|
[Update] .:: Kumpulan Motivasi ::.
AMATILAH DIRI ANDA DAN BERTANGGUNGJAWABLAH
Keberhasilan yang diraih, atau kegagalan yang menimpa dapat ditelusuri jauh ke dalam diri anda. Karena andalah yang menjalani semua ini. Bukan orang lain. Hanya saja, terlalu banyak orang tak mau memikul tanggung jawab itu. Bagi mereka mempertanggungjawabkannya adalah beban. Padahal, tak seorang pemimpin pun tak merasakan kebebasan setelah berani mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Dan, tanggung jawab tertinggi untuk mencapai kebebasan murni adalah bertanggung jawab atas diri sendiri. Seorang bijak pernah menulis demikian: "Amatilah pikiranmu, karena akan menjadi ucapanmu. / Amatilah ucapanmu, karena akan menjadi tindakanmu. / Amatilah tindakanmu, karena akan menjadi kebiasaanmu. / Amatilah kebiasaanmu, karena akan menjadi karaktermu. / Amatilah karaktermu, karena akan menjadi nasibmu." Di atas semua itu, amatilah diri anda. Hanya mereka yang mengenal dirinyalah yang akan mencapai ketenangan diri yang sesungguhnya. :gomen: |
BERUSAHALAH SEBAIK MUNGKIN, SETELAH ITU LEPASKAN
Lakukan segala sesuatunya dengan upaya terbaik anda. Yaitu, dengan sekuat tenaga, kecerdasan tinggi, dan sepenuh hati. Anda pun akan mampu menahan beban yang berat, memecahkan persoalan yang rumit dan menikmati kehidupan kerja anda. Namun, setelah itu pandanglah hasil kerja anda dari kejauhan. Akuilah bahwa anda tak mungkin mengetahui semua hal. Oleh karenanya, anda tak memiliki kekuasaan untuk memastikan bahwa semua upaya anda akan berhasil. Tugas anda adalah berusaha sebaik mungkin. Itu saja. Harapan terkadang menjadi beban. Itu bila anda beranggapan bahwa semua harapan yang setinggi langit itu harus terwujud. Anda tak berhak mengucapkan kata "harus". Sungguh berbeda antara menaruh harapan dengan memaksakan kehendak. Anda boleh berkemauan. Untuk itu anda harus berupaya. Namun, anda tak memiliki hak untuk memutuskan apakah kenyataan akan sesuai dengan harapan. Sekali lagi, berusahalah sebaik mungkin. :gomen: |
HANYA PEMIMPIN SEJATI BERTINDAK BAK PEMIMPIN SEJATI
Tak ada pemimpin yang tiba-tiba turun dari langit. Mereka semua harus melalui perjalanan hidup yang panjang dan berat. Mungkin anda tak bisa melihat betapa deras keringat mereka bercucuran, atau betapa tegang otot mereka meregang. Karena mereka mampu mengubah semua itu menjadi kekuatan yang gilang gemilang. Anda tak perlu harus menjadi seorang pemimpin. Bukan anda yang memutuskannya. Namun, anda dapat bersikap, bertarung dan berjuang sebagaimana pemimpin sejati lakukan. Dan, memang itulah yang senantiasa mereka lakukan. Singa yang tak pernah merasakan perihnya luka cakar dan patah kuku bukanlah raja rimba terhebat. Elang yang tak pernah menerjang topan badai dan menembus awan gelap bukanlah kaisar langit terkuat. Kayu terbaik didapat dari pohon yang tumbuh dalam tempaan hujan lebat dan panas terik. Pemimpin sejati ditemukan dalam situasi sulit dan kritis. Pertempuran hanya diperuntukkan bagi mereka yang berani. Pecundang yang lari dan bersembunyi tak pantas merayakan kemenangan. :gomen: |
TAHANLAH AMARAH ANDA
Mungkin anda beranggapan, marah itu perlu untuk melepaskan sumbat emosi. Atau, agar orang lain tahu apa yang tidak anda sukai. Atau, agar dada anda terasa lebih ringan. Sesungguhnya, nasehat para bijak itu sederhana; jangan sia-siakan energi anda dengan mengumbar kemarahan. Marah tak pernah memperkokoh diri anda. Marah justru melemahkan sendi dan tulang anda. Kesabaranlah yang memperkuat kepribadian anda. Kesabaran tak mengenal batas, karena itu bersabar adalah kekuatan. Ada tiga alasan mengapa anda tak perlu marah. Pertama, marah membutakan pandangan. Anda tak bisa berpikir jernih dalam kemarahan. Kedua, marah mengundang musuh. Kerja sama dibangun di atas semangat bantu-membantu. Bukan, paksa-memaksa. Apalagi disertai kemarahan. Ketiga, marah berarti kelemahan. Anda kalah saat marah. Orang yang membuat anda marah, mengalahkan anda. :gomen: |
