|
Keindahan Tana Toraja
http://u.ceriwis.us/img/1971bos5aqri.jpg http://u.kaskus.us/2/bos5aqri.jpg Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada jg versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja. Kata Tana berarti 'negeri', sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan nama Tana Toraja. Wilayah Tana Toraja juga digelari Tondok Lili'na Lapongan Bulan Tana Matari'allo, dgn arti harfiahnya "Negeri yang bulat seperti Bulan dan Matahari". Wilayah ini dihuni oleh satu etnis (etnis Toraja). Menurut mitos, leluhur org Toraja adalah manusia yg berasal dr nirwana, mitos yg tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bhw nenek moyang masyarakat Toraja yg pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yg kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa - dalam bahasa Toraja). Lain lg versi dari DR. C. CYRUT seorang antropolog, dalam penelitiannya menuturkan bhw masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dr proses akulturasi antara penduduk lokal yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang yg notabene adalah imigran dr Teluk Tongkin (daratan Tiongkok). Proses akulturasi antara kedua masyarakat tersebut, berawal dr berlabuhnya Imigran Indochina dgn jmlh yg cukup banyak di sekitar hulu sungai yg diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut. Upacara adat : Rambu Solo' Adalah sebuah upacara pemakaman secara adat yang mewajibkan keluarga yang almarhum membuat sbuah psta sbg tanda penghormatan terakhir pada mendiang yg telah pergi Rmabu Solo merupakan upacara tertinggi di toraja. Biasanya upacara tertinggi dilaksanakan dua kali dgn rentang waktu sekurang kurangnya setahun, upacara yang pertama disebut Aluk Pia biasanya dlm pelaksanaannya bertempat disekitar Tongkonan keluarga yg berduka, sedangkan Upacara kedua yakni upacara Rante biasanya dilaksanakan disebuah lapangan khusus karena upacara yg menjadi puncak dari prosesi pemakaman ini biasanya ditemui berbagai ritual adat yg harus dijalani, seperti : Ma'tundan, Ma'balun (membungkus jenazah), Ma'roto (membubuhkan ornamen dari benang emas dan perak pada peti jenazah), Ma'Parokko Alang (menurunkan jenazah kelumbung untuk disemayamkan), dan yang terkahir Ma'Palao (yakni mengusung jenazah ketempat peristirahatan yang terakhir). Spoiler for tongkonan:
Spoiler for rambu solo':
Spoiler for pemakaman:
Spoiler for Tau tau:
Spoiler for ma'badong:
Spoiler for tedong:
Spoiler for ma'tinggoro tedong:
Spoiler for ma'nene:
Spoiler for sekolah ane nih:
|
gue uda liat beberapa kali tentang budaya toraja ndan...gue suka liatnya karena budaya ini dari jaman leluhur sampe sekarang masih kental banget...:mantap:
andan orang toraja yah? |
Quote:
bener ndan masih asri bgt... 4 th yg lalu ane kesana masih sama kyk ane pas ninggalin tator(tana toraja)... bukan ndan cm ane pernah tinggal disana... :riang::riang: |
keren + nyeremin ndan, tpi pgen ksana
|
Quote:
|
always want to go there.....
Thx for share ndan :mantap: |
Indah ndan,,dan banyak banget kebudayaannya yh,,:hope:
|
Quote:
diwujudka ndan... toraja tuh indah... :fallinlove: |
waaahh,.,,
Mari kita lestarikan budaya2 kitaa... btw itu yg nenek2 sereem amad ndaan.. :eeek: |
serem banget pictnya.. :huaa:
|
| All times are GMT +7. The time now is 11:11 AM. |
|