jumlahnya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Berwisata tidak selesai sampai berkunjung di suatu tempat lalu bersenang-senang begitu saja. Lebih dari sekadar itu. Ada aspek ekonomi seperti pemasukan devisa dan ada pula aspek nasionalisme. Setiap kunjungan wisatawan manca negara maupun domestik, selalu menyumbang devisa bagi negara yang sangat bermanfaat untuk pembangunan. Begitu juga jika wisatawan kita ke luar negeri, yang berarti berkontribusi devisa bagi negara tujuan. Negara kita yang menjadi salah satu destinasi wisata internasional, seperti Bali yang sudah mendunia, Bunaken dan yang lain dan tentu saja telah menyumbang devisa cukup signifikan, tentunya sangat menggelitik jika kita lebih tertarik untuk berwisata ke luar negeri. Negeri kita yang demikian luasnya, teramat banyak tempat indah dan menarik untuk dieksplor dan sudah tentu kita menyumbang devisa untuk negeri kita sendiri. Setelah kita cukup mengenal negeri sendiri, niscaya tumbuh rasa kebanggaan pada alam sendiri dan pengakuan bahwa potensi alam kita tidak kalah dengan luar negeri. Manajemen Taman Impian Jaya Ancol harus mampu memanfaatkan posisi Jakarta sebagai ibu kota yang Jakarta Sentris. Jakarta yang �serba ada� bisa dijadikan sebagai jendela untuk menjelajah lebih jauh Indonesia yang beraneka ragam melalui Taman Impian Jaya Ancol. Tingginya angka kunjungan wisatawan, khususnya domestik ke Ancol cukup membanggakan, namun jangan hanya puas sampai di situ saja. Mengingat misi yang dicanangkan, bahwa Ancol akan menjadi sentra wisata modern di ranah Asia Pasifik, masih banyak manuver yang harus dilakukan. Salah satunya adalah , Ancol harus dikreasi sebagai representasi atau pintu gerbang beraneka ragamnya Indonesia, yang tentu saja tanpa meninggalkan modernitasnya. Jika saat ini kita perhatikan, yang lebih menonjol adalah aspek universalitas turisme itu sendiri. Sentuhan etnitas, tribalisme atau nasionalisme masih kurang menggigit. Landmark-nya sebagai Indonesia masih belum mencuat. Harusnya Taman Impian Jaya Ancol adalah format futuristik dari Taman Mini Indonesia Indah plus multi entertain. Misal arsitektur bangunan-bangunan di Dufan, Gelanggang Samudra Atlantis, kolam renang, Sea World dengan dikemas arsitektur style Majapahit atau Mataram tentu akan lebih eksotis. Layaknya bangunan-bangunan berinterior modern dengan casing kuno di Eropa dan ini jauh lebih menarik. Identitas yang nasionalis seperti inilah yang harus dikemas oleh Taman Impian Jaya Ancol. Turis manca negara tentu tidak ke Indonesia untuk menikmati sesuatu yang sudah ada di kampung halamannya atau sesuatu yang meniru- niru sesuatu di negaranya. Mereka mencari nilai-nilai ketulenan dari Indonesia. Ini harus digapai jika memang Taman Impian Jaya Ancol serius untuk go international. Sejak reformasi 1998, gelombang cobaan berat menghantam Indonesia di berbagi dimensi. Krisis ekonomi yang belum usai, korupsi, konflik horizontal, keamanan yang tidak kondusif, gejala disintegrasi, minimnya prestasi di berbagai bidang di dunia internasional turut mempengaruhi nyali orang Indonesia untuk berani bilang �I am Indonesian�. Tidak sedikit orang-orang Indonesia tampil minder dan malu mengaku sebagai orang Indonesia karena meratanya nilai merah Indonesia di rapor internasional. Satu contoh, survey LSI di Aceh tahun 2005 yang menunjukkan cuma 45% yang mengaku cinta RI dan cuma 33% yang bersedia berperang untuk RI (sumber:www.setneg.go.id). Satu jalan harus diperbuat untuk mengangkat nasionalisme yang mengkerut melalui dunia pariwisata, khususnya Ancol. Spirit Bung Karno yang dulu menggelorakan nasionalisme pemuda Indonesia dengan konsep national character building harus diretas melaui Ancol sebagai lokomotif bagi sektor lain. Adalah kebanggaan Indonesia jika Taman Impian Jaya Ancol sangat familiar di dunia pariwisata internasional. Dari sejumlah survey beberapa lembaga di bidang pariwisata,mendudukkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata favorit internasional. Beberapa aspek yang disukai wisatawan seperti alam yang indah, budaya yang beragam, makanan yang lezat dan biaya yang murah. Ancol harus masuk dalam agenda utama setiap pelaku usaha pariwisata dalam promosinya. Dengan keberagaman wahananya, Ancol diharapkan sebagai representasi Indonesia melalui kekhasannya. Dengan kampanye terus menerus untuk Visit Indonesia, bisa dimulai dari Ancol. Lengkapnya aspek wahana, dengan berwisata di Ancol kita bisa mendapatkan keuntungan berlipat, terhibur, bertambahnya wawasan dan tentu saja menambah devisa bagi negeri sendiri yang merupakan salah satu wujud merekonstruksi nasionalisme modern. Dengan berkunjung ke Taman Impian Jaya Ancol turut mengatrol kebanggaan dan nasionalisme yang sempat terkubur oleh krisis multi dimensi [IMG]http://www.foto.okezone.com/tag/taman-impian-jaya-ancol http://www.u.kaskus.co.id/3/5n48yotf.jpg/ </div> |
| All times are GMT +7. The time now is 03:38 AM. |