demokrat
27th May 2012, 02:51 PM
Selamat siang semua agan-agan. Saya mao nyumbang suatu kisah yang saya dapat dari teman saya. Moga-moga menginspirasi bagi kita semua. Kalo misalkan cerita ini mirip, repost atau sebagaimana kurang berkenan..mohon maaf. Kisah ini diambil dari negeri Tirai Bambu mengkisahkan seorang hakim jujur, bersih danj adil bernama Bao. Sepak terjangnya nga pernah diragukan, selalu membela kaum yang tertindas, melawan kejahatan dengan keadilan. Bahkan para pejabat, kaum borjuis takut dengan hakim bao.
Inilah kisahnya.
Dikisahkan hakim bao dalam perjalanan dinas namun, di dalam perjalanannya dia melihat ada seorang pengemis. Pengemis ini buta dengan kaki yang sudah buntung meminta belas kasihan kepada orang lewat. Hati seorang hakim tidak tega melihat seseorang yang memiliki cacat fisik meminta-minta uang demi menyambung hidup. Bao pun menghampiri pengemis itu dan bao menanyakan mengapa dia menjadi buta dan buntung. Pengemis itu hanya menjawab, " Saya tidak tahu apa-apa tuan. Ketika saya lahir, saya sudah menjadi seperti ini. Saya tidak tahu mengapa saya dilahirkan menjadi begini." Bao pun tergugah hatinya dan memberikan sepeser uang dari kantongnya.
Seusai perjalanan dinas, bao pulang ke rumah. Bao masih teringat dengan pengemis itu. Bao pun marah dan memaki-maki, " Saya seorang hakim. Seorang penjahat sangat keji saya hukum seberat-beratnya bahkan kehidupan terkecil sekalipun saya korek sampai habis. Ini ada seorang pengemis yang buta dan kakinya buntung tidak memiliki kesalahan apapun sepanjang hidupnya. ORANG JAHAT DIBERI KEHIDUPAN BAHAGIA!! ORANG TIDAK BERSALAH DIBERI KEHIDUPAN SENGSARA!!! SUNGGUH TUHAN TIDAK ADIL, TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN!! " Seusai marah, baopun merasa lelah akibat memikirkan pengemis itu. Diapun naik ke ranjang untuk tidur.
Dalam mimpi yang panjang, Bao pun didatangi oleh Raja neraka Giam lo ong. Raja Giam lo ong marah kepada bao karena bao berdosa sudah berani lancang dengan memaki Tuhan. Bao meminta alasan sebelum dia mengakui kesalahannya kepada Giam lo ong. Giam lo ong pun mengambil buku reinkarnasi manusia dan berkata," Ok...kamu mau tahu mengapa kamu berdosa? Saya akan ceritakan tetapi, kamu percaya reinkarnasi bukan? Kamu sudah bertemu dengan pengemis buta dan berkaki buntung?" Baopun kaget mengapa seorang raja neraka bisa mengetahui kejadian bertemu dengan pengemis. " Orang ini..adalah kelahiran dari kehidupan sebelumnya. Dalam kehidupan sebelumnya , orang ini sangat berdosa besar. Dia ini telah banyak menyengsarakan banyak orang. Istri orang direbut secara tidak sah dan diperkosa. Dia membunuh orang secara keji. Dia rampas harta orang lain. Begitu dia meninggal, dia bertemu dengan saya. Saya mendapat perintah dari Tuhan untuk menghukum seberat-beratnya. Ketika dia dilahirkan kembali..itulah yang dia dapatkan. Mata buta dan kaki buntung. Menurutmu..Tuhan itu adil atau tidak?" Giam lo ong berkata sekaligus menanyakan kepada bao. Bao menyadari kesalahannya karena tidak tahu bahwa Tuhan lebih adil. Bao meminta maaf kepada Giam lo ong untuk bertobat. Baopun langsung terbangun dari tidurnya dan dia meminta maaf kepada Tuhan karena tidak tahu apa-apa.
