Ceriwis

Ceriwis (https://forum.ceriwis.com/forum.php)
-   Misteri, Horror, Supranatural (https://forum.ceriwis.com/forumdisplay.php?f=267)
-   -   [Perjalanan] Pencarian Sebuah Pemahaman, by Zed Leppelin (https://forum.ceriwis.com/showthread.php?t=89244)

zedleppelin 27th November 2010 09:16 AM

[Perjalanan] Pencarian Sebuah Pemahaman, by Zed Leppelin
 
Quote:

Rate 5 Stars is Nice
Melon Would be Great
Say "Thanks" Would be An Appreciation

:2good:

Quote:

Salam Budaya.....

Mari di thread ini kita saling sharing segala pengetahuan, pemahaman, cerita, unek, dan segala sesuatu yang menyangkut tentang perjalanan hidup Anda, baik dari sisi Supranatural maupun Spiritual. Pelajaran atau hikmah apa yang Anda dapat dari sebuah kejadian yang terjadi dalam hidup Anda.

Semua saling share di sini, saling berbagi, saling mengingatkan. Apa yang Anda pelajari bisa menjadi sebuah pengetahuan, jalan keluar, tambahan pemahaman, bagi rekan-rekan lain yang belum atau sedang mengalami suatu titik dalam hidupnya.

Let's share....let's learn...from life....
..........
Quote:

Last but not least....
Budaya ini milik bangsa Indonesia
Kalau bukan kita, siapa lagi yg akan
melestarikannya.

:gomen:


zedleppelin 27th November 2010 09:17 AM

Index
 
..........

zedleppelin 27th November 2010 10:26 AM

[Ziarah] Pangeran Jayakarta - Raden Ateng Kertadria
 
Spoiler for Sejarah Makam:

Quote:

Menurut Sejarahwan...
Ini adalah berupa petilasan
Sebuah sejarah ketika Pangeran Jayakarta melarikan diri dari serangan kompeni Belanda...
Beliau melemparkan jubah yang dikenakannya saat itu ke sebuah sumur....
Tentara Kompeni anggap Beliau tenggelam di sumur itu...
Kemudian menembak brutal ke dalam sumur tersebut...
Pangeran Jakarta pun berhasil melarikan diri akibat tipuannya itu....
Yang akhirnya jalur beliau melarikan diri dinamai Jl. Pangeran Jayakarta...

Walau tertulis di makam tersebut sebuah nama...
"Raden Ateng Kertadria"...

Seorang sahabat Pieter Erbervelt...
Yang dituduh oleh Belanda melakukan penggulingan pemerintah...
Di tahun 1722



Spoiler for Sejarah Raden Ateng Kertadria:

Quote:

Pieter Erberveld adalah BUKAN Pangeran Pecah Kulit. Dia adalah seorang rakyat biasa tetapi kaya raya, karena orang tuanya seorang pengusaha. Bapaknya keturunan Jerman dan Ibunya Syiam / Thailand. (Karena kata pangeran biasanya berkonotasi ke raja atau sultan) Tanah Pieter Erberveld melimpah, dia juga bnyak bergaul dengan pribumi di sekitarnya. Yang paling dekat dengannya adalah Raden Ateng Kartadriya. Raden Ateng Kartadriya adalah seorang pemuka agama, "konon" Pieter Erberveld masuk Islam karenanya. Mereka sering berkumpul dengan masyarakat pribumi baik di mushola / langgar atau di rumahnya Pieter E. Belakangan Belanda mencium gelagat ini. Belanda tidak suka, Pieter sering dicelakai, tanahnya sering diklaim oleh pemerintah Belanda. Semakin kuatlah dia (Pieter) bergabung dengan R. Ateng. Perkumpulannya semakin banyak diminati, pada suatu malam di Rumahnya Pieter diadakan pertemuan. Tidak lama, tiba-tiba rumah Pieter digerebek dan Pieter ditangkap bersama Raden Ateng Kartadriya juga yang lain. Kemudian mereka di tahan di Stadhuis (kini Museum Sejarah Jakarta / Mus. Fatahillah) tak lama kemudian mereka di hukum mati dengan sadis. Kaki dan tangannya di tarik oleh 4 kuda berlawanan arah mata angin. Pastinya kebayang donk tubuhnya berantakan?

Tahu kenapa pada saat Pieter berkumpul diketahui Belanda? "Konon" kabarnya sang bujang / pembantu Pieter Erberveld kecewa dan patah hati karena ditolak cintanya oleh Suzana, anak sang majikan. Merasa tidak terima, akhirnya dia melaporkan pertemuan malam tersebut ke Pemerintah Belanda.



zedleppelin 27th November 2010 11:29 AM

[Ziarah] Rd. Tmg. Anggadikoesoemar
 
Quote:

Sejarah masih di telusuri....
:peace:

zedleppelin 27th November 2010 11:56 AM

[Ziarah] Pangeran Jayakarta - Achmad Djaketra
 
Spoiler for Sejarah:

Quote:

Pada medio 22 Juni 1527 silam, Fatahillah mensyahkan nama Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Jayakerta atau Jayakarta usai merebutnya dari Kerajaan Pajajaran pada pertengahan Februari 1527 dan berhasil mengusir pasukan Portugis yang berambisi menguasai bandar samudra nan ramai kala itu.

Setelah itu Fatahillah memutuskan pulang ke Banten dan mewariskan kekuasaanya kepada sang menantu Ratu Bagus Angke atau Pangeran Hasanuddin yang kemudian mewarisi kekuasaan Jayekarta kepada anaknya Pangeran Achmad Djaketra atau lebih dikenal Pengeran Jayakarta.

Sejarah mencatat dibawah kepemimpinan Pangeran Jayakarta kota bandar maju pesat dalam hal perdagangan hasil bumi. Hingga akhirnya Pemerintah Belanda lewat perusahaan dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), secara licik berhasil merebut Jayekarta dan menggantinya menjadi Batavia.