CIPTAKAN HUBUNGAN DENGAN ORANG-ORANG
Ketrampilan tehnis dan pengetahuan tentang pekerjaan belumlah cukup. Anda perlu mengenal orang-orang yang terlibat di dalamnya. Cepat atau lambat, anda akan membutuhkan bantuan mereka. Karena itu, jalinlah hubungan dengan orang-orang lain. Menciptakan hubungan bukan hanya dengan mengingat wajah, atau mengumpulkan kartu nama mereka. Anda harus menumbuhkan ikatan batin. Anda harus hadir di sana memberikan sesuatu dari anda. Dan, sesuatu itu adalah bantuan anda; dukungan anda. Prinsip hubungan itu sangat sederhana: hubungan itu selalu imbal balik; saling memberi dan menerima; dan tolong menolong. Atau, anda bisa menjadi matahari, yang tak membutuhkan apa-apa dari orang lain. Tak henti memancarkan sinarnya demi keberlangsungan kehidupan. Matahari tak melakukan transaksi. Namun, untuk itu anda harus berada jauh tinggi, melepaskan diri dari kepentingan sendiri, membebaskan diri dari perbedaan-perbedaan, dan yang terpenting mengisi diri penuh dengan cinta kasih. Bila demikian, maka pantaslah bila bumi yang mengitari matahari. :gomen: |
TIDAK PERNAH BERHENTI BELAJAR
Hidup ini adalah sekolah yang tak pernah usai. Jadi, jangan pernah berhenti belajar. Anda mungkin tak tahu apa yang akan terjadi esok. Itu berarti esok adalah waktu anda untuk mempelajari hal-hal baru. Dan sesungguhnya setiap saat selalu baru. Selalu ada hal baru untuk diserap dan diketahui. Anda bisa memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah untuk mendapatkan gelar. Atau, mengikuti kursus-kursus singkat. Atau sekedar bertanya,dan membaca buku. Yang terpenting, bukalah diri anda. Jangan biarkan kepekaan anda lenyap. Anda tak pernah tua untuk menjadi baru. Sepanjang jaman, burung Manyar membentuk sarangnya dengan arsitektur yang itu-itu saja. Sedangkan manusia mampu mendirikan bangunan di atas gunung, celah-celah lembah atau dasar laut. Sejak semula, buaya dan ular harus berjemur di bawah panas matahari untuk menghangatkan tubuhnya. Sedangkan manusia menciptakan pendingin dan penghangat untuk menyamankan dirinya. Beda dari semua itu adalah kemampuan belajar yang luar biasa yang kita miliki. Percayalah, anda takkan pernah kehabisan menemukan hal baru dari alam ini. Apa yang manusia temukan selama ini hanya setitik tinta dari samudra ilmu luas. :gomen: |
PENGALAMAN KITA SAMA BANYAKNYA
Pengalaman teman kami ini membuat lidah kami berdecak. Ketika kami berkunjung ke kotanya, ia bercerita bahwa ketika kanak-kanak ia pernah bersepeda puluhan kilometer membelah sawah, kebun tebu dan hutan kecil yang sekarang menjadi lahan perumahan megah. Ia pun bercerita tentang kegiatan masa kecilnya, seperti mengeringkan daun, mengawetkan belalang dan kupu-kupu, membuat rumah burung, menyusun kliping, dan tak lupa membolos. Ketika remaja, pernah menjadi kenek truk hingga ke seberang pulau, membaca banyak buku dan sastra, bahkan sempat mencuri buku yang diidamkannya dari perpustakaan sekolah, menulis beberapa cerita dan puisi, takut berlatih silat meski banyak temannya adalah pendekar. Pernah juga berteman dengan pelukis, memainkan Bach, menjadi offisial atlet cacat, memunguti ikan yang tercecer saat musim pemindahan ikan di tambak rakyat tiba, dan semua pengalaman lain yang sangat menarik disimak. "Pengalaman anda kaya sekali," ujar kami. "Tidak!" tukasnya. Sambil menatap keheranan ia melanjutkan, "Jangan salah sangka. Semua orang memiliki pengalaman yang sama kayanya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghargai dan mengambil pelajaran darinya. Bila kau benar-benar terserap dalam setiap garis pengalaman hidupmu, kau akan sadari tiada satu pun yang sia-sia dalam hidup ini. Hidup ini terlalu cantik untuk diacuhkan. Bila kau merasa hidupmu hampa, itu karena kau tak menghargainya." :gomen: |
MENGAPA HARUS MEMILIKI?
Di manakah kita bisa temukan keindahan hidup? Di sebuah sudut alun-alun kota ini, sepasang suami istri pedagang kaki lima meringkuk dalam tenda dikelilingi oleh beberapa anaknya. Hujan deras turun sejak petang. Penganan yang dipajang sudah dingin dari tadi. Tapi mereka tetap saling bercanda sambil membiarkan suara radio kecil meramaikan suasana dengan sedikit gemerisik. Kau pasti rugi, pak? "Ya, tidak apa-apa, semoga besok cuaca terang," demikian jawabnya. "Kami ini pedagang kecil, mas. Tak punya apa-apa. Jadi kalau toh rugi, kami tak kehilangan apa-apa. Orang yang takut kehilangan biasanya mereka yang merasa memiliki apa yang diusahakannya. Padahal, siapa yang bisa menjamin malam ini tidak hujan? Betapa hebatnya pemilik hujan itu sehingga bisa membuat warung kami tak ada pengunjung? Bahkan kami sendiri tidak kuasa atas perniagaan ini." Ah, betapa sederhananya. Bila kita mengaku berkuasa atas apa yang kita "miliki", kita tercebur dalam lautan ilusi yang menenggelamkan saat apa yang kita "miliki" hanyut terdera ombak. "Memiliki" adalah rantai besi yang mengikat kita pada batu karang dasar laut. Menyadari ketidakkuasaan diri di hadapan semesta raya adalah kunci pembuka rantai itu. :gomen: |
JANGAN HABISKAN WAKTU UNTUK MENGKRITIK
Anda akan memiliki lebih banyak "waktu" dengan tidak mengkritik. Setiap orang memahami sesuai prasangkanya. Setiap orang berhak mempertahankan pendiriannya. Jadi untuk apa anda menyusahkan diri dengan mengkritik apa yang terjadi pada orang lain. Anda takkan mampu memahami semua hal. Anda mungkin tidak melihat apa yang dilihat orang lain. Keterbatasan pikiran dan prasangkalah yang membuat anda takabur sehingga seolah-olah melihat apa yang tak dilihat orang lain. Bila perahu anda bocor di tengah lautan. Kritik pada si pembuat perahu tak akan menolong anda dari ketenggelaman. Anda harus menambal lubang, atau terjun ke air dan berenang. Ini menolong anda sendiri. Semua tindakan bagai simpanan yang akan anda tarik kelak. Dan seburuk-buruknya simpanan adalah kecaman. Sedangkan pertolongan selalu memberikan bunga yang terbaik. :gomen: |
BERKENAN MEMBERI
Mungkin tak seorang pun bersimpati pada kesulitan anda. Atau mau mendengar dan memperhatikan keluhan anda. Itu tak apa. Biarkan saja. Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingan egonya. Jadi mengapa anda harus kesal dan memasukkannya ke dalam hati? Hidup ini sederhana, bila kita tak selalu menuntut belas kasih dari orang lain. Hidup ini terasa manis, ketika kita bersedia menolong pada orang lain tanpa pamrih. Semakin banyak anda memberi, semakin ringan langkah anda jadinya. Cobalah berdiri di depan jendela dan pandanglah keluar. Tanyakan pada diri anda, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat anda hadir di sini. Tentu, bukan untuk merengek atau meminta sanjungan. Namun, demi sebuah kegunaan yang takkan sia-sia. Bahkan seekor cacing tanah pun menggeliat untuk menggemburkan sawah. Apalagi anda yang telah sempurna untuk seluruh tugas hidup anda. Namun, itu hanya terwujud bila anda berkenan memberi. :gomen: |
saran dan motivasi yang bagus tuh ndan meskipun gue baca sekilas aja..