Kisah ini menjadi suatu inspirasi bagi semua. Ada peribahasa Menabur angin, menuai badai. Menabur benih, menuai padi...itulah peribahasa yang selalu turun menurun. Ketika kita berbuat sesuatu selalu ada balasannya. Semoga ini bermanfaat
TS tidak mengharap http://ceri.ws/smilies/small_cabe.gif ataupun http://static.kaskus.co.id/images/smilies/melons.gif
</div>
Inilah kisahnya.
Dikisahkan hakim bao dalam perjalanan dinas namun, di dalam perjalanannya dia melihat ada seorang pengemis. Pengemis ini buta dengan kaki yang sudah buntung meminta belas kasihan kepada orang lewat. Hati seorang hakim tidak tega melihat seseorang yang memiliki cacat fisik meminta-minta uang demi menyambung hidup. Bao pun menghampiri pengemis itu dan bao menanyakan mengapa dia menjadi buta dan buntung. Pengemis itu hanya menjawab, " Saya tidak tahu apa-apa tuan. Ketika saya lahir, saya sudah menjadi seperti ini. Saya tidak tahu mengapa saya dilahirkan menjadi begini." Bao pun tergugah hatinya dan memberikan sepeser uang dari kantongnya.
Seusai perjalanan dinas, bao pulang ke rumah. Bao masih teringat dengan pengemis itu. Bao pun marah dan memaki-maki, " Saya seorang hakim. Seorang penjahat sangat keji saya hukum seberat-beratnya bahkan kehidupan terkecil sekalipun saya korek sampai habis. Ini ada seorang pengemis yang buta dan kakinya buntung tidak memiliki kesalahan apapun sepanjang hidupnya. ORANG JAHAT DIBERI KEHIDUPAN BAHAGIA!! ORANG TIDAK BERSALAH DIBERI KEHIDUPAN SENGSARA!!! SUNGGUH TUHAN TIDAK ADIL, TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN!! " Seusai marah, baopun merasa lelah akibat memikirkan pengemis itu. Diapun naik ke ranjang untuk tidur.
Dalam mimpi yang panjang, Bao pun didatangi oleh Raja neraka Giam lo ong. Raja Giam lo ong marah kepada bao karena bao berdosa sudah berani lancang dengan memaki Tuhan. Bao meminta alasan sebelum dia mengakui kesalahannya kepada Giam lo ong. Giam lo ong pun mengambil buku reinkarnasi manusia dan berkata," Ok...kamu mau tahu mengapa kamu berdosa? Saya akan ceritakan tetapi, kamu percaya reinkarnasi bukan? Kamu sudah bertemu dengan pengemis buta dan berkaki buntung?" Baopun kaget mengapa seorang raja neraka bisa mengetahui kejadian bertemu dengan pengemis. " Orang ini..adalah kelahiran dari kehidupan sebelumnya. Dalam kehidupan sebelumnya , orang ini sangat berdosa besar. Dia ini telah banyak menyengsarakan banyak orang. Istri orang direbut secara tidak sah dan diperkosa. Dia membunuh orang secara keji. Dia rampas harta orang lain. Begitu dia meninggal, dia bertemu dengan saya. Saya mendapat perintah dari Tuhan untuk menghukum seberat-beratnya. Ketika dia dilahirkan kembali..itulah yang dia dapatkan. Mata buta dan kaki buntung. Menurutmu..Tuhan itu adil atau tidak?" Giam lo ong berkata sekaligus menanyakan kepada bao. Bao menyadari kesalahannya karena tidak tahu bahwa Tuhan lebih adil. Bao meminta maaf kepada Giam lo ong untuk bertobat. Baopun langsung terbangun dari tidurnya dan dia meminta maaf kepada Tuhan karena tidak tahu apa-apa.
Kisah ini menjadi suatu inspirasi bagi semua. Ada peribahasa Menabur angin, menuai badai. Menabur benih, menuai padi...itulah peribahasa yang selalu turun menurun. Ketika kita berbuat sesuatu selalu ada balasannya. Semoga ini bermanfaat
TS tidak mengharap http://ceri.ws/smilies/small_cabe.gif ataupun http://static.kaskus.co.id/images/smilies/melons.gif
</div>