|
[Monex] Forex Mini Account Broker Lokal
Untuk teman-teman yang berminat bertransaksi Mini Account di Gold,Forex,Index,Silver,Oil dan CFD di Broker Lokal, sekarang sudah ada nih,PT.Monex Investindo Futures menyediakan fasilitas trading mini account http://www.forexindo.com/forum/images/smilies/ym/1.gif berikut info detilnya;
Legalitas : SK./KEP. KEPALA BAPPEBTI NO. 99/BAPPEBTI/PER/II/2012 Quote:
1. Open Demo Account; Monex Investindo Futures - Open Demo account 2. Open Live Account; Monex Investindo Futures - Open live Account |
Technical Outlook 29 Oktober 2013
Technical Outlook
�EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 1.3740 � 1.3710 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support kunci pada area 1.3645. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3835, break ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji area 1.3885. �GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke bawah area 1.6120 untuk memicu momentum bearish lanjutan setidaknya menuju area 1.6055. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.6260, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas kemungkinan menguji area 1.6380 dalam jangka pendek. �USD/JPY. Bias bullish untuk kembali ke zona target ideal pada area 98.50 sebelum menuju resisten kunci pada area 99.00. Untuk pergerakan turun, hanya break ke bawah area 96.95 yang dapat memicu skenario bearish lanjutan menguji support kunci pada area 96.55, namun skenario utama bullish akan tetap berlaku selama harga bertahan di atas area 95.80. �USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek setelah harga gagal untuk bertahan di atas area 0.8965, menendakan konsolidasi turun masih berlangsung kemungkinan mencetak level rendah di sekitar support kunci pada area 0.8890 - 0.8860 sebelum pulih naik. Resisten terdekat ada pada area 0.9000, hanya break ke atas area tersebut yang dapat mengubah bias harian menjadi bullish menuju area 0.9060. �AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 0.9540 � 0.9525 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support kunci pada area 0.9410. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 0.9670, break kembali ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas. �XAU/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek menuju area 1365 sebelum menguji area 1375. Sementara support terdekat ada di sekitar area 1340, braek ke bawah area ini dapat memicu koreksi bearish lanjutan kembali menguji area 1325. Hanya break ke bawah area ini yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bullish saat ini. �Hang Seng Futures. Harga berkonsolidasi di sekitar MA200 pada grafik 4 jam pada area 22745. Pergerakan konstan di bawah area ini dapat memicu momentum bearish lanjutan menuju area 22500 atau bahkan 22245. Sementara itu, hanya break ke atas 23090 yang dapat mengembalikan momentum bullish dan melanjutkan outlook bullish jangka panjang menuju 23610. �Nikkei Futures. Pada grafik 4 jam, terlihat harga terpantul setelah gagal menembus ke bawah MA600 di sekitar area 14075, yang mana mengindikasikan fase koreksi bullish dalam jangka pendek. Break ke atas area 14440 dapat memicu momentum bullish lanjutan menguji area 14670 atau bahkan 14870. Hanya break ke abwah area 14075 yang dapat mengubah bias kembali bearish menguji support psikologis 14000 sebelum menuju level rendah belakangan ini pada area 13745. �Kospi Futures. Bias berpotensi bearish dalam jangka pendek setelah harga ditutup dibawah 271.05. yang merupakan MA 50 pada grafik 1 jam. Support terdekat di kisaran 270.20, break kebawah dari area tersebut dapat melanjutkan pergerakan bearish menunju area kunci support di 268.85. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 271.90 sebelum menargetkan area 272.80 sebagai level resisten selanjutnya. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Sterling Anjlok Empat Hari Beruntun Vs Dollar
Rabu, 30 Oktober 2013 9:01 WIB Monexnews - Sterling anjlok empat hari beruntun terhadap dollar akibat spekulasi data ekonomi Inggris pekan ini tidak cukup kuat untuk mempertahankan penguatan sterling dilevel tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Sterling juga melemah ke level terendah dalam dua bulan terakhir terhadap euro. “Pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung akan memberikan sinyal akan peningkatan pertumbuhan. Banyak berita baik yang mendukung penguatan sterling dan akan diperlukan data yang signifikan untuk mendorong lebih tinggi” kata Jane Foley dari Rabobank International London. Harga rumah Inggris diperkirakan naik 0,7% pada bulan Oktober, setelah naik 0,9% pada bulan sebelumnya. Sementara indeks manufaktur untuk bulan ini diperkirakan turun menjadi 56,3 dari bulan September sebesar 56,7. GBPUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1,6040 dengan level tertinggi harian 1,6051 dan terendah 1,6031. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
FOMC Munculkan Ekspektasi Tapering Di Desember
Kamis, 31 Oktober 2013 Monexnews - Hasil keputusan rapat kebijakan moneter bank sentral AS seperti ekspektasi yang berkembang di pasar, tidak ada pengurangan stimulus / tapering. Fed masih menunggu bukti-bukti baru dengan penekanan pada perbaikan di sektor tenaga kerja dan inflasi yang mencapai target 2%. Pernyataan yang dikeluarkan kurang lebih hampir sama dengan pernyataan bulan September. Setelah pernyataan FOMC dirilis, dollar AS malah semakin menguat padahal No Tapering. Ternyata berkembang di pasar bahwa kemungkinan tapering dilakukan pada Bulan Desember tidak bisa diabaikan seperti analisa kebanyakan analis belakangan ini. Bank sentral AS masih akan terus memonitor data-data ekonomi AS yang akan dirilis dari November hingga Desember sebelum rapat kebijakan FOMC tanggal 17-18 Desember waktu Washington. Bank sentral AS masih mungkin melakukan tapering pertama pada bulan Desember. Pagi ini telah dirilis data ekonomi dari Australia yang berpengaruh bagi pergerakan dollar Australia. Data ijin membangun bangunan dan data harga impor Australia dirilis lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Data ini mendorong penguatan dollar Australia vs dollar AS pagi tadi. Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini. |
Market Movers: Pergerakan Dollar Akan Ikuti Data Ekonomi AS
Jumat, 1 November 2013 Monexnews - Penguatan dollar masih berlanjut. Semalam data klaim tunjangan pengangguran dan data PMI Chicago dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar. Data klaim tunjangan pengangguran dirilis 340 ribu sedikit lebih bagus dari prediksi 341 ribu, sementara data PMI Chicago dirilis 65,9 lebih bagus dari prediksi 55,1. Bagusnya kedua data ini semakin mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia. Malam ini akan dirilis data ISM indeks manufaktur AS yang juga akan menjadi penggerak utama dollar AS hari ini. Bila data yang dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar, dollar AS bisa kembali menguat karena potensi tapering pada bulan Desember semakin besar. Pagi ini pasar keuangan global mendapatkan sentimen positif dari dua data PMI manufaktur China yang disurvei oleh pemerintah China dan HSBC. Keduanya menunjukkan indeks manufaktur China masih tumbuh dengan solid. Data ini bisa menahan sementara pelemahan indeks saham regional yang tertekan akibat isu tapering di Desember. Sore hari, poundsterling dan indeks saham FTSE akan mendapatkan market mover dari data indeks manufaktur Inggris. Data diperkirakan 56,3 sedikit lebih buruk dari data bulan sebelumnya 56,7. Bila data yang dirilis lebih bagus dari prediksi, poundsterling dan indeks FTSE bisa mendapatkan dorongan naik. Dan sebaliknya, poundsterling dan FTSE bisa tertekan turun lagi bila data lebih buruk dari prediksi pasar. Malam hari sebelum data ISM AS, James Bullard, salah satu anggota FOMC bank sentral AS akan berpidato mengenai perekonomian dan kebijakan moneter AS. Pasar akan mencari sinyal dari pernyataan Bullard yang mengarah pada isu tapering. Selama ini Bullard dikenal sebagai pendukung stimulus. Pidato Bullard bisa menjadi market mover bagi dollar AS. Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini. |
Euro Bergerak di Level Rendah 6 Pekan Sebelum Pertemuan ECB Pekan Ini
Senin, 4 November 2013 Monexnews - Euro turun ke level terendah dalam enam pekan terhadap dollar sebelum anggota dewan eksekutif Bank Sentral Eropa Joerg Asmussen berbicara menjelang pertemuan kebijakan pekan ini ditengah spekulasi diperlukannya stimulus lebih lanjut. Mata uang 17-negara zona euro mengalami penurunan mingguan terbesar pada pekan lalu sejak Juli 2012 seiring beberapa ekonom memprediksi bahwa ECB yang di pimpin oleh Mario Draghi akan memangkas suku bunga untuk menghidupkan kembali pertumbuhan. Dollar hanya sedikit berubah setelah Presiden bank Federal Reserve Dallas Richard Fisher mengatakan bahwa bank sentral seharusnya mengembalikan kebijakan moneter menjadi normal secepatnya. Dollar Australia menguat terhadap 16 mata uang utama seiring melonjaknya laporan penjualan retail. “Sentimen terhadap euro telah berbalik dalam beberapa hari yang lalu dan itu didukung oleh beberapa data yan mengecewakan,” kata Imre Speizer, analis pasar di Westpac Banking Corp. di Auckland. Kami tidak akan terkejut untuk melihat Draghi hanya berikan sedikit kesempatan untuk pemotongan suku bunga, yang mana itu akan tetap berikan tekanan untuk euro.” Euro bergerak datar di $1.3505 pada pukul 16.45 WIB setelah turun ke $1.3442, level terendah pada pekan lalu sejak 18 September. Euro telah turun sebanyak 2.3% pada pekan lalu. Mata uang tunggal hanya sedikit berubah terhadap yen di 133.11. Dollar bergerak di kisaran 98.60 yen dari 98.67 pada pekan lalu. Euro turun pada pekan lalu setelah laporan pada tanggal 31 Oktober yang menunjukkan tingkat inflasi di kawasan tersebut secara tak terduga turun menjadi 0.7% pada bulan lalu, level yang terlihat setidaknya sejak November 2009, dari 1.1% dari bulan lalu. Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini. |
Aussie Terkoreksi Setelah Pernyataan RBA
Selasa, 5 November 2013 Monexnews - Mata uang Aussie dollar terkoreksi cukup tajam pada sesi perdagangan siang di hari Selasa (5/11) setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) – Glenn Stevens menegaskan keprihatinan-nya dengan level dollar Australia saat ini. Glenn Stevens mengatakan bahwa kurs Aussie saat ini "masih tinggi & tidak nyaman," sehingga penurunan level tersebut "mungkin diperlukan untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang di dalam perekonomian." Pernyataan tersebut di lontarkan tidak lama setelah RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap pada level 2.5% sesuai banyak perkiraan. Dan keputusan itu serta merta menimbulkan “prospek yang wajar’ terhadap meningkatnya pertumbuhan global pada tahun depan. Selain itu Stevens juga menjelaskan bahwa tingkat inflasi saat ini sudah konsisten dengan target bank sentral, sementara pertumbuhan ekonomi Australia "sedikit di bawah tren." Hingga sesi siang, Aussie merosot tajam hingga ke kisaran $0.9463 tidak lama setelah keputusan RBA. AUDUSD terpantau anjlok hingga lebih dari 40 pips dari kisaran sebelumnya di area $0.9500-an. Sedangkan indeks utama Sydney ASX 200, masih bertengger kokoh dengan menguat sekitar +0.77% atau +41.57 poin pada kisaran 5432.10. Berbeda dengan gain yang di raihnya sebesar 0.9% beberapa saat menjelang keputusan. Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini. |
Euro Gugup Jelang Data, Kiwi Melambung
Rabu, 6 November 2013 Monexnews - Euro berada di bawah tekanan setelah melemah dalam 6 dari 7 hari belakangan menjelang data yang mungkin akan menunjukkan penurunan pada tingkat belanja konsumen di zona euro, menguatkan prospek bahwa European Bank Central akan mempertimbangkan stimulus pada pertemuan besok. Mata uang bersama zona euro ini melemah sebanyak 1.4% terhadap 9 mata uang negara maju pada pekan lalu, dengan data hari ini diperkirakan akan mengkonfirmasi perlambatan sektor jasa dan industri manufkatur kawasan. Indeks dollar berada dekat level tinggi 7 pekan seiring trader mempertimbangkan waktu pemangkasan stimulus oleh Federal Reserve. Sementara itu dollar Selandia Baru melambung ke level tertinggi sejak 24 Oktober silam seiring tingkat pekerjaan bertambah lebih dari perkiraan, memicu spekulasi kenaikan tingkat suku bunga. “Euro akan terus tertekan di tengah spekulasi ECB akan memangkas suku bunga,” ucap Kazuo Shirai, trader pada Union Bank NA di Los Angeles. “Euro telah menjadi terlalu kuat, dan hal itu tidak baik untuk Eropa.” Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini |
Aussie Tidak Terkesan Dengan Tenaga Kerja Australia
Kamis, 7 November 2013 Monexnews - Aussie melemah setelah data tenaga kerja Australia sinyalkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja Australia meningkat sebanyak 1.100 untuk bulan Oktober, lebih buruk dari estimasi kenaikan 10.000; publikasi September juga direvisi lebih rendah dari 9.100 menjadi 3.300. Tingkat pengangguran Australia bahkan mencapai 5,7% untuk bulan Oktober, sesuai prediksi. Akan tetapi tingkat pengangguran untuk bulan September direvisi lebih buruk dari 5,6% menjadi 5,7%. AUD/USD kini diperdagangkan 0.9485; menjauhi level tinggi harian 0.9526. Rincian lebih lanjut dari sektor tenaga kerja juga isyaratkan rapuhnya keberlanjutan pertambahan tenaga kerja. Tingkat partisipasi tenaga kerja berkurang dari 64,9% menjadi 64,8%. Jumlah tenaga kerja penuh (full time) juga berkurang sebanyak 27.900 untuk bulan Oktober; lebih buruk dari publikasi September yang bertambah sebanyak 5.000. Dengan kondisi sektor tenaga kerja yang belum begitu solid maka ini tentunya dapat mengembalikan kekhawatiran akan belum selesainya siklus pemangkasan suku bunga RBA. Meski RBA tidak merubah suku bunganya pada pertemuan November namun masih ada kecemasan siklus pelonggaran dapat berlanjut tahun depan. Disclaimer Semua informasi yang terdapat dalam website monexnews ini hanya bersifat informasi saja. Monexnews berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian monexnews tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Monexnews dan penulis tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website monexnews ini. |
Dolar Melonjak, Emas Anjlok
Jumat, 8 November 2013 Monexnews - Emas kembali anjlok ke level terendah tiga pekan, kehilangan penguatan yang diraih sebelumnya setelah ECB memangkas tingkat suku bunga ke rekor terendah, dan penguatan dollar yang membebani dampak pelonggaran moneter terhadap emas. Penurunan tingkat suku bunga cenderung menguntungkan bagi emas, karena memicu inflasi dalam jangka panjang. ECB mengejutkan pasar dengan memangkas tingkat suku bunga, refi rate, seperempat basis poin menjadi 0,25% yang merupakan rekor terendah. Namun emas terbukti sensitif dengan penguatan dollar. Dollar menyentuh level tertinggi enam pekan terhadap euro setelah langkah ECB dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga yang lebih tinggi dari prediksi. Estimasi awal laju GDP AS pada kuartal ketiga lalu sebesar 2,8% jauh melampaui estimasi sebesar 2%, dan lebih tinggi dibandingkan laju GDP pada kuartal kedua sebesar 2,5%. Emas pada perdagangan kemarin ditutup melemah pada level $1.305,90 per troy ons, dengan level tertinggi harian $1.326,33 dan terendah $1.297,28. Sementara saat ini emas diperdagangkan pada kisaran $1.308,92 per troy ons. (pap) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Pelonggaran Bank Sentral Kembali Lanjutkan ‘Currency War’
