Dari pengamatan saya, sekitar 60-70% masih mencari tempat kuliah dengan alasan gengsi. entah dari perasaan pribadi,
maupun dari orang tua. sisanya Alhamdulillah, sudah tekad di dalam hatinya untuk menuntut ilmu.
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for alasan pribadi:
Merasa tersaingi dengan teman, malu sama pacar(kalo punya), biar keliatan keren, supaya gampang dapet kerja, dll.
ada juga yang menyatakan ingin kuliah di Universitas favorit, namun tidak tidak tahu mau mengambil jurusan apa?
jelas terlihat bahwa niat tulus untuk belajar atau mencari ilmu sudah dikalahkan oleh gengsi yang menggebu-gebu.
mengedepankan keharusan untuk diterima di PTN favorit tanpa memikirkan bagaimana kedepannya.
ada lagi yang cuma ingin dapet gelar untuk mendapatkan pekerjaan, ga peduli pekerjaan itu sejalur dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. jadi, kuliah pun dijalani dengan "biasa aja" tanpa 'passion' atau gairah yang tinggi untuk mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan.
Spoiler for open this:
Spoiler for open this:
for pesan TS:
ikutilah 'passion'mu, jadilah apa yang kamu mau, dan orang tuamu pun akan tersenyum atas apa yang kamu peroleh dari apa yang kamu inginkan. pasti.
tambahan (kata2 dari babeh ane) :
"jangan karena awalnya dipaksa, lalu memaksakan, hasilnya pun jadi terpaksa"
Kuliah itu penting gak penting. Artinya, kuliah itu selain untuk menambah ilmu yang tidak didapatkan pd waktu sekolah SMA/SMK, juga menambah wawasan serta kedewasaan dalam berfikir dan berperilaku. Setelah lulus, dan mendapatkan pekerjaan, biasanya lulusan Sarjana gajinya lebih tinggi dibanding dengan orang yang hanya lulusan SMA/SMK. Dengan bekal titel Sarja S-1/S-2/S-3, orang tsb bisa menempati posisi yang tinggi di suatu bidang pekerjaan (Manajer, Direktur, Hakim, Jaksa, Menteri, dll). Sementara kalau hanya lulusan SMA/SMK, posisi2 tsb sangat sulit untuk diraih (--bukan tidak mungkin--).
Tapi walaupun hanya berbekal lulusan SD/SMP/SMA/SMK, rejekinya bisa juga melebihi lulusan perguruan tinggi. Seorang penjual Bakso yang hanya lulus SMA di Qatar atau di Arab Saudi bisa jadi pendapatannya lebih besar daripada orang lulusan perguruan tinggi yang kerja di perusahaan di Qatar / Arab Saudi juga. Atau di Indonesia, juga ada banyak orang yang hanya lulusan SMA punya warung Tegal / warung makan yang penghasilannya lebih banyak dari mereka yang sarjana perlente dengan dasi di dada.
Jadi kuliah itu penting dan bisa jadi tidak penting. tergantung situasi dan kondisi seseorang.
nah yg 1 d bela2xin di masukin kuliah sama suami nya (bagian dari deal ama mertua ane waktu ngelamar dulu)
pas ane tanya, jawaban mertua ane, biar gak malu2xin keluarga lah intinya, kalo di tanya anaknya ada yg sarjana, kebanggaan tersendiri gitu lah intinya
sekarang? ijazah nya jamuran disimpan di lemari, karena jadi ibu rumah tangga doank, ijazah nya gak kepake
percuma cewe kuliah tinggi2x, ujung nya jadi ibu rumah tangga doank kok, kecuali gak peduli sama anak dan menobatkan pembantu baby sitter sebagai ibu anak ente (kejam tuh ibu model begitu)
Klo ane mah nyari ilmu sekalian mengembangkan "nalar" gan sbb gini gan menurut ane nilai mahasiswa dimata masyarakat biasa aj jd buat apa gengsi tapi klo sekolah SMA doang cuma bisa berfikir 2 langkah aj tapi klo Kuliah gan bisa 5 langkah palagi tu pengusaha mpe 10 langkah lo gan semenjak kuliah mata ane terbuka tentang dunia luar gan gak cuma ilmu tapi tabiat juga sikap orang malahan bisa dapet temen dari berbagai daerah :2good: