Ceriwis

Ceriwis (https://forum.ceriwis.com/forum.php)
-   Lounge (https://forum.ceriwis.com/forumdisplay.php?f=9)
-   -   Orang Yang Menyumbang Emas Tugu Monas (https://forum.ceriwis.com/showthread.php?t=64082)

donnychibonk 26th September 2010 10:52 PM

Orang Yang Menyumbang Emas Tugu Monas
 
http://alexemdi.files.wordpress.com/...as-jakarta.jpg

Spoiler for cekidot:
Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.
Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia.
Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.

Siapakah Teuku Markam ?
Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.
Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena "disiriki" oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor - impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.
Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. "Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya," kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus "pinjaman" yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.
Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.

Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen - Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.
Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam "dianggap" angin lalu.

Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.



sumber

ronggengmonyet 27th September 2010 09:57 AM

wah, satu lagi korban rezim orba...

terlepas dr segala tuduhan, Pemerintah mesti memperhatikan jasa ybs...

logite 27th September 2010 02:48 PM

kasian yah ndan.....
gara gara korban politik nih..............

donnychibonk 27th September 2010 06:29 PM

bner ndan,,,
ini semua gara pemerintah yang tak tao menau...:sengsara:

stronghammer 28th September 2010 08:52 AM

kasian..bener2 air susu dibales air tuba

donnychibonk 28th September 2010 06:21 PM

Quote:

Originally Posted by stronghammer (Post 411111)
kasian..bener2 air susu dibales air tuba

mnding air tuba ndan.....
dari pada air selokan.....:waaa2:

savorez 5th October 2010 05:32 PM

kaya banget tuh orang ndan

donnychibonk 7th October 2010 09:20 PM

Quote:

Originally Posted by savorez (Post 423971)
kaya banget tuh orang ndan

ane juga bingung seberapa bnyak uangnya...:senyum2:

reza15 7th October 2010 09:43 PM

kasian nasibnya ga diperhatikan & juga nama baiknya sampai skrng,padahal jasanya bnyk :sengsara:

donnychibonk 7th October 2010 09:59 PM

Quote:

Originally Posted by reza15 (Post 427636)
kasian nasibnya ga diperhatikan & juga nama baiknya sampai skrng,padahal jasanya bnyk :sengsara:

bner ndan........
gimana rsanya klo kita yg gtu...:waaa2:

jaquelin 7th October 2010 10:00 PM

APA EMAS TUGU MONAS TERNYATA HASIL SUMBANGAN..
tajir bener tuh orang yang nyumbang.. ane ru tau ndan

makasih banget ndan infohnya..:2good:

harazhuku 8th October 2010 02:47 AM

1 lagi pahlawan tanpa tanda jasa... semoga amal bakti mu di terima di sisi Tuhan YME

donnychibonk 8th October 2010 09:20 AM

Quote:

Originally Posted by jaquelin (Post 427673)
APA EMAS TUGU MONAS TERNYATA HASIL SUMBANGAN..
tajir bener tuh orang yang nyumbang.. ane ru tau ndan

makasih banget ndan infohnya..:2good:

iya ndan,, ane juga baru tao...:senyum2:
Quote:

Originally Posted by harazhuku (Post 427923)
1 lagi pahlawan tanpa tanda jasa... semoga amal bakti mu di terima di sisi Tuhan YME

amin....

boedoet 8th October 2010 10:15 AM

bae bner tuh orang :hope:

Firehoax 8th October 2010 10:16 AM

teuku markam ya.. Udah pernah baca entah dmana.. Tp udah lupa2.. Ada kalau gk salah nama jalan yg diambil dari nama beliau..
Posted via Mobile Device

zherg 8th October 2010 10:29 AM

itulah Indonesia, orang yang berharga bagi negara di singkirkan bukan di pelihara untuk kemakmuran negeri.........

Firehoax 8th October 2010 10:42 AM

Quote:

Originally Posted by zherg (Post 428289)
itulah Indonesia, orang yang berharga bagi negara di singkirkan bukan di pelihara untuk kemakmuran negeri.........

haha masa org dplihara.. Konotasi nya negatif.. Haha
Posted via Mobile Device

AEROFLEX 8th October 2010 11:25 AM

korban rezim orde baru ndan...
miris :waaa2::waaa2:

zherg 8th October 2010 01:50 PM

Quote:

Originally Posted by Firehoax (Post 428303)
haha masa org dplihara.. Konotasi nya negatif.. Haha
http://ceriwis.us/wap.gif

hehehehee, kan pasal juga ada mengakatan pelihara tapi pelaksanaanya masih kurang. " fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara ".

JiwakuMerana 8th October 2010 03:18 PM

kaya banget tuh orang

Fachradina 8th October 2010 04:43 PM

kaya amat tuh orang,.,tp kasihan jadi korban pemerintah :sengsara:

donnychibonk 8th October 2010 09:53 PM

Quote:

Originally Posted by Fachradina (Post 428673)
kaya amat tuh orang,.,tp kasihan jadi korban pemerintah :sengsara:

iya ndan...
kasian yah??:senyum2:

galieh666 6th November 2011 01:30 AM

:loveindonesia:loveindonesia:loveindonesia:loveind onesia

miobi 6th November 2011 01:32 AM

ga banyak yang tau berita ini nih....:loveindonesia

kumahaaingwe 6th November 2011 01:34 AM

nice info dan

frankpaimin 6th November 2011 01:34 AM

dimintain sumbangan semen bwat rumah ane mau g yaw....

locus 6th November 2011 01:43 AM

wah keren! gw baru tau tuh kalo emas monas hasil sumbangan

sidneysheldon 6th November 2011 02:49 AM

baru denger ndan, kisahnya nyayat bgt. tega:mewek:

4L4Y 6th November 2011 03:09 AM

terimakasih om teuku markam...
dan terimakasih jg kpd TS. nice infoo kemandann

SappariLLa 6th November 2011 03:20 AM

ijin simak dolo..

krztna 6th November 2011 06:01 AM

setau ane tuh emas dari Thailand kan ?

daxam 6th November 2011 07:15 AM

sumfeh ane jujur baru tau! soalnya dibuku ga dijelasin tuh
:2good::2good::2good::2good:

Plontos95 6th November 2011 07:18 AM

setelah sekian tahun, emanya berkurang gak ya

bosduit 6th November 2011 07:27 AM

gila,parah bgt,sgitu gde jasany smp jd terlunta2,parah dah..

bhukalz 6th November 2011 07:28 AM

nice info ndan.. keep posting

Barbeque 6th November 2011 07:31 AM

Hmmmmm gitu ya ndan story nya. Baru tau ane.

soegalie000279 6th November 2011 07:40 AM

nice info ndan

ghiegan 7th November 2011 02:44 PM

itulah legenda indonesia yang di tinggalkan

kichiro210594 9th November 2011 12:24 AM

kasian yah ndan.....

deeqiero 9th November 2011 02:04 AM

baek amat orang nya ndan


All times are GMT +7. The time now is 06:23 PM.