Senin, 11 November 2013 10:12 WIB Monexnews - Perang mata uang global kembali memanas seiring sejumlah bank sentral merilis pelonggaran kebijakan untuk menghadapi perlambatan pada tingkat pertumbuhan. European Central Bank memangkas tingkat suku bunga pekan lalu dalam sebuah langkah yang menurut investor bertujuan untuk menekan nilai tukar euro setelah melejit ke level tertinggi sejak tahun 2011. Pada hari yang sama, petinggi di Ceko mengatakan mereka mengintervensi pasar mata uang untuk pertama kalinya dalam 11 tahun untuk melemahkan koruna. Sementara itu Selandia Baru mengatakan mungkin akan menunda kenaikan suku bunga untuk menekan nilai tukar dollar Selandia Baru, dan Asutralia memperingatkan bahwa Aussie berada di “level tinggi yang tidak nyaman.” “Sangat mencemaskan bahwa negara-negara ini mempertahankan agar mata uang mereka terus lemah,” ucap Axel Merk, kepala Palo Alto, Merk Investments LLC, di California. Presiden ECB Mario Draghi, “sejak awal tahun ini telah mencoba melemahkan euro,” ucap Merk. Dengan outlook perekonomian global dipangkas oleh International Monetary Fund dan inflasi melambat ke tingkat yang dapat mengurangi minat investasi, negara-negara dan para bank sentral kembali mengkaji kebijakan yang cenderung mendorong kompetitifitas melalui pelemahan mata uang. (xiang) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini |
Emas Kian Memudar Atas Prospek Tapering The Fed
Rabu, 13 November 2013 5:17 WIB Monexnews - Emas berjangka merosot pada hari Selasa seiring munculnya komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve yang mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin akan memutuskan untuk tapering pembelian obligasi secepatnya pada bulan bulan depan. Investor emas sedang berjuang dengan melihat laporan kerja yang secara mengejutkan hasilnya kuat pada pekan lalu, yang mana itu mungkin mendukung pengurangan stimulus the Fed lebih cepat bukannya menunda sampai tahun depan. Dan mungkin juga yang menjadi penggerak utama untuk harga emas pada pekan ini adalah testimoni kongres dari Janet Yellen, calon ketua Fed selanjutnya. “Emas masih belum pulih dari laporan kerja pekan lalu, dan testimoni Yellen pada pekan ini mungkin akan menjadi katalis selanjutnya untuk emas,” kata Jason Rotman, presiden di Lido Isle Advisors.” Jika dia sangat dovish, emas dapat berbalik lebih tinggi.” Sementara analis dari Bank Standard, Walter de Wet tidak mengharapkan tren penurunan untuk emas berubah dalam beberapa hari kedepan. “Kami perkirakan emas masih di bawah tekanan” menjelang testimoni Yellen kepada U.S Senate Banking Committee pada pekan ini, katanya dalam sebuah catatan.”Pasar mungkin akan fokus pada bagaimana perkembang terakhir dalam ekonomi AS yang telah mengubah pandangannya pada pembelian aset oleh the Fed.” (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini |
Technical Outlook 15 November 2013
� EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek namun kita perlu break ke atas area 1.3450 untuk memicu tekanan bullish lanjutan menguji ulang ke area 1.3520 � 1.3550. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 1.3385, break konsisten kebawah dari area tersebut akan menunjukkan akhir dari koreksi bullish, menguji ulang ke wilayah 1.3295. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1.6120 � 1.5955. Break ke bawah area 1.5955 akan merubah bias harian kembali menjadi bearish menguji ulang ke area 1.5900 sebelum menuju wilayah 1.5850. Sementara itu pada sisi atas, break konsisten ke atas area 1.6120 akan memicu tekanan bullish lanjutan menguji ulang ke area kunci resisten di 1.6205. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 100.60 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju setidaknya ke area 101.55 sebelum menguji ulang ke area kunci resisten di 103.70. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 99.50, break ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. Namun secara keseluruhan skenario bullish seharusnya masih berlaku selama harga masih di atas wilayah 98.75. � USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek seiring kami dapatkan potensi skenario koreksi bearish setidaknya menguji ulang ke area 0.9115 sebelum menuju area support di 0.9090 � 0.9070. Namun secara keseluruhan skenario bullish seharusnya masih berlaku selama harga bertahan di atas wilayah 0.9000. Pada sisi atas, hanya break konsisten ke atas area 0.9250 yang akan memicu momentum bullish lanjutan menuju setidaknya ke wilayah 0.9455 dalam jangka panjang. � AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 0.9235 � 0.9365. Break kebawah area 0.9235 akan merubah bias harian kembali menjadi bearish setidaknya ke area 0.9195 sebelum pulih ke atas. Hanya break ke atas area 0.9365 yang akan memicu fase koreksi bullish lanjutan menguji ulang ke area resisten di 0.9420. � XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1280 � 1295, harga harus menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break ke atas area 1295 dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 1300. Untuk sisi lainnya, break kebawah area 1280 dapat memicu tekanan bearish untuk lanjutan menguji ulang ke wilayah 1271. � Hang Seng Futures. Bias masih bearish dalam jangka pendek menguji area 22470. Break dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 22375. Disisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar area 22660. Break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 22780. � Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15200. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 15350. Kegagalan menembus area 15200 dapat mengkoreksi harga ke 14960 seiring indikator stochastic dan RSI berada pada wilayah jenuh beli. Break dibawah area tersebut akan membawa harga lebih turun menguji area 14840. � Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 258.40. Break konsisten dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 257.50. Disisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar 260.70. Break diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh kemungkinan menguji area 261.40. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Emas Hentikan Penguatan 3 Hari Ditengah Investor Alihkan Dana Ke Ekuitas
Senin, 18 November 2013 Monexnews - Emas melemah, hentikan penguatan selama tiga hari, seiring relinya pasar saham global yang membatasi permintaan untuk logam seiring investasi alternative dan investor terbebani oleh prospek para pembuat kebijakan yang akan memangkas stimulus. Emas menuju penurunan tahunan pertama sejak tahun 2000 seiring beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam mulia seiring pasar ekuitas telah melonjak sekitar 18%. Janet Yellen, calon pengganti Ben Bernanke sebagai ketua Fed selanjutnya, pada tanggal 14 November lalu, isyaratkan bahwa dia akan lanjutan program stimulus moneter bank sentral sampai ekonomi AS menguat. Indeks Standard & Poo4 500 naik sebanyak 0.4% untuk di tutup di rekor tertinggi pada tanggal 15 November. “Pasar ekuitas terbang pada saat ini dan tampaknya benar-benar ambil keuntungan dari ekpektasi dovish dari Yellen, “kata Steven Dooley, analis di Forex Capital Trading Pty di Melobourne,” bahkan jika Yellen pertahankan stimulus pada tempatnya untuk enam atau 12 bulan kedepan, pasar masih fokus pada kapan dia akan mengurangi pelonggaran kuantitatif, dan itu akan menjadi negatif untuk pasar.” The Fed akan merilis minutes pertemuan tanggal 29-30 Oktober pada tangal 20 November. Para pembuat kebijakan akan mengurangi pembelian obligasi menjadi $70 milyar perbulan daari $85 milyar pada pertemuan bulan Maret, menurut estimasi median dari 32 ekonom dalam survey Bloomberg pada tanggal 8 November. Emas pada pagi ini melemah sekitar 0.3% menjadi $ 1.286. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Reli Ekuitas & Outlook Stimulus Redam Penguatan Emas
Selasa, 19 November 2013 Monexnews - Emas melemah pada hari Selasa seiring investor terbebani komentar dari para pembuat kebijakan Fed tentang outlook stimulus dan di tengah relinya ekuitas yang telah memangkas permintaan logam sebagai aset alternatif. Emas pada saat pagi turun sekitar 0.3% menjadi $1.273/onz. Emas, telah merosot sebanyak 24% pada tahun ini, turun ke level $1.270 kemarin, level terendah sejak 13 November. Presiden bank Federal Reserve Philadelphia Charles Plosser kemarin mengatakan bahwa the Fed perlu untuk menentukan ukuran final dari program stimulus dan “membawa itu sampai akhir” setelah mencapai jumlah tersebut. Janet Yellen, calon pengganti Ben Bernanke sebagai ketua Fed, isyaratkan pada tanggal 14 November bahwa dia akan melanjutkan program sampai ekonomi AS kuat. Pasar ekuitas global bertahan dekat level tertinggi sejak 2008 dan telah reli sebanyak 18% pada tahun ini atas prospek pulihnya ekonomi. “Kami melihat banyak dana mengalir ke ekuitas,” kata David Lennox, analis komoditas di Fat Prophets di Sydney.” Kami dapatkan satu bagian pernyataan dari Fed yang mengatakan satu hal dan sebagian lainnya mengatakan yang hal berlawanan.” (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
The Australian and New Zealand Dollars outperformed in overnight trade as Asian stocks advanced, pulling the sentiment-linked currencies along the way. The MSCI Asia Pacific regional benchmark index rose 1 percent in a move the news-wires attributed to China�s release of a detailed 60-point reform platform based on discussions at last week�s third CPC plenum.
details |
Dollar Tidak Terpengaruh Dengan Fed's Bernanke
Rabu, 20 November 2013 Monexnews - Dollar sempat melemah sebelum akhirnya pulih kembali setelah komentar Fed's Bernanke tidak banyak memberi kejutan ke pasar valas. Investor sepertinya mengharapkan komentar yang lebih dovish dari Ketua Fed tersebut namun pernyataan Bernanke masih sejalan dengan pidato calon Ketua Fed, Janet Yellen, minggu lalu yang juga dovish. "Saya setuju dengan pernyataan yang diberikan oleh kolega saya Janet Yellen bahwa langkah terbaik adalah melakukan apapun sekarang untuk memastikan pemulihan ekonomi AS yang kuat," ujar Bernanke. Indeks Dollar AS kini diperdagangkan 80.704; setelah sempat menyentuh level rendah 80.487 Bernanke utarakan Fed akan mempertahankan kebijakan moneter longgar selama dibutuhkan dan hanya akan mulai kurangi pemberian stimulus jika yakin dengan keberlanjutan perbaikan sektor tenaga kerja. Bernanke juga mengatakan bahwa kebijakan suku bunga rendah dapat dipertahankan meskipun tingkat pengangguran menyentuh 6,5%. Meski Bernanke akui perbaikan kondisi ekonomi AS namun dia utarakan kondisinya masih jauh dari harapan. (fr) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 21 November 2013
EUR/USD.Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 1.3450 untuk memicu momentum bearish lanjutan setidaknya menuju area 1.3360 sebelum menuju support kunci pada area 1.3450. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3545 – 1.3565, break konsisten ke atas area tersebut dapat memicu tekanan bullish lanjutan menuju area 1.3630 sebelum berbalik turun.
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
CME Pangkas Marjin Awal Untuk Kontrak Emas & Minyak Berjangka
Jumat, 22 November 2013 Monexnews - CME Group, yang merupakan induk dari Chicago Board of Trade, telah menurunkan marjin awal minyak mentah untuk yang kedua kalinya dalam sebulan dan memangkas marjin untuk kontrak berjangka lainnya. Para operator bursa pada hari Kamis telah menurunkan marjin awal untuk minyak mentah berjangka sebesar 8.1% menjadi $3.740 per kontrak dari $4.070. CME juga sudah memangkas marjin pada awal bulan November. Minyak mentah Brent melonjak sebesar $2 untuk berakhir di level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada hari Kamis. Operator bursa yang berbasis di Chicago juga mengurangi marjin awal untuk emas dan perak berjangka di Comex sebesar masing-masing 9.4% dan 11.1%. CME menurunkan marjin Comex 100 Gold futures untuk spekulan menjadi $7.975 per kontrak dari $8.800 dan memangkas marjin Comex 5000 Silver futures menjadi $11.000 per kontrak dari $12.375. Langkah ini merupakan bagian dari pembalikan kenaikan 25% dalam marjin emas di bulan Juni setelah harga merosot ke level terendah dalam tiga tahun. Marjin adalah deposito yang di bayar oleh investor di pasar berjangka dan pembayaran penuh dilakukan, ketika kontrak jatuh tempo, kepada bursa atau lembaga kliring untuk menutupi resiko dari default oleh investor dan biasanya berdasarkan pergerakan harian pasar. Bursa biasanya menaikkan marjin untuk mengurangi resiko seiring meningkatnya volatilitas harga di pasar. CME juga memangkas marjin maintenance untuk emas menjadi $7.250 per kontrak dari $8.000. (fsyl) |
Manipulasi Harga, Bankir Credit Suisse Divonis 30 bulan Penjara
Senin, 25 November 2013 11:22 WIB Monexnews - Industri keuangan tidak lepas dari kasus pidana dan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Namun di beberapa negara sanksi tegas juga terus diterapkan untuk memberikan efek jera, tidak hanya bagi oknum yang bersalah namun juga bagi perusahaan yang mempekerjakannya. Putusan kasus terbaru datang New York terkait penyalahgunaan wewenang oleh pelaku bisnis keuangan. Mantan Kepala Bagian Struktur Kredit di Credit Suisse, Kareem Serageldin, divonis 30 bulan penjara karena terbukti menutupi pelanggaran hukum. Pengadilan distrik New York Selatan menyatakan Serageldin bersalah atas upayanya untuk menutup-nutupi kerugian trading perusahaan pada produk kredit sektor perumahan. Walaupun sempat kabur ke Inggris, ia sudah diekstradisi ke Amerika Serikat bulan April lalu untuk menanggung perbuatannya. Jumlah waktu hukuman tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan ancaman pidana pada gugatan yang didaftarkan Februari 2012. Di dalam isi gugatan itu sesungguhnya Serageldin terancam penjara sampai 45 tahun. Jaksa Preet Bharara mengumumkan Serageldin harus menjalani hukuman penjara selama 30 bulan karena terbukti bersalah memanipulasi harga surat hutang perumahan untuk menutupi kerugian trading-nya. Dari jumlah total manipulasi harga yang dituduhkan senilai mencapai $540 juta pada aktvitas operasional tahun 2008 silam. Serageldin tidak sendirian dalam menjalankan operasinya. Dua rekannya, yaitu David Higgs dan Salmaan Siddiqui juga dituduh bersalah dan sedang menanti ketuk palu hukuman. *Harga saham Credit Suisse Group AG (ADR) ditutup menguat 1.5% pada hari Jumat lalu (22/11) ke level $28.98. |
Emas Terkerek Naik Seiring Meningkatnya Permintaan Fisik
