bakwanmalang
27th May 2012, 05:37 PM
http://humor.myiooi.com/attachments/6/95c5caa8a5ae8a5c0873076b5cf6aca3/70/video.gif
Drama 1
cewek sambil nangis:
�aku ngga perlu nunjukin kan di fb, twitter dan lainnya kalau aku itu sayang kamu, lagian buat apa sih yang penting kan kamu ngerasain sendiri gimana perasaan aku ke kamu�
cowok:
�iya buat kamu emang gak perlu, tapi coba liat sejauh ini..menurut kamu gak penting tapi buat aku itu penting, justru karena itu kan kita jadi sering ribut gak penting kaya gini sekarang, lagian apa susahnya sih..itu kan hal yang sangat simple�
Drama 2
atasan dengan nada tinggi :
�loh ko� jadinya kerjaan kamu kaya gini, kan ngga seperti ini yang saya minta, kamu itu kemarin dengerin gak sih?�
bawahan:
�tapi bu saya kan mengerjakan seperti yang ibu minta karena itu yang saya tangkap kemarin dari arahan ibu�
Drama 3
Guru sedikit membentak:
�Gimanasih kan udah berulang kali ibu ajarin ke kamu, ko gitu aja kamu gak ngerti-ngerti sih, harus berapa kali ibu harus ngulangin sampai kamu paham�
Murid terdiam :
*dalam hati* �Tapi bu ...saya emang belum ngerti bu saya udah coba mahamin dan dengerin semua omongan ibu� *tertunduk lesu, sedih, malu dan merasa bodoh karena dipermalukan didepan teman-temannya*
.....
kita semua mungkin pernah ngedenger atau terlibat dengan situasi yang kurang lebih sama seperti drama-drama diatas,
atau mungkin hanya sekedar berbeda konteksnya saja
atau mungkin suatu situasi dimana kita merasa sudah merasa sangat jelas akan apa yang kita maksudkan,
tapi kenyataannya orang lain mendengar/menangkapnya dengan maksud yang lain lagi.
sekarang berhenti sejenak..
dan coba jujur deh sama diri sendiri..
faktanya respon yang paling banyak kita gunain dalam situasi dimana ketika orang tidak bisa menangkap apa yang kita maksudkan adalah dengan cara MENYALAHKAN.
�ya, itu salah dia lah kalau dia ngga bisa nangkep apa yang gw maksud�
Tapi pada akhirnya dengan cara menyalahkan orang lain selain diri kita sendiri, situasi yang ada malah jadi makin ribet dan ngerugiin banyak orang termasuk juga ya diri kita sendiri.
solusinya sebenarnya simple aja..
Mulai untuk ambil tanggung jawab dan stop nyalahin orang lain.
ketika orang lain ngga nangkep apa yang kita maksudkan,
berhenti sejenak dan pikirin bahwa sebenarnya bukan mereka yang salah yang ngga menangkap maksud kita.
Tapi justru karena cara komunikasi kita, cara kita menyampaikan pesan.. yang akhirnya membuat mereka salah memahami maksud kita.
karena sebenarnya
Makna dari suatu komunikasi sendiri adalah respon yang dibangkitkan/didapatkan dari rekan bicara kita.
http://static.kaskus.co.id/images/smilies/s_sm_melon.gif
dengan mulai punya pikiran seperti itu bahwa makna dari suatu komunikasi adalah respon yang dibangkitkan/didapat oleh orang lain. maka kita akan jadi lebih realistis, lebih responsive dan lebih terbuka akan semua masukan yang diberikan,
selain itu juga kita bisa jadi lebih fleksibel akan suatu perubahan-perubahan yang sebenarnya emang baik buat kita.
Tentunya ujung-ujungnya kita bakalan lebih mudah dan gampang lagi buat berkomunikasi dengan siapapun dan kapanpun karena kita bisa mendapatkan respon yang memang kita inginkan dari rekan bicara kita
coba pahami dan pikirkan baik-baik faktanya,
ga ada ko namanya murid yang bodoh, yang ada seorang guru yang mungkin belum memahami strategy belajar muridnya.
ga ada bawahan yang dungu atau oon, yang ada atasan yang terkadang gak bisa memberikan arahan sesuai dengan bahasa yang memang dimengerti bawahannya.
....
http://www.melmax.pl/files/bloki/idea.png
jadi sebenarnya ada baiknya juga ko� disituasi manapun yang sedang kita hadapin. ketika kita ngomong dengan orang lain, coba cek ulang lagi deh apakah pemahaman yang mereka tangkep udah sesuai seperti yang kita inginkan.