|
Quote:
:2good: |
RANTAI YANG MENGIKAT KAKI
Seorang pawang gajah pernah bercerita bahwa gajah harus dilatih sejak masih kecil dan lemah. Pertama-tama kaki bayi gajah diikat dengan rantai baja yang kuat pada sebuah tonggak yang kokoh. Gajah hanya bisa berjalan sejauh panjang rantai. Jika ia berusaha melarikan diri, rantai baja akan menahannya. Biasanya ia akan mencoba memutuskan rantai itu dengan menariknya kuat-kuat, namun ia masih terlalu lemah untuk bisa mengalahkan kekuatan rantai baja. Ini berlangsung selama bertahun-tahun sampai tertanam dalam benak gajah bahwa ia takkan pernah mampu memutuskan rantai yang mengikat kakinya. Dengan demikian sang pawang bisa membawa gajah bekerja di ladang dan hutan tanpa khawatir melarikan diri. Lalu, apalah bedanya rantai baja dengan tali ijuk, bila sang gajah tetap saja menganggap dirinya takkan mampu mengalahkan apa yang mengikat kakinya? Apakah hal ini terjadi pada hidup kita? Jika selama ini kita membiarkan diri terbelenggu pada pengalaman masa lalu, tanpa sedikit pun ada keberanian untuk menginsafinya, maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita takkan pernah mampu melepaskan diri dari penyesalan. :gomen: |
PERLUKAH MENCARI JALAN PINTAS?
Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Tahukah anda apa itu kemujuran? Bukankah, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran. Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alami dan semestinya. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Anda harus melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot mencari-cari jalan pintas, karena tak ada jalan pintas. Hargai saja setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja. Amatilah jalan lurus anda. Tak peduli bergelombang atau berbatu, selama anda yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Dan, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun anda menjadi diri anda sendiri. :gomen: |
keren ndan motivasinya... :2good::2good::2good: |
SEBENTANG JARING KEPERCAYAAN
Bila anda tak percaya pada seseorang, maka kebaikan apa pun yang dilakukannya tetap mengundang keraguan dalam diri anda. Tanpa disadari anda mendapati selalu saja ada kesalahan dalam tindakannya. Ketidakpercayaan menyayat lebih tajam daripada kritik pedas. Sebaliknya, bila anda percaya pada seseorang, semua kekeliruan yang dilakukannya adalah titik tolak untuk melakukan perbaikan. Tanpa disadari anda terdorong untuk membenahi dan mengisi kekurangan yang ada. Kepercayaan adalah jaring penyelamat bagi setiap peloncat yang gagal. Keberhasilan bukan hanya karena kerja keras anda sendiri, pasti ada sebentang jaring kepercayaan yang dihamparkan oleh para pembimbing anda. Sedangkan kegagalan seringkali diakibatkan gagalnya anda meraih kepercayaan orang lain. Uniknya, anda hanya akan meraih kepercayaan manakala anda mau mempercayai orang lain pula. Tali yang kuat terpilin dalam simpul yang kuat. Saling mempercayai adalah simpul yang jauh lebih kuat. :gomen: |
Quote:
:tersipu::tersipu: Makasih ndan udah mampir..... kalo keren :melon: nya duoonk.... :gg::gg: |
BILA KEBAIKAN ANDA DIRAGUKAN
Mungkin anda merasa sudah berbuat baik serta menjaganya dari pamrih yang tak perlu. Namun masih ada juga orang lain yang mempertanyakan itikad baik anda. Bahkan mencurigai serta mencium seolah-olah ada bau busuk di balik semua perbuatan anda. Bila demikian yang terjadi, janganlah berkecil hati. Ini hanyalah sebuah batu ujian yang harus anda lalui demi mencapai anak tangga ketulusan. Pamrih tulus tak perlu diukur, karena ia memang tak terukur. Bagaimana mungkin anda mengukur sebuah kemurnian? Kita ukur emas melalui logam lain yang mencemari kemurniannya. Maka, bila anda terbuai-buai senang pada kebaikan anda, atau berlama-lama kecewa karena celaan orang lain, maka pertimbangkan sekali lagi pamrih-pamrih anda. Keinginan untuk mendengar pujian adalah sebentuk pamrih juga yang semestinya tak diperlukan dalam ketulusan. :gomen: |
MENINGGALKAN DENGAN SENYUM
Mengapa kita takut mati? Mari kita telusuri dengan hati-hati persoalan ini. Sebenarnya siapakah yang takut mati itu? Tubuhkah? Tidak, setiap hari tubuh belajar untuk semakin renta. Pada saatnya ia malah terpuruk tak berdaya. Perasaankah? Tidak juga, setiap detik perasaan datang silih berganti. Ia bagaikan awan yang berubah-ubah bentuk tanpa disadari. Jika demikian, siapakah yang sesungguhnya takut mati? Apakah sang aku? Seringkali ketakutan kita akan mati berasal dari tak sederhananya pikiran dalam memandang kematian. Mungkinkah pikiran, dengan aku yang selalu ingin menjadi ada, mampu menjawab sesuatu yang harus meniadakan aku itu sendiri? Karenanya, lebih sering kematian itu tidak untuk dipikirkan, namun diterima sebagai teman seperjalanan hidup yang selalu membisikkan agar kita selalu berbuat baik bagi hidup. Lebih dari sekedar baik, melainkan yang terbaik-baiknya. Hanya bila kita telah memberikan hidup kita sepenuhnya pada hidup ini, kita berhak meninggalkan hidup ini dengan senyum. :gomen: |
KEKECEWAAN YANG MELEMAHKAN
Seringkali ketidakmauan untuk menerima kelemahan orang lain disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menerima kelemahan diri sendiri. Juga, seringkali keseganan mengakui keunggulan orang lain dikarenakan keengganan mengakui kelemahan diri sendiri. Sebenarnya "kelemahan" diri bukan untuk diakui atau ditolak, melainkan dipahami. "Kelemahan" tampak karena kita biasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain. "Kelemahan" terlihat karena kita tak cukup mengenal diri sendiri. "Kelemahan" membebani karena kita tak berkenan menerima diri ini apa adanya. Janganlah apa yang tampak bersinar-sinar pada dada orang lain meredupkan apa yang semestinya berbinar-binar dalam dada ini. Berkaca pada cermin orang lain lebih banyak memberikan kekecewaan. Dan, tak mungkin kita berdiri tegak bersama hati kecewa. Maka kekecewaan itulah sang kelemahan yang sesungguhnya. :gomen: |
YANG DATANG PASTI AKAN PERGI
Apa pun yang kita kumpulkan, cepat atau lambat, pasti akan pergi. Harta yang kita simpan; kehormatan yang kita perjuangkan; dan semua yang diaku sebagai milik sendiri selalu mencari jalan keluar dari genggaman kita. Ibarat, arus sungai yang rindu akan lautnya. Sekuat apapun bendungan menghadang, air akan menemukan celah untuk meneruskan tetesannya. Atau, angin akan mengangkat mereka ke awan-awan tebal dan menjatuhkannya ke atas samudera. Apa pun yang terjadi, semua itu akan pergi. Jika toh mereka tak meninggalkan kita, suatu saat kitalah yang akan meninggalkan mereka. Kita akan meninggalkan semua ini. Karenanya, jangan terburu mengaku beruntung atas segunung harta atau selangit kehormatan kita raih. Di saat semua itu pergi, tak selalu pantas kita meratapinya sebagai kemalangan. Maka, tak ada yang lebih baik selain selalu bersiap melepaskan. Bagi bendungan, tekanan arus air adalah beban berat. Bagi kita, tumpukan harta tak kalah beratnya. Maka, bila ia harus pergi, relakan kepergiannya. Ini membuat hati jauh lebih lapang dan ringan. :gomen: |
APA KATA ORANG LAIN TENTANG ANDA
Banyak orang takut pada pendapat orang lain tentang diri mereka. Padahal, suka atau tidak, orang lain pasti memiliki pendapat tentang diri anda. Dan, anda pun takkan mampu menghentikannya. Sebaliknya, bila mau, boleh-boleh saja anda membalas mengatakan sesuatu tentang orang lain. Sayangnya berbantah-bantahan tentang hal ini tak selamanya menolong keadaan. Jadi, mengapa risau? Seringkali ketakutan muncul karena kita berusaha membenarkan atau menyalahkan pendapat-pendapat itu. Padahal, semestinya tak perlulah itu menambah atau mengambil sesuatu dari anda. Yang lebih buruk lagi adalah, bila anda hanya ingin mendengar sesuatu yang anda sukai saja, dan menolak apa yang tak ingin terdengar. Setuju atau tidak, seringkali ini tak lebih dari ajang pengingkaran diri. Biarlah orang lain mengatakan sesuatu tentang anda. Bila itu bermanfaat, kenakan sebagai perbaikan diri. Bila tidak, terimalah. Setidaknya ada orang yang memperhatikan anda. Dan, itu bukanlah hal yang buruk. :gomen: |
BERHATI-HATILAH DENGAN PENILAIAN ANDA
Jangan tergesa-gesa mengubah pandangan terhadap orang lain hanya karena mereka melakukan suatu kesalahan. Berilah tempat pada kesalahan. Bila anda yakin, kesalahan adalah bagian dari pertumbuhan menuju kematangan diri, tak perlu anda terpaling dari kejernihan pandangan. Amati penilaian anda. Berhati-hatilah dengannya. Penilaian yang terpaku pada kesalahan mudah mengaburkan penglihatan. Penilaian adalah pantulan pikiran. Keburukan yang tampak mungkin berasal dari cermin pikiran yang keruh. Karena itu, ada baiknya berhenti menghakimi orang lain. Mulailah membersihkan cermin diri sendiri agar dunia tampak lebih jelas apa adanya. :gomen: |
TERUSLAH BERGERAK, TERUSLAH BERKARYA
Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda. Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan ini: Jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna. :gomen: |
wah, manteb2 neeh. ane bikinin blog mau ga boz?
