bakriegroup
27th May 2012, 03:27 PM
Adzan Maghrib sudah berkumandang dan sholat berjamaah pun segera ditunaikan. Tak ada yang aneh, hanya mataku yang menangkap seseorang yang aku rasa asing. Baru kali ini aku lihat dia di masjid ini 'ow mungkin sanak family orang-orang di komplek ini' batinku. Ternyata salah, dia seorang penjual somay keliling. Usianya mungkin belum 15 tahun, masih kecil. Apalagi untuk berjualan keliling dengan sepeda di malam hari. Setidaknya itu menurutku.
Hari ini aku membelinya, kalau cocok dengan lidah bolehlah jadi langganan. Dan sembari menunggu pesanan, aku memperhatikan sepedanya, jangan bayangkan sepeda lipat atau sepeda gunung yang berharga jutaan, tapi ya sepeda -maaf- 'khas' tukang somay. Rasanya tak perlu dijelaskan di sini. Dan rasa keingintahuanku muncul,
"Pulang jam berapa mas?" -bukan berarti dia lebih tua lho-
"kadang jam sembilan, kadang lebih, bisa kurang"
"ow, nunggu habis ya?"
"kadang belum habis juga sudah pulang"
"keliling sampai mana?"
"dari pondok kelapa, ciledug, sampai sini pak"
Sepengetahuanku jarak yang dia sebutkan lumayan jauh. Dalam hati aku mengaguminya, seorang anak yang berjuang untuk hidup dengan cara yang sungguh mulia, bukan meminta-minta apalagi menghalalkan segala cara.
'toko' Bajaj
Hari ini, berhubung nggak ada acara, istri juga sedang pulangkampung, bedriamdiri di rumah sepertinya lebih manarik, lebih tepatnya di kamar. Sekedar berselancar di internet sembari tiduran, sesekali ngemil dan 'menonton' tv. Bukan menonton, tapi lebih tv yang 'menonton'ku karena mataku selalu tertuju ke layar monitor. Ya, hitung-hitung sebagai teman, paling tidak ada suara selain bunyi keyboard. hehehe.
Entah berapa acara terlewat, kuliner, rumah, gosip, berita, hingga satu acara menarik perhatianku. Ngulik. Episode tadi, Asri Welas (pembawa acara) mewawancarai seseorang yang memenuhi bajaj (entah bajaj atau bemo)-nya dengan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, alat-alat rumah tangga sepertinya.
Konon, pemilik 'toko' bajaj mengalami kecelakaan, hingga ia mengalami cacat permanen. Ketika ditanya 'kok nggak sedih', dengan tenang ia menjawab tak ada yang perlu disedihkan. Malu, benar-benar malu, bagaiman tidak, dengan segala yang kumiliki kadang masih mengeluh. Astaghfirullah.
Bukan hanya itu, bahkan ia tidur, sholat -konon, ada 'mushola' juga di situ- dan -maaf- buang air kecil/besar di 'toko' itu. Satu lagi, Ia melakukan semuanya sendiri. Lagi-lagi aku tersentuh, seorang yang patut di contoh, dengan -maaf- segala kekurangan yang ada pada dirinya, ia tetap berusaha dengan keringatnya, bukan dengan menengadahkan tangan, mengharap belas orang -yang kadang, bahkan setengah memaksa-.
Pengemis
Selang beberapa jam, ada satu lagi acara yang menarik perhatianku. Bukan hanya perhatian, tapi juga secara emosi. Bagaimana tidak, seorang ibu yang masih sehat, meminta-minta di jalan, naik turun dari satu angkutan ke angkutan lain. Kalau hanya dia sendiri tak apalah, bagiku itu bagian dari 'hak asasi'. Mereka mau meminta-minta atau berusaha yang lain itu pilihan, kita tak bisa memaksa, karena kita juga nggak bisa berbuat banyak untuknya. Tapi meminta-minta jutru memancing emosi ketika mereka membawa bayi sebagai 'alat' untuk meraih simpati. Katanya, ia bisa memperoleh 'pendapatan' lebih dengan membawa bayi. Dan yang lebih memancing emosi adalah bahwa bayi itu hasil 'sewaan'. Masya Allah, seorang ibu mau 'mengorbankan' anaknya hanya untuk separuh dari penghasilan (menurut pengakuan ibua bayi, dia mendapatkan setengah dari hasil) mengemis? Inilah realita. Terjadi di depan mata namun seringkali kita tak bisa berbuat apa-apa, bahkan pihak 'berwajib' pun seolah menutup mata, tak mau tahu, atau tak punya pilihan selain 'membiarkan'? Entahlah.
Lantas, apa hubungannya dengan Marzuki Alie? Apakah mereka keluarga dari Marzuki Alie? Tentu bukan. Tak ada hubungan kerabat antara mereka, antara satu dengan lainnya, 'hanya' hubungan rakyat dengan WAKIL RAKYAT.
Menilik pernyataan beliau yang terhormat, "Cuma orang-orang elite yang paham membahas masalah ini. Rakyat biasa tidak bisa ikut," ujar Marzuki di gedung DPR, Jumat (1/4) (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/01/214750/3/1/Marzuki-Alie-Pembahasan-Gedung-Baru-DPR-Hanya-untuk-Elit). Sepertinya benar, kali ini aku setuju dengan beliau yang terhormat. orang-orang, rakyat kecil seperti mereka dan entah berapa banyak lainnya, mungkin tidak tahu, entahlah apa yang terjadi di luar sana, di gedung yang terhormat itu, yang -katanya- mewakili rakyat. Kalaulah tahu, mereka memilih untuk tidak tahu, memilih untuk lebih fokus mencari dan menata hidup dan kehidupannya.
Tukang somay, 'toko' bajaj dan pengemis yang muncul di acara tv hari ini hanyalah tiga dari sekian banyak orang yang tak tahu, bahkan tak peduli dengan pernyataan Marzuki Alie, tak peduli dengan gonjang-ganjing 'bagi-bagi' kekuasaan ala elit politik. Urusan perut (http://www.detiknews..com/read/2011/04/01/185527/1606832/10/marzuki-cuma-elite-yang-bisa-bahas-gedung-baru-dpr-rakyat-biasa-tak-bisa) adalah hal yang utama agar hidup dan kehidupannya tetap berlanjut. Mungkin kita, dan rakyat biasa lainnya tak punya istana semegah DPR (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213718/3/1/Marzuki-Alie-Jangan-Bandingkan-Istana-dengan-Rumah-Rakyat-Biasa), tapi setidaknya kita punya hati untuk melihat sekeliling dengan bijak, untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya.
Gan, di :rate5 boleh, klo suka bagi :melonndan: boleh juga ke kulkas ane... :D
sumber: blog ane gan (http://menatahuruf.blogspot.com/2011/04/tukang-somay-toko-bajaj-pengemis-dan.html) *bukan promo kok* :D
[/quote]
Originally Posted by superboim
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=399119627#post399119627)
apa yang agan uraikan di paragraf atas dan paling bawah benar adanya. tapi ane kurang sepaham dengan agan tentang yang satu ini. pembangunan gedung dewan dengan anggaran 1 ruangan dewan (+/- 111 m2) seharga 800jt buat ane sangat "berlebihan". kata-kata barusan ane tandain karena berkaitan dengan kinerja dewan kita yang "terhormat" itu. apa yang mereka hasilkan? study banding ke yunani tentang etika: nihil ga ada hasil nya (laporan ke publik aja juga ane kaga pernah baca, minta sorce nya kalo agan ada). study banding bunga ke belanda, mana laporan nya. study banding pramuka, mana laporan nya? setiap kerjaan wakil kan musti nya di laporkan ke ketua nya? kalo wakil rakyat, ya ketuanya rakyat. rilis lah laporan melalui media cetak dan elektronika.
kita kembali ke gedung dewan. sebanyak itu coba aja agan hitung 800jt/ruangan kali 560. dana sefantastis itu kalo untuk merenovasi sekolah dan menggaji guru di indonesia timur uda bisa cover berapa kabupaten coba? gaji guru di indonesia sangat rendah. pilihan lain alokasikan untuk dana kesehatan, paling tidak membangun sarana sanitasi di kampung-kampung dan desa-desa. atau dipakai untuk mendukung perkembangan UKM jadi lapangan kerja meningkat, mengurangi pengangguran.
ane kapan itu liat acara "democrazy" tentang gedung DPR ini dan ane gondok juga narasumber dari DPR ngotot kalo yang mereka lakukan itu benar, dengan bilang "kita kalo kerja sampe jam 2-3 pagi, makanya kalo siang pada ketiduran karena kecapean" puih.. cuih... ane pegawai swasta yang notabene di gaji jauh dibawah anggota DPR, ane kerja sampe subuh tidur sejam lanjut kerja lagi sampe besok nya aja bisa, digaji + tunjangan puluhan juta aja masi curhat. yang bikin gw gondok lagi mereka di bayar sebesar itu dari pajak yang gw bayarkan ke negara, tentunya ane ga rela. ane rasa banyak juga yang sepaham sama ane nih gan.
ane sebagai rakyat yang kondisinya mungkin sedikit lebih beruntung dari tukang somay,'toko' bajai, dan pengemis ga keberatan DPR minta fasilitas segala macam, tapi ya tunjukin hasil nya dululah. paling tidak contohnya: kalo ngga mau menolong langsung korban tsunami di pesisir, ya ga perlu menyalahkan mereka tinggal di pesisir kan? mereka kan tinggal disana karena terhimpit ekonomi juga, kalo ditanya orang pesisir saya yakin juga pengen punya fasilitas seperti pejabat, tinggal di kota yang jauh dari laut. anggota dewan itu kan dibayar rakyat dari pajak. apalagi kapasitas marzuki sebagai ketua dewan, beliau tidak bisa bilang seperti itu. seperti tidak punya etika saja. begitulah pemikiran ane gan sekedar sharing opini :D
gan, ada yang tau source laporan DPR ke publik -kalo ada-?
Originally Posted by rujak pedes
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=400705254#post400705254)
Ane salut sama Toko Bajaj, Dia Menghidupi dirinya tanpa harus Meminta2.
dari pada berbadan sehat tapi minta2 di bus dan kadang memaksa.
hidup negara ini tergantung rakyat dan para pemuda pemudi yang kritis. Jangan hanya Berdiam diri dan Dibodoh-bodohi.
ane suka quote yang di bold, dan memang begitulah seharusnya kita. kritis, bukan anarkis.
Originally Posted by k0d0k.nakal
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=401448566#post401448566)
makin parah gan negeri ini...:cd:
emang prah dah...
mana mau bikin gedung baru lagi yg luas n nyaman bgt..
gedung lama yg katanya udah sumpek aja kl rapat pada molor,apalagi di kasih gedung abru??
kayanya kerjaanya pada molor semua tuh..
ato molor sama "piaraan"??:cd:
mungkin gan :mewek:
Originally Posted by emptyname
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=401503911#post401503911)
terharu :mewek: bacanya gan
ane pas lagi ngedengerin lagu ini di winamp
[/spoiler][spoiler=open this] for musik:
buat mereka, kita dan semua yang senantiasa berusaha untuk hidup dan kehidupannya
Originally Posted by cerital
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=404131002#post404131002)
gw cuma bisa berdoa, semoga Tuhan mengetuk hatinya agar berubah untuk menjadi abdi rakyat. Bukan Abdi Uang
amin....
komen aneh bisa sama gini ya?
Originally Posted by maxibo
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=400709876#post400709876)
wah ente ngelucu gan
Originally Posted by FLUSH777
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=416006375#post416006375)
wah ente ngelucu gan
Originally Posted by Biomac
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=414296983#post414296983)
wah ente ngelucu gan
[quote]
Originally Posted by n.n.