Gitu juga sebaliknya dengan kita, ketika kita mendengarkan seseorang, coba sampaikan ulang tentang pemahaman yang udah kita dapat apakah sudah sesuai seperti yang ia maksud.
Jadinya juga ngga salah pengertian dan sama-sama enak karena udah sama-sama nangkep apa yang dimaksud dari inti pesan yang memang mau disampaikan. Dan kalau memang ternyata ada pemahaman yang kurang sesuai tentunya kita juga bisa melakukan koreksi-koreksi ataupun menyesuaikan ulang cara kita meyampaikan pesan yang memang kita maksudkan.
Dengan memiliki pemahaman kalau, makna komunikasi adalah respon yang didapat ataupun dibangkitkan.
nantinya kita juga akan lebih bertanggung jawab dan mau lebih fleksibel lagi dengan rekan bicara kita dalam menyampaikan pesan.
Dan ini lah sebenarnya apa yang menjadi salah satu rahasia bagi para pembicara hebat, politikus, seorang kekasih yang sangat disayang, seorang guru yang briliant, seorang pelatih yang berhasil, seorang sahabat yang sangat dekat dihati dan juga orang tua yang sangat disayangi anak-anaknya. dari pada terus-terusan nyalahin orang lain kalau orang lain itu �bodoh�, �lambat�, �bloon�, dan label-lebel lainnya yang sebenarnya menyakitkan, sadar atau tidak sadar mereka lebih memilih untuk mulai mengambil tanggung jawab, untuk memperbaiki cara komunikasi mereka, menyesuaikan dengan cara - cara yang lebih fleksibel yang bisa dipahami rekan bicaranya.
coba deh gan, kalau kita mau terbuka untuk belajar memahami bahwa makna komunikasi adalah respon yang kita dapatkan, liat dan rasain sendiri nanti hasilnya seberapa banyak perubahan ataupun kebaikan-kebaikan hidup yang akan kita dapatkan setelahnya.
http://www.asiansinglesolution.com/blog/wp-content/uploads/2011/09/how-to-talk-to-women-1.gif
http://faccm.org/images/twitter_logo_mini.gif (https://twitter.com/#!/fact_69)
follow update lainnya tentang fakta, hubungan dan info berguna lainnya http://static.kaskus.co.id/images/smilies/iluvkaskuss.gif
@fact_69 (https://twitter.com/#!/fact_69)
.
</div>
Drama 1
cewek sambil nangis:
�aku ngga perlu nunjukin kan di fb, twitter dan lainnya kalau aku itu sayang kamu, lagian buat apa sih yang penting kan kamu ngerasain sendiri gimana perasaan aku ke kamu�
cowok:
�iya buat kamu emang gak perlu, tapi coba liat sejauh ini..menurut kamu gak penting tapi buat aku itu penting, justru karena itu kan kita jadi sering ribut gak penting kaya gini sekarang, lagian apa susahnya sih..itu kan hal yang sangat simple�
Drama 2
atasan dengan nada tinggi :
�loh ko� jadinya kerjaan kamu kaya gini, kan ngga seperti ini yang saya minta, kamu itu kemarin dengerin gak sih?�
bawahan:
�tapi bu saya kan mengerjakan seperti yang ibu minta karena itu yang saya tangkap kemarin dari arahan ibu�
Drama 3
Guru sedikit membentak:
�Gimanasih kan udah berulang kali ibu ajarin ke kamu, ko gitu aja kamu gak ngerti-ngerti sih, harus berapa kali ibu harus ngulangin sampai kamu paham�
Murid terdiam :
*dalam hati* �Tapi bu ...saya emang belum ngerti bu saya udah coba mahamin dan dengerin semua omongan ibu� *tertunduk lesu, sedih, malu dan merasa bodoh karena dipermalukan didepan teman-temannya*
.....
kita semua mungkin pernah ngedenger atau terlibat dengan situasi yang kurang lebih sama seperti drama-drama diatas,
atau mungkin hanya sekedar berbeda konteksnya saja
atau mungkin suatu situasi dimana kita merasa sudah merasa sangat jelas akan apa yang kita maksudkan,
tapi kenyataannya orang lain mendengar/menangkapnya dengan maksud yang lain lagi.
sekarang berhenti sejenak..
dan coba jujur deh sama diri sendiri..
faktanya respon yang paling banyak kita gunain dalam situasi dimana ketika orang tidak bisa menangkap apa yang kita maksudkan adalah dengan cara MENYALAHKAN.
�ya, itu salah dia lah kalau dia ngga bisa nangkep apa yang gw maksud�
Tapi pada akhirnya dengan cara menyalahkan orang lain selain diri kita sendiri, situasi yang ada malah jadi makin ribet dan ngerugiin banyak orang termasuk juga ya diri kita sendiri.
solusinya sebenarnya simple aja..
Mulai untuk ambil tanggung jawab dan stop nyalahin orang lain.
ketika orang lain ngga nangkep apa yang kita maksudkan,
berhenti sejenak dan pikirin bahwa sebenarnya bukan mereka yang salah yang ngga menangkap maksud kita.
Tapi justru karena cara komunikasi kita, cara kita menyampaikan pesan.. yang akhirnya membuat mereka salah memahami maksud kita.
karena sebenarnya
Makna dari suatu komunikasi sendiri adalah respon yang dibangkitkan/didapatkan dari rekan bicara kita.
http://static.kaskus.co.id/images/smilies/s_sm_melon.gif
dengan mulai punya pikiran seperti itu bahwa makna dari suatu komunikasi adalah respon yang dibangkitkan/didapat oleh orang lain. maka kita akan jadi lebih realistis, lebih responsive dan lebih terbuka akan semua masukan yang diberikan,
selain itu juga kita bisa jadi lebih fleksibel akan suatu perubahan-perubahan yang sebenarnya emang baik buat kita.
Tentunya ujung-ujungnya kita bakalan lebih mudah dan gampang lagi buat berkomunikasi dengan siapapun dan kapanpun karena kita bisa mendapatkan respon yang memang kita inginkan dari rekan bicara kita
coba pahami dan pikirkan baik-baik faktanya,
ga ada ko namanya murid yang bodoh, yang ada seorang guru yang mungkin belum memahami strategy belajar muridnya.
ga ada bawahan yang dungu atau oon, yang ada atasan yang terkadang gak bisa memberikan arahan sesuai dengan bahasa yang memang dimengerti bawahannya.
....
http://www.melmax.pl/files/bloki/idea.png
jadi sebenarnya ada baiknya juga ko� disituasi manapun yang sedang kita hadapin. ketika kita ngomong dengan orang lain, coba cek ulang lagi deh apakah pemahaman yang mereka tangkep udah sesuai seperti yang kita inginkan.
Gitu juga sebaliknya dengan kita, ketika kita mendengarkan seseorang, coba sampaikan ulang tentang pemahaman yang udah kita dapat apakah sudah sesuai seperti yang ia maksud.
Jadinya juga ngga salah pengertian dan sama-sama enak karena udah sama-sama nangkep apa yang dimaksud dari inti pesan yang memang mau disampaikan. Dan kalau memang ternyata ada pemahaman yang kurang sesuai tentunya kita juga bisa melakukan koreksi-koreksi ataupun menyesuaikan ulang cara kita meyampaikan pesan yang memang kita maksudkan.
Dengan memiliki pemahaman kalau, makna komunikasi adalah respon yang didapat ataupun dibangkitkan.
nantinya kita juga akan lebih bertanggung jawab dan mau lebih fleksibel lagi dengan rekan bicara kita dalam menyampaikan pesan.
Dan ini lah sebenarnya apa yang menjadi salah satu rahasia bagi para pembicara hebat, politikus, seorang kekasih yang sangat disayang, seorang guru yang briliant, seorang pelatih yang berhasil, seorang sahabat yang sangat dekat dihati dan juga orang tua yang sangat disayangi anak-anaknya. dari pada terus-terusan nyalahin orang lain kalau orang lain itu �bodoh�, �lambat�, �bloon�, dan label-lebel lainnya yang sebenarnya menyakitkan, sadar atau tidak sadar mereka lebih memilih untuk mulai mengambil tanggung jawab, untuk memperbaiki cara komunikasi mereka, menyesuaikan dengan cara - cara yang lebih fleksibel yang bisa dipahami rekan bicaranya.
coba deh gan, kalau kita mau terbuka untuk belajar memahami bahwa makna komunikasi adalah respon yang kita dapatkan, liat dan rasain sendiri nanti hasilnya seberapa banyak perubahan ataupun kebaikan-kebaikan hidup yang akan kita dapatkan setelahnya.
http://www.asiansinglesolution.com/blog/wp-content/uploads/2011/09/how-to-talk-to-women-1.gif
http://faccm.org/images/twitter_logo_mini.gif (https://twitter.com/#!/fact_69)
follow update lainnya tentang fakta, hubungan dan info berguna lainnya http://static.kaskus.co.id/images/smilies/iluvkaskuss.gif
@fact_69 (https://twitter.com/#!/fact_69)
.
</div>