Selasa, 26 November 2013 9:50 WIB Monexnews - Emas rebound dari level terendah dalam empat bulan ke level tertinggi dalam hampir sepekan seiring melemahnya dollar dan harga emas yang lebih rendah telah memicu permintaan di China, konsumen terbesar kedua di dunia, mengimbangi arus keluar dari bursa yang memperdagangkan emas. Emas pada hari ini naik sekitar 0.6% menjadi $1.258/onz, level tertinggi sejak 20 November sebelum di perdagangkan di kisaran $ 1.252 pada pukul 09.41 WIB. Harga emas kemarin menyentuh level $1.225, level terendah sejak 8 Juli, seiring tercapainya kesepakatan antara Iran dan para kekuatan dunia yang meredam permintaan untuk aset haven. “Pelemahan tipis pada dollar mungkin akan membantu emas namun masalah kebijakan moneter terus membebani pasar,’ kata Mark To, kepala analis di Wing Fung Financial Group.”Emas mungkin telah oversold dan secara teknis akan memantul dalam jangka pendek.” Harga pada pekan lalu di tutup dengan kinerja terburuk dalam dua bulan yang telah mendorong indikator relative strength indeks (RSI) 14-hari menuju ke level 30 untuk hari ke empat kemarin, level yang menunjukkan bahwa beberapa analis yang mempelajari grafik bahwa emas mungkin akan rebound. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Dollar Masih Melemah Menjelang Data Ekonomi AS
Rabu, 27 November 2013 Monexnews - Dollar masih bertahan di level rendah terhadap yen dan euro sebelum di rilisnya data AS pada hari ini yang mungkin sinyalkan pemulihan yang beragam di negara ekonomi terbesar di dunia, meredam prospek Federal Reserve akan mulai kurangi stimulus pada tahun ini. Greenback pertahankan pelemahannya terhadap sebagian besar mata uang utama menjelang laporan yang mungkin menunjukan klaim jumlah pengangguran meningkat dan jumlah pesanan barang tahan lama turun, sementara sentiment konsumen membaik. Euro masih di level tinggi di tengah spekulasi laporan pada pekan ini yang akan menujukkan kenaikan inflasi, mengurangi keperluan Bank Sentral Eropa untuk perluas pelonggaran moneter. “Dengan melihat data ekonomi AS akhir-akhir ini, ekonomi tampaknya tidak cukup kuat untuk fed mulai tapering stimulus di bulan Desember,” kata Yujiro Goto, analis mata uang senior di Nomura International Plc di London. “Kecuali kita melihat perubahan yang dramatis untuk skenario tapering di bulan Januari atau Maret, dollar-yen akan terus berada dalam kisaran perdagangan antara area 100 dan 102. Dollar tidak berubah di 101.28 per yen di sesi Tokyo setelah turun sebanyak 0.4% kemarin, ini merupakan penurunan pertama dalam empat hari. Dollar di perdagangkan di $1.3567 per euro setelah turun di $1.3572 kemarin. Departemen tenaga kerja mungkin akan mempublikasikan hari ini klaim pengangguran naik menjadi 330.000 dalam pekan sampai 23 November, dan departemen perdagangan mungkin akan umumkan bahwa jumlah pesanan untuk barang tahan lama untuk setidaknya dalam tiga tahun terakhir turun 2 persen di bulan Oktober, berdasarkan hasil survey Bloomberg. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Market Movers: Libur Di AS, Eropa Beraksi
Kamis, 28 November 2013 Monexnews - Data klaim tunjangan pengangguran dan sentimen konsumen AS yang lebih bagus dari prediksi sempat menekan turun mata uang utama dunia terhadap dollar AS semalam. Pasar rupanya masih terombang-ambing dengan isu tapering. USDJPY kini berada di atas area 102 yen per dollar. Aksi pelaku pasar yang giat menanamkan modalnya di pasar saham membuat yen semakin melemah. Bursa saham AS, Jerman dan regional Asia masih mendapatkan sokongan naik. Dow Jones, S&P dan Nasdaq masih mencetak rekor tertinggi baru. Hari ini dimulainya masa liburan Thanksgiving di AS. Oleh karena itu tidak ada market mover dari AS. Pagi ini data belanja pihak swasta di Australia menunjukkan kenaikan sebesar 3,6% lebih besar dari prediksi yang memperkirakan penurunan 1,1%. Alhasil AUDUSD kembali rebound ke area 0.91 setelah sebelumnya sempat terpuruk ke area 0.90. Sore nanti beberapa market mover dari kawasan Eropa akan mempengaruhi pergerakan mata uang dan indeks saham kawasan ini. Swiss akan merilis data GDP kuartal ke-3. Zona euro akan merilis data inflasi dan perubahan jumlah pengangguran Jerman. Inggris akan merilis laporan stabilitas keuangan bank sentral Inggris (BoE) dan akan dilanjutkan dengan komentar dari Mark Carney, Gubernur BoE. Dengan ketiadaan data-data ekonomi AS, data-data dari kawasan Eropa bisa menjadi penggerak harga yang penting hari ini. Euro dan Sterling tentu akan kembali mendapatkan support naik bila data-data yang dirilis lebih bagus dari prediksi pasar. (Ariston Tjendra) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Minyak Terus Melemah, Terbebani Oleh Kenaikan Ekspor OPEC
Jumat, 29 November 2013 Monexnews - Minyak West Texas Intermediate menuju penurunan bulanan ketiga, penurunan terpanjang dalam hampir lima tahun, di tengah kenaikan pasokan di AS, negara konsumen minyak terbesar di dunia, dan meningkatnya ekspor dari OPEC. Minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York pada hari ini, setelah turun sebanyak 1.5% pada tanggal 27 November, penurunan terdalam dalam dua pekan. Produksi minyak AS naik ke level tertinggi dalam 25 tahun sementara persediaan minyak AS naik ke level tertinggi sejak bulan Junui, di tunjukan dalam laporan oleh Energy Information Administration. OPEC akan naikkan ekspor sampai pertengahan Desember hingga sebesar 3% seiring kilang mulai kembali beroperasi setelah perawatan. Minyak WTI untuk kontrak bulan Januari berada di kisaran $92.29, turun 1 sen dari harga penutupan tanggal 27 November, dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 08.52 WIB. Harga minyak telah turun sebanyak 4.3% di bulan November. Tidak ada lantai perdagangan kemarin karena hari libur Thanksgiving, dan transaksi elektronik kemarin akan di pesan untuk settlement. (fsyl) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 03 Desember 2013
� EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 1.3490 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1.3400. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.3560, break konsisten ke atas dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. � GBP/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 1.6380 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju wilayah 1.6430, sebelum menargetkan ke area kunci resisten di 1.6480. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 1.6260, break ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menuju area 103.35, sebelum menuju ke target ideal di area 103.70. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 101.90, break ke bawah dari area tersebut akan memicu konsolidasi lebih lanjut menguji ulang ke area support di 101.15, namun hanya di bawah area 100.60 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bearish pada fase ini. � USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, namun kita perlu break ke bawah area 0.9025 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke area 0.8990 sebelum menguji ulang ke area support kunci di 0.8890. Pada sisi atas, hanya break ke atas area 0.9090 yang akan memicu skenario koreksi bullish menuju setidaknya ke area 0.9130. � AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 0.9200 – 0.9050, break ke bawah area 0.9050 akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju area 0.8965. Sementra itu break konsisten lainnya ke atas area 0.9200 seharusnya akan memicu tekanan bullish lebih lanjut untuk menguat kembali ke wilayah 0.9270. � XAU/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek menguji ke area 1200 sebagai level support terdekat sebelum menargetkan ke area kunci support di 1200. Untuk sisi atas, resisten terdekat berada di kisaran 1233, break ke atas area tersebut akan memicu bullish lanjutan menuju wilyah 1250. Bagaimana pun, jika harga break ke bawah area 1200 dapat mendorong harga lebih rendah lagi menguji ke area 1180. � Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 24165 – 23925, di perlukan break salah satu area untuk temukan petunjuk lebih lanjut. Break ke atas area 24165 dapat memicu bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 24300. Dan untuk sisi lainnya, break ke bawah area 23925 seharusnya memicu momentum bearish lanjutan menuju wilayah 23830. � Nikkei Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek setelah harga di tutup dekat level tertinggi. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 16050, break ke atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menargetkan ke wilayah 16150. Pada sisi bawah, support terdekat berada di kisaran area 15735, break ke bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menguji ke area kunci support di 15615. Secara keseluruhan selama harga masih di atas 15615, skenari utama bullish masih terjaga. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 04 Desember 2013
� EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah 1.3520 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju 1.3490, sebelum menguji ulang ke wilayah 1.3440. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di area 1.3620, break konsisiten ke atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1.6440 – 1.6305, hanya break ke bawah area 1.6305 yang akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke wilayah 1.6260 sebelum pulih ke atas. Sementara break ke atas area 1.6440 seharusnya kemudian kita dapat melihat potensi klimaks bullish ke area resisten di 1.6480 – 1.6530 sebelum berbalik lebih rendah. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menuju area 103.70, sebelum menargetkan ke target ideal di 107.90 dalam jangka panjang. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 101.90, break ke bawah area tersebut akan memicu konsolidasi lebih lanjut menguji ulang ke area support di 101.15, namun hanya break ke bawah area 100.60 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bearish pada fase ini. � USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, namun kita perlu break ke bawah area 0.9025 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke area 0.8990 sebelum menguji ulang ke area support kunci di 0.8890. Hanya break ke atas area 0.9090 yang akan memicu skenario koreksi bullish menuju setidaknya ke area 0.9130. � AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area resisten di 0.9170 – 0.9210 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju wilayah 0.9270. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.9050, break konsisten ke bawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji ulang ke area 0.8965 sebelum pulih ke atas. � XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1210 – 1235, harga harus menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lanjutan. Break ke bawah area 1210 dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju area support kunci di 1200 walaupun kita melihat kondisi jenuh jual pada stochastic 4 jam. Pada sisi atas, break ke atas area 1235 akan berikan momentum pergerakan bullish lebih lanjut menguji ke area 1250. � Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek walaupun kita dapat melihat indikator stochastic pada grafik 1 jam mencoba untuk rebound dari area jenuh jual. Support terdekat berada di kisaran area 23700, break ke bawah dari area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju wilayah 23600. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 23850, sebelum mencoba untuk mencapai level psikologis di 24000. � Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek setelah di tutup di bawah indikator MA 50 pada grafik 4 jam di kisaran 15540. Support terdekat terlihat di kisaran area 15400, break ke bawah dari area tersebut seharunya mendorong harga lebih dalam menargetkan ke wilayah 15280. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 15630, break ke atas dari area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju area 15735. � Kospi Futures. Outlook mix untuk hari ini, seiring sinyal mix dari 2 indikator berbeda. MACD pada grafik 1 jam mengindikasikan momentum bearish untuk menguji area support 263.25 dalam jangka pendek sebelum menuju area 261.15. Sementara stochastic yang oversold mensinyalkan koreksi bullish kembali ke area 266.40, break ke atas area ini dapat membuka peluang untuk bergerak naik lebih tinggi menuju area 268.35 atau bahkan 269.45. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 05 Desember 2013
� EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah 1.3520 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju 1.3490, sebelum menguji ulang ke wilayah 1.3440. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di area 1.3620, break konsisiten ke atas area tersebut akan membawa harga melonjak lebih tinggi menuju area 1.3710. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1.6440 – 1.6305, hanya break ke bawah area 1.6305 yang akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke wilayah 1.6260 sebelum pulih ke atas. Sementara break ke atas area 1.6440 seharusnya kemudian kita dapat melihat potensi klimaks bullish ke area resisten di 1.6480 – 1.6530 sebelum berbalik lebih rendah. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menuju area 103.70, sebelum menargetkan ke target ideal di 107.90 dalam jangka panjang. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 101.90, break ke bawah area tersebut akan memicu konsolidasi lebih lanjut menguji ulang ke area support di 101.15, namun hanya break ke bawah area 100.60 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bearish pada fase ini. � USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, namun kita perlu break ke bawah 0.9025 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke area 0.8990 sebelum menguji ulang ke area support kunci di 0.8890. Hanya break ke atas 0.9090 yang akan memicu skenario koreksi bullish menuju setidaknya ke area 0.9130 sebelum di mulainya kenaikan dalam jangka menengah. � AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area resisten di 0.9060 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju wilayah 0.9120. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8965, break konsisten ke bawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji ulang ke area 0.8845 sebelum pulih ke atas. � XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1235 – 1255, harga harus menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lanjutan. Break ke bawah area 1235 dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju area support selanjutnya di 1225. Pada sisi atas, break ke atas area 1255 akan berikan momentum pergerakan bullish lebih lanjut menguji ke area 1262 atau bahkan ke area 1272 dalam jangka menengah. � Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan kisaran perdagangan terlihat antara area 24165 – 23925, di perlukan break salah satu sisi untuk temukan petunjuk lanjutan. Break ke atas 24165 dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area kunci resisten 24300. Dan untuk sisi lainnya, break ke bawah 23925 seharusnya memicu bearish lanjutan menuju 23830 � Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 15165 – 15570, namun secara keseluruhan outlook kami bearish pada hari ini jika harga break ke bawah area 15165. Support terdekat berada di kisaran 15165, break ke bawah area tersebut akan menegaskan skenario bearish menguji ke area support kunci di 15000. Untuk sisi atas, resisten terdekat di kisaran 15570, break ke atas dari area tersebut dapat memicu momentum bullish lanjutan menargetkan ke wilayah 15735. � Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menuju area 260.70, break ke bawah area ini dapat memicu momentum bearish lanjutan untuk menguji level rendah belakangan ini pada area 258.20. Sementara itu kita harus waspada terhadap stochastic yang oversold pada grafik 1 jam yang mana dapat memicu koreksi bullish kembali ke area 263.30 dalam jangka pendek. Break ke atas area ini akan melanjutkan koreksi bullish menguji area 264.90. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 06 Desember 2013
� EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 1.3580 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji ulang ke area 1.3520 - 1.3490. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.3710, break konsisten ke atas area tersebut akan beresiko menjadi lonjakan akhir yang lebih tinggi menuju 1.3795. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara area 1.6440 � 1.6305, hanya break ke bawah area 1.6305 yang akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju setidaknya ke wilayah 1.6260 sebelum pulih ke atas. Sementara ke atas area 1.6440 kemudian kita seharusnya melihat potensi klimaks ke area resisten di 1.6480 � 1.6530 sebelum berbalik lebih rendah. � USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break ke bawah area 101.90 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke area kunci support di 101.15. Pada sisi atas, hanya break kembali ke atas area 102.60 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bullish menargetkan ke wilayah 103.40. � USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu menembus ke bawah area 0.8965 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke area support di 0.8890 - 0.8860. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.9060, break konsisten ke atas dari area tersebut akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menuju setidaknya ke area 0.9110 � 0.9130. � AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area resisten di 0.9060 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju wilayah 0.9170. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8965, break konsisten ke bawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji ulang ke area 0.8845 sebelum pulih ke atas. � XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 1215, break ke bawah dari area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju area kunci support di 1200. Pada sisi lainnya, di perlukan break ke atas area 1238 untuk memicu bullish lanjutan menguji ulang ke area kunci resisten di kisaran 1250 � 1253. Namun secara keseluruhan, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area 1253 skenario bisa menjadi bullish untuk hari ini. � Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan kisaran perdagangan terlihat antara area 23625 � 23840, di perlukan break salah satu sisi untuk temukan petunjuk lanjutan. Break ke atas 23840 dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area kunci resisten 24000. Dan untuk sisi lainnya, break ke bawah 23625 seharusnya memicu bearish lanjutan menuju 23530 � Nikkei Futures. Bias seharusnya bearish dalam jangka pendek seiring harga di tutup dibawah indikator MA 100 pada grafik 4 jam di area 15210. Support terdekat terlihat di kisaran area 15000, break ke bawah dari area tersebut dapat memicu tekanan bearish lebih lanjut menunju wilayah 14815 dalam jangka menengah. Untuk sisi atasnya, di perlukan break ke atas area 15210 untuk memicu bullish lebih lanjut menguji ulang ke area 15280. � Kospi Futures. Bias masih bearish, terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 258.65, menuju support kunci pada area 255.00. Resisten terdekat ada pada 262.25, hanya break ke atas area ini yang dapat menghambat momentum bearish untuk bergerak naik kembali ke area 266.70. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Kesepakatan Anggaran AS Tercapai, Hilangkan Konflik Di Januari
Rabu, 11 Desember 2013 Monexnews - Kesepakatan anggaran bipartisan (antara Demokrat dan Republik) di Kongres AS diumumkan tadi pagi. Kesepakatan ini diumumkan oleh Senator Demokrat Patty Murray dan anggota Kongres Republik Paul Ryan. Kesepakatan ini dimaksudkan agar AS tidak lagi melewati negosiasi yang alot di parlemen, antara dua partai yang sama kuat, terkait anggaran. Diharapkan dengan tercapainya kesepakatan ini, AS tidak perlu lagi khawatir akan adanya penutupan sebagian operasional pemerintahan di Januari atau pun di Oktober. Kesepakatan anggaran ini akan mengurangi pengaruh dari pemangkasan belanja secara otomatis sebesar $63 miliar dalam dua tahun dan menyediakan tambahan $23 miliar dalam pengurangan defisit selama 2 tahun. Kesepakatan ini akan dimulai pada tahun fiskal 2014 yang dimulai tanggal 1 Oktober. House of Representative AS akan mengadakan pemungutan suara untuk mengesahkan kesepakatan ini pada Jumat ini dan Senat akan melakukannya minggu depan. Anggaran yang sudah disetujui oleh kedua partai sebelum masa berakhirnya dana anggaran pada 15 Januari tahun depan tentunya akan menghilangkan potensi konflik dan pelemahan ekonomi di awal tahun depan. Dan ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan Federal Reserve AS dalam mengambil keputusan kebijakan tapering di Desember ini. (art) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Emas Terkoreksi, Mengantisipasi Langkah the Fed
Kamis, 12 Desember 2013 Monexnews - Harga emas ditutup turun pada hari Rabu pasca rally selama 3 hari yang dipicu oleh aksi short covering investor, seiring kesepakatan anggaran AS menguatkan ekspektasi untuk pemangkasan stimulus moneter AS datang lebih cepat. Kesepakatan anggaran yang diumumkan pada Kongres AS hari Selasa diperkirakan akan mengakhiri kebuntuan dan ketidakstabilan fiskal di Washington yang mewarnai bulan Oktober lalu dengan shutdown parsial pada pemerintahan. "Kesepakatan anggaran di Kongres menghilangkan sejumlah ketidakpastian yang ditimbulkan setelah the Fed tidak melakukan tapering di bulan Oktober saat mereka memiliki kesempatan,'' ucap Ole Hansen kepala strategis komoditas pada Saxo Bank. Harga emas bergerak volatile dalam beberapa pekan terakhir, dengan rally short covering menyusul penurunan harga ke level rendah 5 bulan pekan lalu akibat data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan. Data tenga kerja AS memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas program yang positif bagi emas yaitu quantitative easing. Bagaimanapun, sejumlah analis mengatakan pasar menjadi kurang sensitif terhadap spekulasi mengenai waktu dan laju tapering oleh the Fed. "Ada sedikit kebosanan pada pasar. Emas telah bergejolak seiring isu tapering dalam 6 bulan terakhir,'' ucap Hansen. "Sudah banyak yang diantisipasi oleh pasar mengenai waktu dan jumlah tapering, namun mungkin saat ini pasar ingin melihat fakta yang sesungguhnya,'' ucap Hansen. (xiang) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 16 Desember 2013
EUR/USD.Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 1.3780, sebelum menguji area 1.3835. Untuk pergerakan turun, support terdekat ada di sekitar area 1.3720, break konsisten ke bawah area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanutan menuju support kunci pada area 1.3665.