Usai di kudeta, Pangeran Jayakarta dan para pengikutnya pun bersembunyi di Tenggara Jayekarta yang saat ini dikenal dengan nama Jatinegara Kaum hingga ia meregang nyawa pada tahun 1640.

Itulah sekelumit kisah sejarah Pangeran Jayakarta yang makamnya kini menjadi cagar budaya. Ya, dikomplek pemakaman dan tergabung dengan masjid Assalafiyah yang terletak di Jalan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur inilah terbaring pahlawan bangsa yang pernah bertarung mempertahankan harga diri bangsa dari rakusnya tangan-tangan penjajah.

Di kompleks pemakaman bersejarah yang sempat dirahasiakan selama tiga abad ini, tak hanya ditemui makam Pangeran Jayakarta. Tapi juga terdapat makam Pangeran Lahut yang merupakan putra dari Pangeran Jayakarta.

Pangeran Soeria Bin Pangeran Padmanegara, makam yang dipindahkan dari Kramat pada tahun 1978. Juga makam Pangeran Sageri, Ratu Rapiah putri Pangeran Sanghiyang istri Pangeran Sageri.

Yah, meski Pangeran Jayakerta hidup tiga abad sebelum masa sekarang, namun tak salah bila kita mengenang kisah heroiknya dengan menghargai setiap jejak sejarah yang ditinggalkan. Dan seperti ucapan Bung Karno dalam salah satu pidatonya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.


Spoiler for Silsilah Singkat:

Ane perjelas dulu yang dinamakan Pangeran Jayakarta :

1. Pangeran Jayakarta I (Fatahillah dimakamkan di Cirebon) di salah satu versi bermantukan / pun memberikan kepemimpinan atas kota Jakarta pada :

2. Pangeran Jayakarta II (Tubagus Angke / Pangeran Djaya Ki Gedeng Angke bin Pangeran Panjunan, dimakamkan di komplek Masjid Angke) beranak:

3. Pangeran Jayakarta III (Pangeran Sungerasa Wijayakrama / Pangeran Wijayakarta dimakamkan di Tanara-Banten) beranak :

Pangeran Jayakarta yg paling umum dikenal :
4. Pangeran Jayakarta IV (Pangeran Ahmad Jaketra, dimakamkan di Jatenegara Kaum Jakarta) beranak:
5. Pangeran Jayakarta V (Pangeran Padmanegara, Jatinegara Kaum) beranak:
6. Pangeran Jayakarta VI (Pangeran Lahut, Jatinegara Kaum)



atheis 27th November 2010 12:50 PM

hmm... perjalanan ndan zed di jakarta semua ya...

yang diluar jakarta ada gk ndan?? :tanya:

zedleppelin 27th November 2010 02:06 PM

Quote:

Originally Posted by atheis (Post 510968)
hmm... perjalanan ndan zed di jakarta semua ya...

yang diluar jakarta ada gk ndan?? :tanya:

Ada kok....
:senyum2:

Tapi saya menganut filosofi...
"Every journey starts from one small-single step."

Yang artinya...
Dimana saya berpijak untuk hidup / tinggal...
Disitu saya lebih dulu melangkahkan kaki untuk mengenal...
Daerah dimana saya tinggal...

Dalam hal ini....DKI JAKARTA
:mantap:

cumie 27th November 2010 03:23 PM

mantap ndan......kalo pangeran jaketra ane pernah ke sana....
kalo makamnye pitung di mana gan? apa bener ada tujuh

zedleppelin 27th November 2010 04:42 PM

[Ziarah] Raden Muhammad Ali a.k.a Si Pitung Rawabelong
 
Quote:

Originally Posted by cumie (Post 511225)
mantap ndan......kalo pangeran jaketra ane pernah ke sana....kalo makamnye pitung di mana gan? apa bener ada tujuh

http://i38.tinypic.com/2z554c5.jpg


Raden Muhammad Ali
Bin
Raden Samirin
Bin
Raden Abdul Khadir
Bin
Pangeran Jidar (Nitikusuma Ke-5)
1874 - 1893 / 1903




Mengenai pertanyaan 7 Makam....itu sudah sepenuhnya di bahas tuntas oleh guruku di forum sebelah. Saya tidak akan membahas lebih banyak lagi untuk menghormati guruku tersebut karena sumbernya pun sama.

:peace:

Namun demikian, mungkin bisa saya singkat lagi di sini :

Quote:

7 Makam Pitung:
Kemandoran, Kemayoran , Krekot Penjaringan, Depok Sawangan , Setu , Sukabumi , Parung

Pituah 7 :
  • Pitung# 1. Salihun [ ketua ]
  • Pitung# 2. Ji'i [ Saroji ]
  • Pitung# 3. Abdulrahman
  • Pitung# 4. Daeng Merais
  • Pitung# 5. Mat Jebul
  • Pitung# 6. Tocang Gering
  • Pitung# 7. Mujeran [ Bang Juragan ]

Quote:

Rahasia tujuh itu terletak pada pemahaman hakekat tujuh spirit....
Quote:

NB : Detail ttg Silat Cingkrik ala pitung, bisa di tanyakan langsung ke Mbah Suman.....MOD ForSup tercinta ini. Xixixixixi....

:peace:

suman 29th November 2010 11:52 PM

apa2an nih bawe2 name ane?
Posted via Mobile Device

cumie 30th November 2010 10:12 AM

Spoiler for pitung:
Quote:

Originally Posted by zedleppelin (Post 511753)
http://i38.tinypic.com/2z554c5.jpg


Raden Muhammad Ali
Bin
Raden Samirin
Bin
Raden Abdul Khadir
Bin
Pangeran Jidar (Nitikusuma Ke-5)
1874 - 1893 / 1903




Mengenai pertanyaan 7 Makam....itu sudah sepenuhnya di bahas tuntas oleh guruku di forum sebelah. Saya tidak akan membahas lebih banyak lagi untuk menghormati guruku tersebut karena sumbernya pun sama.

