Log in

View Full Version : P1. FAKTA ILMU KUNO yang manjur untuk pengobatan


jenggotislam
22nd April 2012, 05:31 PM
HASIL PEMERIKSAAN MEDIS DAN LABORATORIUM PASIEN-PASIEN YANG DIOBATI DENGAN METODE HIJAMAH (CUPPING THERAPY)



Berikut ini beberapa hasil laboratorium yang saya kutip dari buku karya ilmuwan Arab yang tersohor, Muhammad Amin Syaikhu, yang berjudul Ad-Dawa�u �l-�Ajib (Obat Ajaib). Dimana laporan ini dibuat oleh dokter-dokter spesialis terkenal dalam berbagai bidang kedokteran, yang kemudian dihimpun dan diteliti kembali secara medis oleh penulis dan seorang intelektual, �Abdul Qodir Yahya, yang terkenal dengan julukan Ad-Dironi.

Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)

Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :

� dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)

� dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)

� dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)

� dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)

� dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)

� dr. Sa�d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)

Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :

� dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)

� dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)

� dr. Muhyidin Sa�udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)

� dr. Abdul Ghoni �Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)

� dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)

� dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)

� dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)

� dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)

� dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)

� dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)

� dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)

� dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba�ts)

� dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)

Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria : (1). Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun. (2).Di musim semi dan selama bulan april dan Mei (3). Pada paruh kedua bulan Qomariah (3). Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita.

Penelitian dilakukan terhadap 300 kasus, dengan hasil penelitian sebagai berikut :



� Kasus tekanan darah tinggi (hipertensi), tekanan darah turun hingga mencapai batas normal.

� Dalam kasus tekanan darah rendah (hipotensi), tekanan darah naik hingga mencapai batas normal

� Garis Irama jantung pada EKG menunjukkan perbaikan besar dan kembali kepada konsisi normal dalam irama yang teratur.



� Penurunan kecepatan aliran darah hinga batas normal



� Jumlah sel darah merah (eritrosit) menjadi normal



� Dalam kasus polisitemia (Kelainan dimana kadar Hb darah diatas normal, misal 17,5 g/100 ml) Kadar Hb (Hemoglobin) turun sampai pada batas normal (12-14 g/100 ml � penerj)

� Dalam kasus penurunan kadar hemoglobin (Anemia), Kadar Hemoglobin naik sampai normal yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer oksigen melaluinya.

� Jumlah sel darah putih (lekosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas normal.

� Jumlah sel darah putih pada penyakit paru-paru meningkat 71,4% pada beberapa kasus. Ini menunjukkan kesembuhan yang cepat bagi para pengidap rheumatism dan infeksi kronis setelah adanya pembekaman.

� Jumlah polimorfonuklear (PMN) meningkat dalam batas normal dalam 100% kasus penyakit paru-paru.

� Jumlah polimorfonuklear (PMN) menurun hingga batas normal.

� Jumlah enzim hati turun pada gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas wajar.

� Jumlah seruloplasmin naik dalam 50,6% kasus.

Ket : