dkijakarta
27th May 2012, 04:45 PM
[/spoiler][spoiler=open this] for Penampakan:
http://cdn-u.kaskus.co.id/54/zpxwddok.jpg
JAKARTA (Pos Kota) � Satu jam sebelum acara detik-detik proklamasi hari Kemerdekaa RI dimulai, Muvida Pratiwi baru diberitahu, bahwa dia yang dipercaya untuk menerima Bendera Merah Putih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
�Saya tidak terkejut ketika mendapat perintah seperti itu karena memang semua anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) harus selalu siap,� kata Muvida, Paskibraka dari Gorontalo, yang ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/8).
Muvida merupakan salah satu anggota Paskibraka yang bertugas membawa baki untuk menerima Bendera Merah Putih dari Presiden SBY, pada peringatan ke-66 detik-detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu pagi.
Meskipun Muvida mengaku sedikit grogi saat berhadapan dengan Presiden SBY, tapi itu semua tidak mempengaruhi konsentrasinya dalam menjalankan tugas. Bahkan, Muvida dengan tenang dan terkadang terlihat mengembangkan senyum kecil ketika menaiki anak tangga menuju podium yang diduduki Presiden SBY dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono.
�Saya memang sedikit grogi karena berhadapan langsung dengan Presiden SBY, tapi lama-kelamaan grogi itu hilang dengan sendirinya. Karena saya memiliki tekad untuk menjalankan tugas dengan baik,� papar dia.
Muvida mengakui dirinya harus menjalankan tugasnya dengan baik karena peristiwa detik-detik proklamasi disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia. �Tentu masyarakat menghendaki kami semua agar dapat menjalankan tugas dengan baik, karena ini merupakan tugas negara,� papar dia.
Ia menceritakan bahwa ada beberapa penilaian yang dilakukan instruktur untuk mendapatkan tugas sebagai pembawa baki, atau pengibar bendera yakni, senyuman dari orang juga menjadi penilaian instruktur dan ketika saat latihan naik tangga tidak gemetaran.
�Kami semua dan termasuk mendapat latihan yang sama dari tim instruktur karena itu saat akan melaksanakan tugas, pembimbing kami tidak memberikan tugas ini dan tugas itu, tugas kami semua sama harus bisa ketika dipercaya untuk menjalankan tugas,� papar dia.
Muvida merupakan putri bungsu yang lahir di Gorontalo, 26 April 1995 ini bercita-cita sepanjang hidupnya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara. �Saya bercita-cita ingin menjadi polisi,� papar Muvida yang sekarang duduk kelas III SMA Negeri Gorontalo.
Ia merupakan putri bungsu dari pasangan Siti Zubaedah dan almarhum Saleh Fallugah. (johara/dms)
SUMBER (http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/17/muvida-penerima-bendera-dari-presiden-sby)
</div>
http://cdn-u.kaskus.co.id/54/zpxwddok.jpg
JAKARTA (Pos Kota) � Satu jam sebelum acara detik-detik proklamasi hari Kemerdekaa RI dimulai, Muvida Pratiwi baru diberitahu, bahwa dia yang dipercaya untuk menerima Bendera Merah Putih dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
�Saya tidak terkejut ketika mendapat perintah seperti itu karena memang semua anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) harus selalu siap,� kata Muvida, Paskibraka dari Gorontalo, yang ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/8).
Muvida merupakan salah satu anggota Paskibraka yang bertugas membawa baki untuk menerima Bendera Merah Putih dari Presiden SBY, pada peringatan ke-66 detik-detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu pagi.
Meskipun Muvida mengaku sedikit grogi saat berhadapan dengan Presiden SBY, tapi itu semua tidak mempengaruhi konsentrasinya dalam menjalankan tugas. Bahkan, Muvida dengan tenang dan terkadang terlihat mengembangkan senyum kecil ketika menaiki anak tangga menuju podium yang diduduki Presiden SBY dan Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono.
�Saya memang sedikit grogi karena berhadapan langsung dengan Presiden SBY, tapi lama-kelamaan grogi itu hilang dengan sendirinya. Karena saya memiliki tekad untuk menjalankan tugas dengan baik,� papar dia.
Muvida mengakui dirinya harus menjalankan tugasnya dengan baik karena peristiwa detik-detik proklamasi disaksikan langsung oleh masyarakat Indonesia. �Tentu masyarakat menghendaki kami semua agar dapat menjalankan tugas dengan baik, karena ini merupakan tugas negara,� papar dia.
Ia menceritakan bahwa ada beberapa penilaian yang dilakukan instruktur untuk mendapatkan tugas sebagai pembawa baki, atau pengibar bendera yakni, senyuman dari orang juga menjadi penilaian instruktur dan ketika saat latihan naik tangga tidak gemetaran.
�Kami semua dan termasuk mendapat latihan yang sama dari tim instruktur karena itu saat akan melaksanakan tugas, pembimbing kami tidak memberikan tugas ini dan tugas itu, tugas kami semua sama harus bisa ketika dipercaya untuk menjalankan tugas,� papar dia.
Muvida merupakan putri bungsu yang lahir di Gorontalo, 26 April 1995 ini bercita-cita sepanjang hidupnya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara. �Saya bercita-cita ingin menjadi polisi,� papar Muvida yang sekarang duduk kelas III SMA Negeri Gorontalo.
Ia merupakan putri bungsu dari pasangan Siti Zubaedah dan almarhum Saleh Fallugah. (johara/dms)
SUMBER (http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/17/muvida-penerima-bendera-dari-presiden-sby)
</div>