:peace:

Namun demikian, mungkin bisa saya singkat lagi di sini :



mantap ndan penjelasannya......soalnye ane blom tau, maklum di forum sebelah juga ane jarang mampir........

Quote:

Originally Posted by suman (Post 518243)
apa2an nih bawe2 name ane?
<img src="http://ceriwis.us/wap.gif">

:ilove: ini dia orangnya..................blom di bakarin menyan dah dateng.........

zedleppelin 30th November 2010 12:32 PM

Quote:

Originally Posted by suman (Post 518243)
apa2an nih bawe2 name ane?
http://ceriwis.us/wap.gif

Xixixixi...situ bukannye sempet gubrak gabruk latihan cingkrik?
:gg:

zedleppelin 30th November 2010 02:14 PM

[Pemahaman] Pembelajaran dari Sebuah Pelet
 
Yang Seneng Pelet atau Punya Niat Melet



Cinta memang rumit
Cinta bisa membutakan orang yang mencinta

Aku begitu mencintai seseorang dgn tulus
Tapi orang itu justru melukai hatiku
Menjalin cinta yang lain

Pikiranku kalut, marah, kecewa....
Hingga langkah bathin pun ku lakukan


Berhasil memang
Dia kembali padaku...

Tapi kini kudapati fakta
Pikirannya begitu penuh bercabang
Antara aku dan pria lain itu

Cintaku itu sering terlihat kosong pandangannya
Belakangan, dia tidak seperti yang dulu
Bahkan sering kesurupan

Aku menyesal...Aku menyadari...
Bukan begini cinta suci

Ku ikhlaskan semua
Biar Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk kami

Cinta tak harus memiliki
Melihatnya bahagia, walau (mungkin) bukan denganku
Itulah harapan untuk cintaku




Hargai cinta suci
Jangan nodai dia dengan nafsu mu
Lihatlah dia bahagia
Walau (mungkin) bukan denganmu...


Tribute to...
My love, out there
This hurt u've made...won't heal in time
But this love.....will always in my heart

Kesetiaan bukan lah mencari kesempurnaan dalam sebuah cinta
Tapi dengan menjadi setia, maka sempurna lah cinta tersebut

zedleppelin 30th November 2010 02:18 PM

[Pemahaman] Sebuah Pencarian Illahi....
 


Hati ini memintaku tuk terus melangkah
Hasrat ini memaksaku tuk mencari sebuah jawaban

Semua yang kumiliki luntur sudah
Ketika terus kulantunkan nama-NYA

Semua tak berguna
Semua tak kuasa
Semua tak memiliki arti

PERJALANAN ini harus kulalui
PENCARIAN ini harus kulakukan

untuk sebuah arti dalam hidupku

~ Zed Leppelin ~

zedleppelin 30th November 2010 02:21 PM

[Pemahaman] Sebuah Perjalanan
 
~ Sebuah Perjalanan ~


Spoiler for Bagian Pertama:

Pernah ku dihadapkan pada sebuah cobaan
Yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat
Merenggut semua dalam hidupku...

Berbagai cara kulakukan
Doa dan segala upaya LOGIS kujalani
Namun tanpa hasil

Aku putus asa...
Aku tersesat...

Aku pun mulai babak baru kehidupanku
Lembaran pertamaku menapaki Dunia Supranatural

Berbagai tempat kudatangi
Berbagai sesepuh kusambangi
Berbagai syareat kujalani
Tak terhitung jumlah materi yang mengalir
Tak terhitung waktu yang telah terbuang

Tanpa kusadari, aku semakin tersesat
dan justru semakin terpuruk ....


Spoiler for Bagian Kedua:

Aku menangis...Aku bersimpuh...
Menyesali segala kebodohan dan khilafku
Laa Ilaha Illa Anta, Subhanaka Inni Kuntu Minadzaalimiin
Pelan-pelan kutata kembali kehidupanku, iman dan akidahku

Banyak ILMU yang kemudian justru kudapatkan
Banyak HIKMAH yang bisa kupelajari

Kuperoleh pula sebuah penjelasan
Bahwa "obat untuk segala" sesungguhnya sudah ada
Dalam sebuah "Quran" yang tertanam di hati

Cobaan yang menjadi pangkal perjalananku ini
Berangsur kulewati dengan sendirinya
Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun
Sebuah pemahaman tentang keikhlasan
Wa Ufawwidu Amri Ilallah

dan tentang nilai Lillahi Ta'alla


Spoiler for Bagian Ketiga:

Terima kasih ku ucapkan pada semua teman, guru, atau pun sesepuh
Ajaran kalian adalah tongkat untuk membantuku berdiri...

Aku hanyalah orang bodoh
Kosong tanpa arti

Hormatku pada kalian semua
Dan segala keilmuan yang ada
Yang hanyalah sekelumit kecil
Dari milik Yang Maha Menguasai alam semesta ini beserta isinya
Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah

cumie 1st December 2010 11:26 AM

Spoiler for curahan mbah zed:
Quote:

Originally Posted by zedleppelin (Post 519109)
Yang Seneng Pelet atau Punya Niat Melet



Cinta memang rumit
Cinta bisa membutakan orang yang mencinta

Aku begitu mencintai seseorang dgn tulus
Tapi orang itu justru melukai hatiku
Menjalin cinta yang lain

Pikiranku kalut, marah, kecewa....
Hingga langkah bathin pun ku lakukan


Berhasil memang
Dia kembali padaku...

