PDA

View Full Version : ITB Mencari Mahasiswa Pintar tapi Gaul


demokrat
27th May 2012, 03:34 PM
http://kampus.okezone.com//images-data/suplement/suarakampus/2010/05/ITBMencariMahasiswaPintartapiGaul_1272894349.gif



INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) dikenal sebagai kampus yang melahirkan dua mantan Presiden RI Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, merupakan jebolan kampus di Jalan Ganeca No 10, Kota Bandung, ini.



Indonesia mengenal ITB seperti halnya ITB mengenal Indonesia. Lulusan ITB mengisi pos-pos penting di republik ini. Kampus yang resmi berdiri pada 2 Maret 1959 (dengan nama ITB) ini kini bertengger di peringkat 351 kampus terbaik dunia. Di Indonesia, ITB duduk di peringkat ketiga di bawah UI dan UGM.



�Kami menjaring individu-individu berkualitas, yang pintar tapi gaul,� kata Direktur Pendidikan Direktorat Pendidikan ITB Kadarsyah Suryadi.



Artinya, kata Kadarsyah, ITB mencari mahasiswa yang bukan hanya pintar secara kognitif, tapi sekaligus mampu merefleksikan perkembangan gaya hidup dan ilmu pengetahuan.



Salah satu dari tujuh kampus di Indonesia yang berstatus badan Hukum milik negara (BHMN) ini membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru.



Selain seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), ITB juga membuka jalur lain secara mandiri. Jalur pertama, melalui penelusuran minat bakat dan potensi (PMBP). PMBP digelar di Jakarta, Bandung, Medan, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, Denpasar, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya.



Namun, PMBP di daerah telah rampung pada Maret lalu.Mahasiswa hasil seleksinya pun telah diketahui. PMBP juga digelar secara terpusat di Kota Bandung yang akan digelar pada 29 dan 30 Mei 2010. Pendaftaran PMBP terpusat sudah dimulai sejak 19 April lalu hingga beberapa hari menjelang pelaksanaan tes. Di jalur ini tersedia 1.000 kursi.



PMBP ITB menyertakan dua pilihan fakultas yang tidak diikutsertakan di SNMPTN yakni Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) yang menyediakan 160 kursi dan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) 100 kursi.



ITB juga menyelenggarakan program kemitraan. Untuk program ini, ITB menggandeng pemerintah daerah, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta yang menjadi mitra ITB.



�Beberapa pemerintah daerah juga sudah mengajukan nama-nama untuk kami seleksi termasuk Pemprov Jabar. Seleksinya sudah rampung berbarengan dengan PMBP di daerah,� jelas Kadarsyah.



Dia melanjutkan, berkuliah di ITB banjir beasiswa. Ada beasiswa ITB untuk semua (BIUS) yang dipelopori para alumni ITB.



Ada pula Bidik Misi, beasiswa program pemerintah pusat. Kedua beasiswa ini mencari calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik mumpuni namun penghasilan keluarga per bulannya di bawah upah minimum kabupaten/kota.



Sebanyak 100 kursi sudah disiapkan untuk mahasiswa yang menerima beasiswa BIUS. Beasiswa Bidik Misi dan BIUS menanggung semua biaya sekolah dan biaya hidup mahasiswa selama menempuh studi. Untuk Bidik Misi, ITB mendapat jatah 450 kursi. ITB juga menyediakan beasiswa ekonomi lemah.



�Yang ini untuk mahasiswa yang penghasilan orangtuanya di atas UMK, tapi masih belum cukup,� jelas Kadarsyah. Syaratnya antara lain, orang tua calon harus PNS Golongan I dan Golongan II atau guru dengan besar gaji tidak melebihi gaji PNS golongan II.



Orang tua calon mahasiswa juga bisa anggota TNI/Polri setinggi- tingginya berpangkat bintara, pensiunan PNS Golongan III dan keluarga berpenghasilan rendah seperti halnya petani,nelayan,dan lain-lain.



Beasiswa ini membebaskan mahasiswa dari biaya pendidikan di muka (BPM). ITB juga memberikan beasiswa minat. Beasiswa ini diberikan kepada peminat program studi tertentu yang kurang dikenal masyarakat, meskipun keahliannya sangat diperlukan di pasar kerja nasional maupun global, seperti halnya Astronomi, Oseanografi, Meteorologi, Teknik Metalurgi, dan Teknik Fisika.


menerima :melonndan:



jangan di :cabendan:



tadi dah ane search dan belum ada yg ngebuat trit dengan judul seperti ini.. :D maap ga ada ss nya.. inetnya lagi lemot.. :hammer2:



SUMBER (http://kampus.okezone.com/detail/37)



Beberapa komen dari ceriwiser.. :D




[/quote]













Originally Posted by HELLSPAWN054
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215751578#post215751578)


inget yah, susah masuk susah juga keluarnya :hammer:






bener banget gan.. :hammer2:










Originally Posted by km3
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215768668#post215768668)


berat masuk ITB, otaknye mesti geniushttp://img.kaskus.co.id/images/kaskusmobile_hp.gif









ga juga gan.. yg penting c rajin.. :D










Originally Posted by fienka
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215700717#post215700717)


Entah kenapa



Gua ga suka semua Universitas yang masih ada Senioritashttp://static.kaskus.co.id/images/smilies/sumbangan/fuck-4.gif



Masih RESPECT ama BSI KAMPUS ALAY namun bersih dari kegiatan senioritas dan OSPEK















Originally Posted by qthinkelectro
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215800549#post215800549)


ente jangan samain Institute sama Universitas dong gan ...

anak teknik masa klemer2 sih...

perlu juga kali kaderisasi ,, coba kalo mikir segala sesuatu itu dari 2 arah gan jgn di ambil dari sisi negatifnya aja...

selain itu juga memupuk kecintaan kita terhadap jurusan dan almamater...