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 17 Desember 2013
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi i |
Market Movers: Penantian Keputusan Tapering
Rabu, 18 Desember 2013 Monexnews - Data inflasi AS year on year yang dirilis semalam mengalami kenaikan sedikit dibandingkan data sebelumnya, 1,2% versus 1,00%. Kenaikan ini sempat membuat dollar AS menguat. Namun kalau kita melihat target inflasi Bank Sentral AS (Fed), angka 1,20% ini masih jauh dari target 2,00%. Dan ini yang menekan kembali dollar AS. Para pelaku pasar kelihatannya masih belum menentukan arah. Pasar masih menunggu keputusan penting Fed yang akan disampaikan dinihari nanti (pukul 2.00 WIB) dan disusul konferensi pers Ben Bernanke setengah jam kemudian. Ekspektasi di pasar masih fifty-fifty terkait keputusan tapering atau no tapering. Sikap pasar yang terbelah ini yang menyebabkan harga bergerak sideways, naik turun tanpa arah yang jelas. Efek pertama dari keputusan tapering mungkin akan berakibat penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia, indeks saham berguguran dan harga komoditas merosot. Dan bila Fed membuka kemungkinan kelanjutan tapering di tahun depan, tekanan turun akan semakin besar. Sementara bila tapering tidak dilakukan, kelegaan akan berhembus ke pasar dan rally-rally di indeks saham, harga komoditas dan mata uang dunia lainnya mungkin akan terjadi. Namun tetap diwaspadai keinginan tapering Fed tahun 2014 yang bisa membuat rally menjadi terbatas. Selain isu tapering, pada sore hari, beberapa data dari kawasan Eropa akan menjadi market mover bagi pergerakan indeks saham dan mata uang kawasan Eropa. Yang perlu diperhatikan adalah data iklim bisnis Jerman yang disurvei Ifo, hasil voting rapat bank sentral Inggris, data tenaga kerja Inggris dan data penjualan ritel Inggris. Data ijin membangun bangunan AS juga mungkin bisa menjadi market mover, meski dibayangi oleh isu tapering. (Ariston Tjendra) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 19 Desember 2013
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Market Movers: Tapering Masih Hentakan Pasar
Jumat, 20 Desember 2013 Monexnews - Seperti diduga, tapering masih memberikan dampak ke pasar keuangan kemarin. Menjelang tutup akhir tahun ini sudah tidak banyak market mover besar yang menggerakan pasar. Likuiditas mungkin akan mulai menyusut minggu depan. Hari ini hasil rapat bank sentral Jepang (BOJ) mengingatkan lagi ke pasar bahwa BOJ masih tetap mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter, berbeda dengan bank sentral AS yang bersiap dengan pengetatan moneter sehingga USDJPY mendapatkan kembali momentum penguatan. Dari kawasan Eropa, beberapa data penting yang akan dirilis adalah data iklim konsumen Jerman, data current account Inggris, data GDP Inggris, dan hasil KTT Ekonomi Eropa. Kemarin, data-data dari Eropa ini kurang bisa berperan sebagai market mover karena masih kuatnya sentimen tapering. Sementara dari AS akan dirilis data GDP q/q hasil pengukuran terakhir untuk kuartal ketiga dimana data diperkirakan tidak berubah dari pengukuran sebelumnya 3,6%. Data yang lebih buruk dari prediksi bisa menekan turun dollar AS. Efek tapering kemungkinan juga masih berimbas ke pasar hari ini. (Ariston Tjendra) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Nikkei Yakin Dengan Perekonomian AS
Senin, 23 Desember 2013 Monexnews - Nikkei menguat setelah data AS di akhir pekan membuat investor lebih yakin dengan keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi Paman Sam. GDP final AS direvisi lebih tinggi dari 3,6% menjadi 4,1% untuk kuartal keempat 2013. Ini tentunya bukti akan tangguhnya kondisi ekonomi AS sehingga cukup kuat untuk menghadapi tapering Fed. Bank sentral AS telah mulai kurangi pemberian stimulus pada pertemuan minggu lalu; namun dengan kondisi ekonomi AS yang lebih kuat maka perekonomian mungkin tidak akan merasakan dampak yang signifikan dari tapering Fed. AS merupakan salah satu mitra dagang utama Jepang; sehingga perbaikan ekonomi AS akan berdampak positif terhadap perekonomian Jepang. Meski demikian, investor terlihat mencermati pergerakan yen sebelum mendorong penguatan nikkei lebih lanjut. USD/JPY kini diperdagangkan 104.02; coba menjauhi level terlemah lima tahun 104.62 yang diraih Jumat silam. Berlanjutnya pelemahan yen merupakan salah satu faktor penopang rally Nikkei belakangan; sehingga jika yen tidak bisa melanjukan pelemahan maka ini dapat membebani kinerja bursa saham Jepang. Nikkei 225 menguat 0,07% dan kini diperdagangkan di level 15870 (fr) DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 24 Desember 2013
� EUR/USD. Bias masih netral dalam jangka pendek. Kisaran penting harian yang harus di pantau dengan ketat terlihat di antara 1.3575 – 1.3780. Secara keseluruhan, outlook teknikal kami masih bullish menguji ulang ke area 1.3835. Pada sisi bawah, hanya break dan harga penutupan harian di bawah 1.3620 dapat memicu dorongan bearish lanjutan menguji ke area kunci support di 1.3575. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek. Level support kunci terlihat di kisaran area 1.6220, break dan bergerak konsisten ke bawah dari area tersebut dapat menjadi ancaman untuk outlook bullish menguji ke area 1.6160. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6415, break ke atas dari area tersebut dapat memicu tekanan bullish lanjutan menguji ke area 1.6445. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga mampu break ke atas area 104.50, untuk memicu momentum pergerakan bullish lanjutan menuju area 105.00. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 103.55, break dan harga penutupan di bawah area tersebut dapat memicu skenario koreksi bearish lanjutan menguji ke area 103.00 atau bahkan lebih rendah lagi. � USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.8985, untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 0.9055. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8895, break konsisten ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 0.8850. � AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, namun kita perlu break ke atas area 0.8950, untuk memicu tekanan bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 0.9020. Pada sisi bawah, break kembali ke bawah area 0.8850 akan membawah harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 0.8815. � XAU/USD.Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 1205 – 1195. Di perlukan break salah satu area tersebut untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break ke atas dari area 1205 dapat memicu bullish lanjutan menuju wilayah 1213. Dan untuk sisi lainnya, break kebawah dari area 1195 akan memicu bearish lanjutan menguji ke area 1190. � Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek, dengan potensi rentang perdagangan diantara area 22800 – 23000. Break dibawah area 22800 seharusnya memicu momentum bearish menguji kembali area 22690. Disisi lain, break konsisten diatas area 23000 akan memberikan dorongan pada harga untuk menguji area 23140. � Nikkei Futures.Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15990, break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 16150. Disisi lain, kegagalan menembus diatas area 15990 dapat mengkoreksi harga ke 15880 akibat indikator stochastic dan RSI yang berada pada wilayah jenuh beli. Break konsisten dibawah area 15880 akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji kembali area 15780. � Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 264.50. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum, bullish lebih lanjut menguji area 265.25. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 262.15, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 261.00. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
Technical Outlook 26 Desember 2013
� EUR/USD. Bias masih netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat disekitar area 1.3650, break di bawah area tersebut akan membawa harga turun menguji kembali area 1.3625. Di sisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.3690, break di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish menguji kembali area 1.3715. � GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6380, sementara support terdekat terlihat disekitar area 1.6315. Break konsisten di atas area 1.6380 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 1.6430. Di sisi lain, break di bawah area 1.6315 akan memicu tekanan bearish untuk menguji area 1.6280. � USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menguji ke area 104.40. Break di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji kembali ke area 104.60. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat terlihat disekitar area 104.15, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 103.90. � USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khususnya jika harga mampu break di atas area 0.8985 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji kembali area 0.9055. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.8945, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, dalam jangka pendek menguji kembali area 0.8920. � AUD/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek, di butuhkan break di atas area 0.8950 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area resisten kunci 0.9020. Pada pergerakan ke bawah, break di bawah area 0.8900 akan menambah tekanan kebawah pada harga untuk menguji area 0.8875. � XAU/USD.Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 1205 – 1195. Di perlukan break salah satu area tersebut untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break ke atas dari area 1205 dapat memicu bullish lanjutan menuju wilayah 1213. Dan untuk sisi lainnya, break kebawah dari area 1195 akan memicu bearish lanjutan menguji ke area 1190. � Nikkei Futures.Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 16200, break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji kembali area 16245. Pada pergerakan ke bawah, break dibawah area 16055 akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji support selanjutnya pada kisaran area 15975. � Kospi Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 264.50. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum, bullish lebih lanjut menguji area 265.25. Sementara itu, kegagalan menembus area 264.50 akan mengkoreksi harga ke area 263.40. Break konsisten dibawah area tersebut seharusnya membawa harga turun menguji area 262.15. DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini. |
| All times are GMT +7. The time now is 03:32 AM. |
|