Tapi kini kudapati fakta
Pikirannya begitu penuh bercabang
Antara aku dan pria lain itu

Cintaku itu sering terlihat kosong pandangannya
Belakangan, dia tidak seperti yang dulu
Bahkan sering kesurupan

Aku menyesal...Aku menyadari...
Bukan begini cinta suci

Ku ikhlaskan semua
Biar Allah yang menentukan mana yang terbaik untuk kami

Cinta tak harus memiliki
Melihatnya bahagia, walau (mungkin) bukan denganku
Itulah harapan untuk cintaku




Hargai cinta suci
Jangan nodai dia dengan nafsu mu
Lihatlah dia bahagia
Walau (mungkin) bukan denganmu...


Tribute to...
My love, out there
This hurt u've made...won't heal in time
But this love.....will always in my heart

Kesetiaan bukan lah mencari kesempurnaan dalam sebuah cinta
Tapi dengan menjadi setia, maka sempurna lah cinta tersebu
t



dalem banget mbah zed.....
ane juga pernah kaya gitu....
memaksakan sesuatu keinginan pribadi
dengan memanipulasi pikiran seseorang
itu memang berhasil, tapi setelah kusadari bahwa yang kuinginkan tak sepenuhnya seperti yang diharapkan......
memang ku mendapatkan dia kembali...
namun hanya raganya yang bersamaku..
pikiran dan tatapannya seperti nanar...........
bahkan semakin lama ku merasa semakin tidak mengenalnya....

aku pun malu pada diriku sendiri....
inikah arti sebuah cintaku padanya..
ataukah hanya keegoisan ku......
yang memaksakan agar kau bersamaku lagi....

melupakan seseorang yang pernah mengisi ruang kosong di hati ini memang amatlah sulit,apalagi jika sampai seseorang tersebut meninggalkan kenangan yang sangat membekas di hati baik itu perasaan baik ataupun rasa sakit hati...

pesen yg bisa di ambil :
sebelom mengambil jalan pintas buat dapetin seseorang a.ka pelet...
lebih baik pikir2 lagi deh......apa keuntungan dan kerugiannya.......
baik buat ente maupun orang yg ente mau pelet.......

Quote:

kalo kata mbah zed
Kesetiaan bukan lah mencari kesempurnaan dalam sebuah cinta
Tapi dengan menjadi setia, maka sempurna lah cinta tersebu

zedleppelin 1st December 2010 12:53 PM

Quote:

Originally Posted by cumie (Post 520295)
Spoiler for curahan mbah cumie:


dalem banget mbah zed.....
ane juga pernah kaya gitu....
memaksakan sesuatu keinginan pribadi
dengan memanipulasi pikiran seseorang
itu memang berhasil, tapi setelah kusadari bahwa yang kuinginkan tak sepenuhnya seperti yang diharapkan......
memang ku mendapatkan dia kembali...
namun hanya raganya yang bersamaku..
pikiran dan tatapannya seperti nanar...........
bahkan semakin lama ku merasa semakin tidak mengenalnya....

aku pun malu pada diriku sendiri....
inikah arti sebuah cintaku padanya..
ataukah hanya keegoisan ku......
yang memaksakan agar kau bersamaku lagi....

melupakan seseorang yang pernah mengisi ruang kosong di hati ini memang amatlah sulit,apalagi jika sampai seseorang tersebut meninggalkan kenangan yang sangat membekas di hati baik itu perasaan baik ataupun rasa sakit hati...

pesen yg bisa di ambil :
sebelom mengambil jalan pintas buat dapetin seseorang a.ka pelet...
lebih baik pikir2 lagi deh......apa keuntungan dan kerugiannya.......
baik buat ente maupun orang yg ente mau pelet.......

Pemahaman mantab dari bro Cumie
:mantap:

Memang kalau otak (baca: nafsu) telah mengalahkan hati nurani, maka penyesalanlah yang datang belakangan. Apalagi bagi mereka2 yang sudah dibekali "jurus" khusus dalam hal supra, salah2 menggunakan bisa malah berbahaya.

:rokok:

Nice share bro....kl ada cerita lainnya, silahkaaaannnn dishare.

zedleppelin 1st December 2010 05:20 PM

[Renungan] Di Balik Sebuah Kesulitan
 
Quote:

Jangan sia-siakan kesulitan Anda.
Masa sulit adalah masa yang paling menuntut pembuktian dari kemampuan kita untuk memperbaiki diri....

Syukurilah kesulitan...
karena ia merampas semua hal yang tidak berguna dari perhatian Anda,
agar Anda menggunakan waktu dan tenaga hanya untuk memperbaiki diri,
untuk menjadi jiwa yang lebih bernilai bagi sesama.

Kesulitan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri.

..........

cumie 1st December 2010 10:49 PM

Quote:

Originally Posted by zedleppelin (Post 520892)
.......... [Renungan] Di Balik Sebuah Kesulitan




Jangan sia-siakan kesulitan Anda.
Masa sulit adalah masa yang paling menuntut pembuktian dari kemampuan kita untuk memperbaiki diri....

Syukurilah kesulitan...
karena ia merampas semua hal yang tidak berguna dari perhatian Anda,
agar Anda menggunakan waktu dan tenaga hanya untuk memperbaiki diri,
untuk menjadi jiwa yang lebih bernilai bagi sesama.

Kesulitan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri.


sebuah untaian kata2 dengan makna yang teramat dalam...........


kebanyakan dari kita mengeluhkan kesulitan yang kita alami, merasa tidak sanggup menanggung kesulitan yang kita alami,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
QS 94:6
  • Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.
Dua ayat ini memberikan penjelasan khusus mengenai 'sang' kesulitan, yakni 'bersama kesulitan ada kemudahan', yang menunjukkan bahwa hanya ada satu kesulitan.


Ini berarti bahwa pada setiap kesulitan ada dua kemudahan atau solusi.
*. Solusi pertama adalah bahwa kesulitan akan berlalu: ia tidak bisa berlalu dengan sendirinya, tapi akhirnya ia akan berlalu karena lambat laun kita pergi darinya melalui kematian.