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=416062975#post416062975)
wah ente ngelucu gan
:tanya: bagian mana sih yg lucu?
thanks buat :melonndan: nya...ada yang berkenan memberi lagi :D
http://cdn-u.kaskus.co.id/43/46srtoet.jpg
update Quote di #6
</div>
Hari ini aku membelinya, kalau cocok dengan lidah bolehlah jadi langganan. Dan sembari menunggu pesanan, aku memperhatikan sepedanya, jangan bayangkan sepeda lipat atau sepeda gunung yang berharga jutaan, tapi ya sepeda -maaf- 'khas' tukang somay. Rasanya tak perlu dijelaskan di sini. Dan rasa keingintahuanku muncul,
"Pulang jam berapa mas?" -bukan berarti dia lebih tua lho-
"kadang jam sembilan, kadang lebih, bisa kurang"
"ow, nunggu habis ya?"
"kadang belum habis juga sudah pulang"
"keliling sampai mana?"
"dari pondok kelapa, ciledug, sampai sini pak"
Sepengetahuanku jarak yang dia sebutkan lumayan jauh. Dalam hati aku mengaguminya, seorang anak yang berjuang untuk hidup dengan cara yang sungguh mulia, bukan meminta-minta apalagi menghalalkan segala cara.
'toko' Bajaj
Hari ini, berhubung nggak ada acara, istri juga sedang pulangkampung, bedriamdiri di rumah sepertinya lebih manarik, lebih tepatnya di kamar. Sekedar berselancar di internet sembari tiduran, sesekali ngemil dan 'menonton' tv. Bukan menonton, tapi lebih tv yang 'menonton'ku karena mataku selalu tertuju ke layar monitor. Ya, hitung-hitung sebagai teman, paling tidak ada suara selain bunyi keyboard. hehehe.
Entah berapa acara terlewat, kuliner, rumah, gosip, berita, hingga satu acara menarik perhatianku. Ngulik. Episode tadi, Asri Welas (pembawa acara) mewawancarai seseorang yang memenuhi bajaj (entah bajaj atau bemo)-nya dengan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, alat-alat rumah tangga sepertinya.
Konon, pemilik 'toko' bajaj mengalami kecelakaan, hingga ia mengalami cacat permanen. Ketika ditanya 'kok nggak sedih', dengan tenang ia menjawab tak ada yang perlu disedihkan. Malu, benar-benar malu, bagaiman tidak, dengan segala yang kumiliki kadang masih mengeluh. Astaghfirullah.
Bukan hanya itu, bahkan ia tidur, sholat -konon, ada 'mushola' juga di situ- dan -maaf- buang air kecil/besar di 'toko' itu. Satu lagi, Ia melakukan semuanya sendiri. Lagi-lagi aku tersentuh, seorang yang patut di contoh, dengan -maaf- segala kekurangan yang ada pada dirinya, ia tetap berusaha dengan keringatnya, bukan dengan menengadahkan tangan, mengharap belas orang -yang kadang, bahkan setengah memaksa-.
Pengemis
Selang beberapa jam, ada satu lagi acara yang menarik perhatianku. Bukan hanya perhatian, tapi juga secara emosi. Bagaimana tidak, seorang ibu yang masih sehat, meminta-minta di jalan, naik turun dari satu angkutan ke angkutan lain. Kalau hanya dia sendiri tak apalah, bagiku itu bagian dari 'hak asasi'. Mereka mau meminta-minta atau berusaha yang lain itu pilihan, kita tak bisa memaksa, karena kita juga nggak bisa berbuat banyak untuknya. Tapi meminta-minta jutru memancing emosi ketika mereka membawa bayi sebagai 'alat' untuk meraih simpati. Katanya, ia bisa memperoleh 'pendapatan' lebih dengan membawa bayi. Dan yang lebih memancing emosi adalah bahwa bayi itu hasil 'sewaan'. Masya Allah, seorang ibu mau 'mengorbankan' anaknya hanya untuk separuh dari penghasilan (menurut pengakuan ibua bayi, dia mendapatkan setengah dari hasil) mengemis? Inilah realita. Terjadi di depan mata namun seringkali kita tak bisa berbuat apa-apa, bahkan pihak 'berwajib' pun seolah menutup mata, tak mau tahu, atau tak punya pilihan selain 'membiarkan'? Entahlah.