tapi sub domain. misalnya motivasi.blogane.com gitu boz. klo mau, namanya terserah ndan. nanti ndan sebagai author disana klo mau. truz yang ada disini di copy aja ke sana :hi: |
JANGAN PANDANG HUTAN DARI SEMAKNYA
Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Anda hanya perlu mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah pikiran untuk memahami ketakutan anda. Maka akan anda temui keberanian untuk menghadapinya. Jangan sembunyi, jangan tunda, dan jangan berhenti memecahkan masalah anda. Persoalannya bukan karena masalah itu akan membesar, namun pikiran anda yang semakin kerdil - pandangan anda yang semakin sempit. Berjalan di jalan keberhasilan adalah berjalan di hutan lebat. Jangan berhenti hanya karena onak belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya belaka. Anda harus mampu melewatinya. Sekali anda berhasil mengatasi ketakutan, anda memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami bahwa semua itu sangat baik bagi kekuatan anda untuk mengatasi tantangan yang lebih besar :gomen: |
Quote:
|
BERSYUKURLAH
Semestinya anda mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan soal keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa anda tidak realistis. Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih realistis sebelum anda terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan kenyataan? Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin jauh anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri sendiri. Banyak orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda. :gomen: |
Quote:
ndan maupun teman2 ceriwis bisa mengisi blog itu dengan tulisan2 yang mengandung motivasi. silahkan PM jika berminat :hi: |
Quote:
:2good: |
ndan, ane ijin ngopy postingan2 disini untuk di post di blog tersebut. ini kan udah banyak banget postingan dari ndan Reindhart, kira bagusnya gimana ya? apa ane jadwal sehari sekali postingan itu ato gimana?
|
mantep2 dan motipasi nya..:2good:
jgn lupa mampir di trit ane [share] Renungan buat kita semua - kisah pemuda dan peramal |
Quote:
klo berminat jadi penulis blog, PM ane aja ndan |
Quote:
--- TS, makasih yaa kalimat demi kalimat mengalir dan memompa motivasi nehh :2good: |
bakal update trus ndan, mantap ndan, ane bukmark klo gitu
|
Quote:
|
Quote:
|
Quote:
|
JANGAN BERHENTI HANYA KARENA KRITIK
Jangan berhenti hanya karena kritik dilontarkan pada anda. Bolehlah anda berhenti sejenak untuk mengatur nafas, mengukur kemampuan dan menentukan arah yang tepat. Namun, sekecil apa pun, langkah maju harus diambil. Jangan surutkan langkah bila anda telah teguh pada pendirian. Keraguan takkan mendorong anda ke puncak keberhasilan. Satu-satunya yang boleh menyurutkan langkah anda hanyalah bila anda merasa tak bahagia dalam perjalanan itu. Anda perlu renungi lagi apakah tujuan ini benar-benar memberikan kebahagiaan? Apakah anda dapat menikmati setiap langkah, meski sulit? Bila tidak, sudah sepantasnya anda berhenti dan meneropong kembali seluruh perjalanan anda. Kuda mungkin berlari kencang karena lecutan cemeti yang menyakitkan. Kritik bukanlah lecutan cemeti. Anda melaju bukan karena kritik apalagi kecaman. Namun karena anda yakin berjalan di atas jalan keberhasilan selalu memberikan kebahagiaan. :gomen: |
BICARA DENGAN BAHASA HATI
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda. Mulailah melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda. :gomen: |
| All times are GMT +7. The time now is 02:18 AM. |
|