*. Solusi kedua adalah bagi pencari sejati; solusinya terletak dalam pengetahuan tentang proses awal terjadinya kesulitan kemudian melihat kesempumaan di dalamnya.



Berbagai kesulitan dalam hidup kita boleh jadi karena salah satu diantara beberapa hal berikut ini :
1. Ujian keimanan
Orang-orang yang mengaku beriman kepada Alloh akan diuji pernyataan keimanannya.
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS: Al Ankabut (29) : 2 -3).

2. Saringan untuk masuk surga
”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS : Ali Imron (3) : 142).

3. Peringatan
“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Alloh.” (QS : An Nisa’ (4) : 123).

4. Penghapus dosa.
”Tidak ada satu musibahpun yang menimpa seorang muslim, baik letih, sakit, kecemasan, kesedihan, pederitaan, duka cita hingga tertusuk duri sekalipun, niscaya dengannya Alloh akan menghapus segala kesalahannya.” (HR. Bukhori : XIX/26)
Ujian senantiasa menyertai seorang mukmin dan mukminah pada jasadnya, hartanya, serta anak-anaknya hingga dia menemui Robbnya dan tidak ada lagi dosa pada dirinya. (HR. Ahmad).

5. Akan dikaruniai pahala besar.
” Pada hari kiamat kelak, timbangan untuk orang-orang yang mendapatkan musibah akan diberatkan. Demikian timbangan para mujahidin dan sholihin. Pada hari itu orang-orang yang selama di dunia selalu sehat wal afiat sangat ingin mendapatkan ganjaran sebagaimana orang-orang yang ditimpa musibah. Mereka rela seandainya selama di dunia dahulu daging mereka dipotong dengan pisau. (HR. Tirmidzi).

6. Agar kembali ke jalan Alloh.
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang sholih dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS : Al A’Roof (7) : 168).

*. Seberapapun dan seberat apapun kesulitan yang dihadapi , penyikapan terbaik adalah berbaik sangka kepada Alloh.
*. Yakini bahwa segala takdir yang ditetapkan-Nya atas diri kita, sepenuhnya merupakan ungkapan kasih sayang-Nya.
*. Kalaupun terasa berat untuk ditanggung oleh jiwa dan raga kita, pasti jiwa kita sanggup menanggungnya.
*. Jangan biarkan nafsu yang merespon ketentuan-Nya.
*. Istiqomahkan jiwa dalam sabar dan ikhlas atas segala sesuatu yang terjadi atas diri kita. Kewajiban manusiawi manusia adalah seraya memohon pertolongan-Nya, berusaha untuk mencari jalan keluar atas kesulitan yang kita hadapi

zedleppelin 2nd December 2010 10:21 AM

Satu lagi pemahaman dan pembabaran yang menarik dari saudaraku cumie...

Quote:

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit katakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."

Al-Baqarah : 155
Quote:

"Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."

Al-Insyirah (Alam Nasyrah) : 5-8
Bagi saya....semua itu kembali kepada pemahaman dan penerapan konsep.
"La Haula...dan Innalillahi....."

Semakin cinta ane ame ente broer....
:ilove:

zedleppelin 28th December 2010 06:00 PM

[Ziarah] Situs Batu Semar
 
Quote:

Salah satu bentuk budaya Indonesia
Warisan budaya kota Cirebon
Sebuah tumpukan batu besar
Bernama Batu Semar

Konon....
Ritual "Berdoa", "Memasuki Celah Batu", "Memanjat Batu", dan "Berserah Diri"
Merupakan bentuk tahap menghadapi suatu masalah hidup
Yang Insya Allah semua pasti ada jalan keluarnya

Namun semua....
Kembali kepada ridho-NYA.....

Wallahu a'lam bi shawab


zedleppelin 28th December 2010 07:08 PM

[Ziarah] Radjo Intan bin Marah Bagindo (Syabandar)
 
Quote:

Aku bertemu almarhum secara sirr (ghaib)
Ketika mendapatkan "salam" dari beliau
Pesannya untuk menziarahi makamnya
Padahal aku tak kenal sama sekali dengan beliau

Alhamdulillah,
Dari silahturahmi ziarah tersebut
Aku di ijasahkan (kasyaf) sebuah baju tradisional Minang
Berwarna merah bermotifkan benang emas
Insya Allah untuk tujuan pengobatan

Setelah kutelusuri,
Ternyata beliau pemegang Silek Syahbandar
Masih keturunan dari bangsawan Minang
Yang berpesan padaku untuk melestarikan silat
sebagai BUDAYA INDONESIA

Al-Fatihah to Radjo Intan bin Marah Bagindo


zedleppelin 28th December 2010 07:39 PM

[Ziarah] Masjid Al-Ikhsan
 
Quote:

Berawal dari referensi guruku Kisawung
Untuk berziarah ke masjid ini

Suatu keunikan tersendiri
Mandi di masjid ini
Yang seharusnya airnya sedingin air es kulkas (daerah Puncak Pas)
Namun justru hangat yang terasa

Plus bertemu dan bersilahturahmi dengan "kerajaan" di sana
:gg:


zedleppelin 28th December 2010 08:28 PM

[Ziarah] Keraton Kasepuhan Cirebon
 
Quote:


Spoiler for Foto-Foto:

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._5126096_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._7100681_n.jpg
Lingga-Yoni

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._6222017_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._2680313_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._5037629_n.jpg
Titik Pancer Keraton - Titik dimana Sultan "menyaring" para tamu yang datang. Baik-Buruk tamu nya pasti dapat ditimbang Sultan melalui titik ini.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._5225432_n.jpg
Singgasana Sultan di temani para panglima dan permaisuri. Peninggalan nilai budaya beliau; Sang Sultan lah yang turun menghampiri para tamunya, bukan Sang Tamu yang menghampiri. Menandakan kerendahan hati beliau.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._5326077_n.jpg
Gambar yang di ambil dari hasil pemikiran Sang Sultan, memiliki falsafah Islam dan kehidupan yang begitu mendalam.