Lantas, apa hubungannya dengan Marzuki Alie? Apakah mereka keluarga dari Marzuki Alie? Tentu bukan. Tak ada hubungan kerabat antara mereka, antara satu dengan lainnya, 'hanya' hubungan rakyat dengan WAKIL RAKYAT.
Menilik pernyataan beliau yang terhormat, "Cuma orang-orang elite yang paham membahas masalah ini. Rakyat biasa tidak bisa ikut," ujar Marzuki di gedung DPR, Jumat (1/4) (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/01/214750/3/1/Marzuki-Alie-Pembahasan-Gedung-Baru-DPR-Hanya-untuk-Elit). Sepertinya benar, kali ini aku setuju dengan beliau yang terhormat. orang-orang, rakyat kecil seperti mereka dan entah berapa banyak lainnya, mungkin tidak tahu, entahlah apa yang terjadi di luar sana, di gedung yang terhormat itu, yang -katanya- mewakili rakyat. Kalaulah tahu, mereka memilih untuk tidak tahu, memilih untuk lebih fokus mencari dan menata hidup dan kehidupannya.
Tukang somay, 'toko' bajaj dan pengemis yang muncul di acara tv hari ini hanyalah tiga dari sekian banyak orang yang tak tahu, bahkan tak peduli dengan pernyataan Marzuki Alie, tak peduli dengan gonjang-ganjing 'bagi-bagi' kekuasaan ala elit politik. Urusan perut (http://www.detiknews..com/read/2011/04/01/185527/1606832/10/marzuki-cuma-elite-yang-bisa-bahas-gedung-baru-dpr-rakyat-biasa-tak-bisa) adalah hal yang utama agar hidup dan kehidupannya tetap berlanjut. Mungkin kita, dan rakyat biasa lainnya tak punya istana semegah DPR (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/29/213718/3/1/Marzuki-Alie-Jangan-Bandingkan-Istana-dengan-Rumah-Rakyat-Biasa), tapi setidaknya kita punya hati untuk melihat sekeliling dengan bijak, untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya.
Gan, di :rate5 boleh, klo suka bagi :melonndan: boleh juga ke kulkas ane... :D
sumber: blog ane gan (http://menatahuruf.blogspot.com/2011/04/tukang-somay-toko-bajaj-pengemis-dan.html) *bukan promo kok* :D
[/quote]
Originally Posted by superboim
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=399119627#post399119627)
apa yang agan uraikan di paragraf atas dan paling bawah benar adanya. tapi ane kurang sepaham dengan agan tentang yang satu ini. pembangunan gedung dewan dengan anggaran 1 ruangan dewan (+/- 111 m2) seharga 800jt buat ane sangat "berlebihan". kata-kata barusan ane tandain karena berkaitan dengan kinerja dewan kita yang "terhormat" itu. apa yang mereka hasilkan? study banding ke yunani tentang etika: nihil ga ada hasil nya (laporan ke publik aja juga ane kaga pernah baca, minta sorce nya kalo agan ada). study banding bunga ke belanda, mana laporan nya. study banding pramuka, mana laporan nya? setiap kerjaan wakil kan musti nya di laporkan ke ketua nya? kalo wakil rakyat, ya ketuanya rakyat. rilis lah laporan melalui media cetak dan elektronika.
kita kembali ke gedung dewan. sebanyak itu coba aja agan hitung 800jt/ruangan kali 560. dana sefantastis itu kalo untuk merenovasi sekolah dan menggaji guru di indonesia timur uda bisa cover berapa kabupaten coba? gaji guru di indonesia sangat rendah. pilihan lain alokasikan untuk dana kesehatan, paling tidak membangun sarana sanitasi di kampung-kampung dan desa-desa. atau dipakai untuk mendukung perkembangan UKM jadi lapangan kerja meningkat, mengurangi pengangguran.