Setuju banget gan.. kalo menurut ane c, kaderisasi itu juga cukup penting.. Karena kaderisasi itu bukan hanya dibutuhkan untuk regenerasi tapi juga dibutuhkan untuk membentuk karakter dari mahasiswa yang dikader tersebut.. :D
























Originally Posted by mohysoka
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215790584#post215790584)


Skr kampus-kampus di indonesia cuma mentingin duit...

Mw masuk tinggal siapin duit puluhan juta, org bego sekali pun bisa masuk...asal punya duit...






ga semua kampus di indonesia mentingin duit juga gan.. walopun biaya kuliahnya emank makin mahal.. ane aja 1 semester nya 2,5juta+tambahan sebesar 650 ribu.. jadi 1 semester bayar 3,15 juta..



untuk angkatan baru malahan bayarnya pake sistem per sks.. jadi biaya pokok(1,5 juta)+150ribu/sks.. kalo diitung 1 semester ngambil 20 sks berarti kita bayar 4,5 juta.. WOW luar biasa.. (CMIIW)



makin ke sini kuliah emank makin mahal gan.. beasiswa yg banyak tersedia pun hanya terbatas untuk mahasiswa menengah ke bawah, sedangkan mahasiswa yg menengah kea ane cuma dapet beasiswa 3juta/tahun(tapi segitu juga dah alhamdulillah c).. jaman sekarang mah emang ga ada yg murah gan.. :D












Originally Posted by ridokribo
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=215902207#post215902207)


tapi syg dah keluar dr 100 besar dunia






yupz.. aneh ya.. udah keluar dari ranking 100 besar dunia, tapi peminatnya masih banyak ajah.. :tanya:





[quote]






Originally Posted by kamar_kambing
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=216197130#post216197130)


well... sekedar informasi aja, bahwa uang kuliah kita yang di negeri itu hanya sepertiga dari yang seharusnya kita bayar..

itu udah disubsidi ama pemerintah, kemudian pemasukan2 ke Universitas itu sendiri (seperti proyek, sponsor, de el el)

dan USM sendiri bukan hanya ngeliat berapa uang yang bisa kita bayar, kalau nggak, apa gunanya ada USM, SIMAK, atau apapun lah namanya.. Tapi memang ga bisa dipungkiri, bahwa jumlah mahasiswa dari USM sekarang makin bertambah, tapi kalau gw ga salah kabar, utk USM terpusat, bisa Rp.0,-

CMIIW



satu lagi masalah kaderisasi....

-Kaderisasi adalah pewarisan nilai2 organisasi sehingga yang dikader bisa melanjutkan organisasi tersebut sesuai dengan nilai-nilainya.

kenapa dulu kaderisasinya sangat keras, karena dulu kita masih berjuang melawan orde baru, kita akan berhadapan dengan tentara, sehingga dibutuhkan orang yang bermental baja, tangguh...

Nah, sekarang pasti akan berbeda lg bentuk kaderisasinya. Buat yang anak ITB (apalagi angkatan 05 ke bawah) udah ngerasain bentuk kaderisasi yang berbeda, tapi untuk jurusan/himpunan yang berbasis lapangan (H*T, Te*ra, G*A, I*G) itu berbeda lagi, karena lapangan itu keras, dibutuhkan solidaritas yang tinggi, makanya umumnya pasti ada long march, latihan fisik, de el el..

tapi ingat, prinsip dasarnya adalah tidak boleh membahayakan nyawa, menyebabkan cacat fisik, dan melecehkan...



itu dari yang selama ini gw dapet di kampus gw (ITB)








ane stujuh ama pendapat ente mengenai kaderisasi gan, tapi ane ga setujuh mengenai pendapat ente mengenai uang kuliah gan..



walopun telah dilakukan subsidi, tetap saja uang kuliah dari taun ke taun makin mahal, kenapa bisa seperti ini? kalo menurut ane c dikarenakan tiap taun, subsidinya dikurangi supaya universitas/institut tersebut bisa mandiri gan.. tetapi hal ini sendiri bisa membuat anak2 yg ekonominya rendah ataupun menengah bisa takut duluan sbelum masuk universitas/institut, dikarenakan uang kuliah yg makin mahal..



walopun katanya banyak beasiswa dan ada jalur USM Rp 0.. nah, sekarang kalo kita berpikir, dari taun ke taun (sebagai contoh USM di ITB), jumlah penerimaan mahasiswa lewat jalur USM semakin bertambah(mahasiswa yg ekonomi lemah pun bertambah tapi ga sebanding dengan mahasiswa yg berduit), kenapa c uang kuliah ga dimurahin ajah? ato kalo perlu pembayaran uang kuliah per semester nya itu ditentuin oleh kondisi keuangan mahasiswa tersebut? iya ga? masak uang kuliah per semester mahasiswa yg ekonomi rendah,menengah,tinggi disamain? betul ga? kalo menurut ane c ga bisa disamain.. y segitu dulu pendapat ane..










</div>