- Jumlah Bunga Teratai : ada yang 2 - 3 - 4, representasi dari rakaat shalat.
- Bunga Teratai : representasi pengayom. Kita sebagai umat manusia harus saling menjaga dan melindungi sesama.
- Burung Kakak Tua : Sang Raja haruslah pandai berdiplomasi layaknya seekor kakak tua yang pandai berbicara.
- Warna Hijau pada Daun : Melambangkan persatuan dan kesatuan.



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._3225994_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._3828079_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._1316893_n.jpg
Tiang Pancer

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._8075404_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._1753178_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._3776534_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._6151383_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._4232006_n.jpg
Alas Batu yang digunakan untuk menempa pusaka

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._7854838_n.jpg
Pohon Pancer

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._3646995_n.jpg
Alas Sholat Yang Pernah Digunakan Sunan Gunung Jati


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._1396596_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-...4_525845_n.jpg
Masjid Cipta Rasa


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._3208632_n.jpg
Masjid Cipta Rasa


EnterWind 29th December 2010 03:26 PM

pjlnannya kren2 tp aq mch sneng k mall sih
:cheers:

zedleppelin 30th December 2010 10:16 AM

[Ziarah] Sejarah Kuningan - Jakarta
 
Quote:

Originally Posted by FloatToGfx (Post 590084)
Kuningan sejarah nya gimana tuh.. padahal ane pengen tau.
:sengsara:

Quote:

Setelah berhasil membereskan Kerajaan Islam Banten, bersama Falatehan, Adipati Keling, dan Pangeran Cakrabuana, Pangeran Kuningan mengusir pasukan Portugis dari Indonesia di Sunda Kelapa. Kemenangan pasukan Demak Cirebon dengan keempat pimpinan pasukan mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527 diploklamirkan sebagai hari kelahiran Jakarta.

Kehadiran Falatehan, Adipati Keling, Pangeran Cakrabuama, dan Pangeran Kuningan ke Banten sebenarnya ada hubungannya dengan perjuangan menegakkan agama Islam. Pada tahun 1526, terjadi pemberontakan di Banten yang dikuasai oleh Padjajaran. Kenapa? Pada saat itu, agama Hindu yang dibawa Padjajaran ingin menguasai Banten. Namun, sebagian besar tentara ingin memeluk agama Islam. Alhamdulillah Pangeran Sebakingkin -putra dari Sunan Gunung Jati dari ibu Putri Ratu Kawunganten- berhasil menggempur negara bagian Banten yang mencoba meng-Hindu-kan seluruh Banten. Pada tahun 1527, sebagian Banten sudah memeluk agama Islam.

Rupanya berita tentang pecah perang di Banten terdengar sampai ke kuping Sunan Gunung Jati. Oleh karena itu, pada tahun 1526, Gusti Sinuhun Sunan Gunung Jati dan Sultan Trenggono Sultan Demak III mengirim pasukan berupa tentara gabungan Demak Cirebon yang dipimpin oleh Falatehan. Pria terakhir ini digelari Penglima Besar, mirip kayak Jenderal Soedirman yang kita kenal belakangan.

Pasukan tentara gabungan ini berjumlah 1918 orang. Panglima dari Cirebon terdiri dari Pangeran Carbon (Putra Panglima Besar Carbon Pangeran Cakrabuwana), Dipati Keling, dan panglima lain. Dalam pasukan gabungan ini ada pula Dipati Cangkuang yang kelak dikenal sebagai Pangeran Awangga atau Pangeran Kuningan.

“Mereka (pasukan tentara gabungan-pen) ini ada yang jalan laut, ada yang jalan darat,” jelas Ketua Yayasan Pangeran Kuningan Soleh Manaf, yang pada tahun 1973 turut serta melakukan ekspedisi ke Cirebon untuk merekonstruksi sejarah Pangeran Kuningan. “Pasukan yang melewati jalan darat, mereka berjalan dari Cirebon melewati Kerawang, Pakuan Bogor, baru menuju ke Banten. Anda bisa bayangkan jarak tempuh perjalanan mereka? Luar biasa!

Setelah mengalahkan pasukan tentara Padjajaran, tentara gabungan Demak Cirebon melanjutkan perjuangan melawan penjajahan Portugis yang dipimpin oleh Fransisco de Sa. Kehadiran armada perang besar Portugis di Sunda Kelapa ini dikarenakan ingin melanjutkan deal-deal yang sudah dilakukan antara Hendrixus Leme dengan pihak Padjajaran. Selain itu, Portugis juga ingin menyebarkan ajaran Kristen dan menjajah bangsa Indonesia. Alasan-alasan itulah yang menyebahkan Falatehan dan panglima-panglima lain tidak bisa menerima. Mereka pun berperan dan Alhamdulillah menang. Momentum kemenangan di Sunda Kelapa itu yang kelak lahir nama Jayakarta yang artinya kemenangan.

Percaya nggak percaya, pada saat perang melawan Portugis, pasukan gabungan Demak Cirebon cuma menggunakan senjata ‘blandringin batu bata’ dan senjata bambu kuning yang ujungnya diruncingkan. Sementara pasukan Portugis menggunakan senjata laras panjang dan meriam. Namun toh Portugis keok juga. Mereka meninggalkan Sunda Kelapa pada tahun 22 Juni 1527 menuju ke Basem Pasai yang memang sudah menjadi jajahan mereka sebelumnya.

