for
abdulkadir:
http://s.kaskus.id/images/2012/05/04...0504015827.jpg
Karir di tim nasional sepak bola Indonesia
Abdul Kadir pernah memperkuat timnas semasa dipegang pelatih asal Yugoslavia, Tony Pogacnik, Endang Witarsa, Djamiat Dhalhar, dan pelatih asal Belanda, Wiel Coerver. Ia pernah memperkuat timnas saat menjuarai Piala Raja 1968, Merdeka Games 1969, dan Pesta Sukan Singapura (1972). Kadir juga pernah memperkuat timnas saat menjadi runners up Piala Presiden Korsel (1970-1972).
Debutnya di Timnas PSSI adalah ketika berusia 16 tahun sudah ditarik masuk Timnas tampil di Ganefo (sekarang Asian Games) di Pyong Yang pada 1964.
Abdul Kadir mulai mencuat namanya mulai era 1964. Berkat kelincahan yang tinggi meski bertubuh mungil, dia kemudian menjadi langganan tim nasional hingga 1979. Menurut rekan seangkatannya M Basri, Abdul Kadir telah membuktikan kepada dunia olahraga bahwa postur tubuh bukan merupakan ukuran yang pasti tentang kemampuan seorang atlet berprestasi.
Bersama dengan Soetjipto Soentoro, Max Timisela, Iswadi Idris, dan Jacob Sihasale, ia terpilih sebagai pemain Asia All Stars pada tahun 1966-1970. Mereka adalah kuartet tercepat di Asia pada saat itu.
Abdul Kadir memiliki teknik sepak bola yang sangat tinggi, bahkan tidak kalah dibandingkan pemain dunia saat itu seperti Pele. Maha bintang sepak bola asal Brasil itu pernah bermain di Stadion Dtama Senayan bersama klub Santos, Juni 1972 dan sedang berada di puncak kejayaannya setelah membawa Brasil memenangi Piala Dunia 1970.
Sesudah pertandingan persahabatan yang dimenangi Santos 3-2, Pele diundang ke TVRI untuk melakukan akrobat bola. Pemain nasional yang diminta mendampingi Pele adalah Abdul Kadir, yang mendapat julukan "Si Kancil" karena kelincahannya dalam mengolah si kulit bundar di lapangan hijau.
Pemain yang berposisi sebagai kiri luar itu mencapai masa keemasannya pada awal 1970-an bersama rekan-rekan seangkatan seperti Soetjipto Soentoro, Ronny Pattinasarani, Jacob Sihasale, Iswadi Idris, Yudo Hadianto, dan Anwar Ujang.
Indonesia vs Uruguay (1974)
Skuad Indonesia vs Uruguay tahun 1974
Pada tanggal 19 April 1974, Indonesia kedatangan timnas asal Amerika Latin, Uruguay. Sebenarnya kedua tim memanfaatkan laga persahabatan ini sebagai laga ujicoba. Bagi Uruguay, ini sebagai pertandingan ujicoba untuk menghadapi pertandingan Piala Dunia 1974. Sedangkan bagi Indonesia sendiri, laga ini bertujuan untuk laga ujicoba ketika bertanding di Turnamen HUT Kota Jakarta 1974. Konon kursi kepelatihan Indonesia ketika itu berpindah dari Wiel Coerver ke Djamiat Dalhar dan ban kapten timnas berpindah ke tangan Aang Witarsa.
Sayangnya Timnas Uruguay ketika itu tidak membawa pemain intinya. Susunan pemain Indonesia ketika itu adalah:Ronny Paslah, Anwar Ujang, Subodro, Sutan Harhara, Jacob Sihasale, Nobon Kayamudin, Andi Lala, Anjas Asmara, Risdianto, Abdul Kadir, dan Waskito. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Istora Senayan, Uruguay harus takluk dari Indonesia 2-1. Gol Indonesia ketika itu dicetak oleh Anjas Asmara pada menit ke 30 dan Abdul Kadir pada menit 89. Sedangkan gol Uruguay dicetak melalui Juan Silva pada menit 55.
Karena tidak mau merasa malu, akhirnya mereka meminta pertandingan ulang. Dalam pertandingan ulang yang diadakan tanggal 21 April, akhirnya giliran Indonesia yang harus menerima kekalahan tipis dengan skor 2-3.