ane kapan itu liat acara "democrazy" tentang gedung DPR ini dan ane gondok juga narasumber dari DPR ngotot kalo yang mereka lakukan itu benar, dengan bilang "kita kalo kerja sampe jam 2-3 pagi, makanya kalo siang pada ketiduran karena kecapean" puih.. cuih... ane pegawai swasta yang notabene di gaji jauh dibawah anggota DPR, ane kerja sampe subuh tidur sejam lanjut kerja lagi sampe besok nya aja bisa, digaji + tunjangan puluhan juta aja masi curhat. yang bikin gw gondok lagi mereka di bayar sebesar itu dari pajak yang gw bayarkan ke negara, tentunya ane ga rela. ane rasa banyak juga yang sepaham sama ane nih gan.
ane sebagai rakyat yang kondisinya mungkin sedikit lebih beruntung dari tukang somay,'toko' bajai, dan pengemis ga keberatan DPR minta fasilitas segala macam, tapi ya tunjukin hasil nya dululah. paling tidak contohnya: kalo ngga mau menolong langsung korban tsunami di pesisir, ya ga perlu menyalahkan mereka tinggal di pesisir kan? mereka kan tinggal disana karena terhimpit ekonomi juga, kalo ditanya orang pesisir saya yakin juga pengen punya fasilitas seperti pejabat, tinggal di kota yang jauh dari laut. anggota dewan itu kan dibayar rakyat dari pajak. apalagi kapasitas marzuki sebagai ketua dewan, beliau tidak bisa bilang seperti itu. seperti tidak punya etika saja. begitulah pemikiran ane gan sekedar sharing opini :D
gan, ada yang tau source laporan DPR ke publik -kalo ada-?
Originally Posted by rujak pedes
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=400705254#post400705254)
Ane salut sama Toko Bajaj, Dia Menghidupi dirinya tanpa harus Meminta2.
dari pada berbadan sehat tapi minta2 di bus dan kadang memaksa.
hidup negara ini tergantung rakyat dan para pemuda pemudi yang kritis. Jangan hanya Berdiam diri dan Dibodoh-bodohi.
ane suka quote yang di bold, dan memang begitulah seharusnya kita. kritis, bukan anarkis.
Originally Posted by k0d0k.nakal
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=401448566#post401448566)
makin parah gan negeri ini...:cd:
emang prah dah...
mana mau bikin gedung baru lagi yg luas n nyaman bgt..
gedung lama yg katanya udah sumpek aja kl rapat pada molor,apalagi di kasih gedung abru??
kayanya kerjaanya pada molor semua tuh..
ato molor sama "piaraan"??:cd:
mungkin gan :mewek:
Originally Posted by emptyname
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=401503911#post401503911)
terharu :mewek: bacanya gan
ane pas lagi ngedengerin lagu ini di winamp
[/spoiler][spoiler=open this] for musik:
buat mereka, kita dan semua yang senantiasa berusaha untuk hidup dan kehidupannya
Originally Posted by cerital
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=404131002#post404131002)
gw cuma bisa berdoa, semoga Tuhan mengetuk hatinya agar berubah untuk menjadi abdi rakyat. Bukan Abdi Uang
amin....
komen aneh bisa sama gini ya?
Originally Posted by maxibo
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=400709876#post400709876)
wah ente ngelucu gan
Originally Posted by FLUSH777
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=416006375#post416006375)
wah ente ngelucu gan
Originally Posted by Biomac
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=414296983#post414296983)
wah ente ngelucu gan
[quote]
Originally Posted by n.n.
http://static.kaskus.co.id/images/buttons/viewpost.gif (http://www.ceriwis.us/showthread.php?p=416062975#post416062975)
wah ente ngelucu gan
:tanya: bagian mana sih yg lucu?
thanks buat :melonndan: nya...ada yang berkenan memberi lagi :D
http://cdn-u.kaskus.co.id/43/46srtoet.jpg
update Quote di #6
</div>