Pasukan tentara gabungan Demak Cirebon yang tersisa kembali ke kota masing-masing. Selain pasukan, Adipati Keling dan Pangeran Cakrabuana pun kembali ke Demak dan Cirebon. Sementara Falatehan dan Pangeran Kuningan tetap tinggal di ibukota Batavia. Sepeninggal Falatehan (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah) yang sempat memegang tampuk pimpinan sebagai Adipati I atau setingkat dengan Gubernur, Pangeran Kuningan lah yang menggantikan sebagai Adipati ke-II. Pelantikan dilakukan oleh Sunan Gunung Jati.

Tidak seperti Falatehan, Pangeran Kuningan malah menggerakkan roda pemerintahan di daerah Selatan. Beliau melipir (menyusuri) via Sungai Krukut menuju ke wilayah baru yang masih hutan belukar, dimana sulit mencapai wilayah baru ini melalui darat. Dengan menggunakan perahunya, Pangeran Kuningan dengan sebagian pasukan tersisa melintas dari kota ke wilayah yang kelak menjadi kampung Kuningan.

Sekadar info, sungai Krukut ini merupakan pecahan dari satu sumber sungai, dimana alirannya pecah menjadi dua bagian dari wilayah kota. Aliran pertama menjadi sungai Ciliwung, aliran kedua ya sungai Krukut itu. Sampai saat ini, sungai Krukut masih ada. Anda bisa melihat di antara gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan gedung Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM). Selain mengalir melewati pinggir jalan Gatot Subroto, sungai Krukut mengalir juga ke arah Jeruk Purut.

Seperti juga Falatehan, Pangeran Kuningan yang bernama lain Adipati Awangga ini dianggap sebagai proklamator Jayakarta. Artinya, beliau termasuk pendiri dari kota Jakarta ini. Hal tersebut banyak orang yang tidak mengetahui hal ini. Selain itu, tentu saja beliau cukup berjasa mengusir penjajah dan menolak kolonialisme di bumi Nusantara ini. Lebih dari itu, beliau merupakan penyebar ajaran Islam yang kedudukannya tidak kalah penting dengan Walisongo di pulau Jawa.

Menurut sejarawan Cirebon Pangeran Rachman Sulendraningrat, Pangeran Kuningan lahir kira-kira tahun 1449 Masehi di desa Cangkuang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Beliau masih kerabat dengan Gusti Sinuhun Sunan Gunung Jati.

Pada tahun 1481 Masehi, Pangeran Kuningan mendapat predikat ‘Dalem Babakan Cianjur’. Tahun itu, ia datang ke Cirebon khusus buat memeluk Islam dan berguru pada Sinuhun Sunan Gunung Jati.

Gelar Pangeran Kuningan sebenarnya merupakan anugerah dari Sunan Gunung Jati. Ceritanya putra Sunan Gunung Jati dari perkawinannya dengan Ong Tien Nio yang bergelar Ratu Rara Sumanding ini masih kecil. Oleh karena masih kecil, maka harus ada orang yang menjadi wali. Pangeran Awangga dinobatkan menjadi wali anak Sunan Gunung Jati dan diberi gelar Pengeran Kuningan.

Pusat pemerintahan Pangeran Kuningan berada di masjid Kuningan yang kini dikenal dengan nama Al Mubarok yang berada di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Ternyata butuh perjuangan yang cukup panjang buat menjadikan Pangeran Kuningan sebagai the real hero of Jakarta. Selama ini warga hanya mengenal Fatahillah sebagai satu-satunya pahlawan Jakarta. Bahkan pemerintah sendiri kurang mempublikasikan literatur tentang Pangeran Kuningan ini. Anda tahu, kalo saja tidak ada Drs. H. Wardie Asnawie, barangkali sosok Pangeran Kuningan nggak akan pernah kita kenal. Gara-gara tokoh masyarakat asli Kuningan, Jakarta Selatan ini, masjid Al Mubarok maupun nisan makam Pangeran Kuningan di dalam kompleks Gedung Telkom, jalan Gatot Subroto, nggak akan pernah ada.

“Beliau memang sangat concern dengan sejarah Pangeran Kuningan dan mengumpulkan situs-situsnya,” ujar Achmad Syarif Hidayatulloh, putra ke-5 dari (alm.) Drs. H. Wardie Asnawie.

Barangakali kalo nggak ada (alm.) Asnawie, masjid Al Mubarok nggak akan pernah berdiri sampai sekarang. Padahal masjid tersebut adalah masjid tertua di Jakarta, karena dibangun pada tahun 1527 M. Kenapa masjid ini nggak mungkin eksis tanpa Asnawie? Sebab, Dewi Soekarno pernah meminta suaminya Presiden RI ke-1 Ir. Soekarno membongkar masjid peninggalan Pangeran Kuningan pada tahun 1963. Itu baru masjid, makam Pangeran Kuningan pun begitu.

Makam Pangeran Kuningan berada di sebelah utara masjid Al Mubarok. Pada saat Jakarta dipegang Gubernur Ali Sadikin, makam Pangeran Kuningan dan makam-makam yang lain di sekitar tanah bekas eigendom verpoding nomor 6242 dan 8012 di Desa Koeningan sebalah barat itu digusur.

“Dulu Ali Sadikin memang dikenal sebagai Gubernur penggusur kuburan,” ujar Achmad Syarif.

Gara-gara digusur, makam Pangeran Kuningan hilang. Bagi ahli waris dan juga mayoritas warga setempat, penggusuran makam Pangeran Kuningan sama saja sebagai upaya penghilangan sejarah. Padahal sudah jelas, Pangeran Kuningan adalah tokoh pejuang yang turut andil menaklukkan penjajahan Portugis. Lebih dari itu, beliau juga tokoh penyebar agama Islam di tanah air. Itulah yang membuat Asmawie berjuang menegakkan sejarah. Masa demi pembangunan kita melupakan sejarah?

Perjuangan Asmawie bukan cuma sampai menyelamatkan makam yang digusur di zaman Ali Sadikin, tetapi ketika tanah makam yang kosong kemudian ingin dipindahkan oleh PT. Telkom pada tahun 1986. Perusahaan pemerintah ini ingin mendirikan bangunan Witel IV di bekas makam-makam itu, termasuk bekas makam Pangeran Kuningan. Dalam surat tertanggal 18 September 1986, Asmawie selaku Ketua Yayasan Pangeran Kuningan memohon pada Kepala Wilayah Usaha Telekomunikasi IV, Jakarta agar tidak memindahkan makam Pangeran Kuningan.

Di tahun 1986, antara Yayasan Pangeran Kuningan dan pihak Telkom memang sedikit tegang. Pasalnya, tanah wakaf seluas 1.000 m2 di tanah makam yang akan dipakai PT. Telkom akan dikurangi lagi luasnya. Pihak ahli waris sempat merelakan tanah seluas 500 m2 untuk diberikan ke PT. Telkom lagi, sehingga tanah wakaf tinggal 500 m2.

“Saya masih ingat lawyer pihak Telkom pernah meminta almarhum (Drs. H. Wardie Asnawie-pen) buat memindahkan makam,” jelas Achmad Syarif. “Almarhum malah bertanya pada yang menawari. Kalimatnya begini,’kira-kira menurut Anda kalo gadung teks proklamasi dipindah ke Cirebon gimana?’. Jawab lawyer tersebut,’Ya jangan lah. Itu sama saja menghilangkan sejarah!’. Almarhum langsung komentar,’Nah, itu sama saja dengan memindahkan makam Pangeran Kuningan ini’.”

Nggak cuma Yayasan Kuningan yang mengirimkan surat permohonan agar makam Pangeran Kuningan jangan dipindah. Pihak Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta bidang permuseuman, sejarah, dan purbakala juga turut membantu. Atas nama Kepala Kanwil Depdikbud DKI Jakarta Hermansyah, sebuah surat tertanggal 26 September 1986 dilayangkan ke Kepala Wilayah Usaha Telekomunikasi IV.

Perjuangan buat menghormati makam Pangeran Kuningan ini memang panjang banget. Meski pada akhirnya gedung Telkom berdiri dan tanah wakaf yang dahulu tersisa tinggal 500 m2 sudah tidak ada lagi, toh Asmawie tetap berjuang. Perjuangannya terakhir sebelum beliau meninggal pada 7 Januari 2008, terjadi pada tahun 2004. Pada tahun itu, tepatnya 17 Juni 2004, Yayasan Pangeran Kuningan berhasil meletakkan batu nisan di dalam kompleks gedung PT. Telkom. Itulah satu-satunya petunjuk seorang pahlawan Jakarta bernama Pangeran Kuningan dimakamkan.

“Sebetulnya nisan itu bukan perjuangan terakhir almarhum,” jelas Achmad Syarif. “Beliau pernah meminta Telkom untuk membuatkan pagar di sekitar nisan agar orang bisa menghargai Pangeran Kuningan. Tapi sampai sekarang belum juga direalisasikan.”


Memang sih ketika saya berkunjung ke makam Pangeran Kuningan, nggak terlihat kesan di tempat itu sebagai tempat peristirahatan terakhir Pangeran Kuningan. Bayangkan, lokasi makan di pojokan dan berada di sebuah trotoar yang ada di lokasi parkir. Menyedihkan bukan? Kalo orang yang nggak ngerti perjuangan Pangeran Kuningan, nisan itu barangkali jadi tempat duduk. Sambil nunggu majikan lagi berkantor di gedung Telkom, sang sopir duduk di batu nisan. Inilah yang membuat kita kurang menghargai sejarah dan mereka yang pernah memerdekakan negara ini dari penjajah.

“Perjuangan memang belum selesai!” tegas Achmad Syarif. “Sebenarnya ada satu keinginan almarhum yang juga belum sempat terwujud. Memang sulit, tetapi sebenarnya bisa dilakukan, yakni menjadikan nama Pangeran Kuningan sebagai nama jalan sebagaimana nama Pangeran Antasari atau Pangeran Diponegoro. Masa nama pejuang dari daerah dijadikan nama jalan di Jakarta, eh sementara pejuang yang memperjuangkan Jakarta malah nggak dijadikan nama jalan? Masa pemerintah lebih suka menamakan jalan Warung Buncit ketimbang nama-nama pahlawan? Warung Buncit itu kan cuma sebuah warung etnis Tionghoa yang berperut buncit. Kontribusi Pangeran Kuningan terhadap perjuangan lebih besar daripada Warung Buncit itu.”
Spoiler for Foto-Foto:

http://3.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRS...0/P4060289.JPG

http://3.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRS...0/P1010278.JPG

http://4.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRS...0/P1010273.JPG

http://2.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRS...0/P4060290.JPG

http://3.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRS...0/P4060292.JPG

Makam Pangeran Kuningan yang ada di belakang gedung Telkom. Butuh perjuangan buat mengenalkan pahlawan yang mengusir Portugis dan mensiarkan agama Islam di Jakarta ini. Masa cuma dibuatkan nisan, di bawah tangga gedung dan di trotoar pula. Menyedihkan!

Quote:

Informasi Sejarah berasal dari rangkuman :

Informasi warga senior yang menjadi ahli waris maupun melakukan studi literatur dari dua buku, yakni Mengungkap Kampoeng Koeningan: Nilai Sejarah dan Warisan Sosial Budaya Kota Jakarta (Sudarman Juwono dan Wardie Asnawie; November 2005; Kuningan Press) dan Makam Pangeran Kuningan Jakarta dan Mesjid Tua Bersejarah ‘Al-Mubarok’ (1986; Yayasan Pangeran Kuningan).

inoutflow 24th January 2011 01:35 AM

penjelasan dan info yang mantrap ndan :mantap:

foto yang di Jatinegara kaum kayaknya ada yang kurang tuh :siul:


All times are GMT +7. The time now is 09:23 PM.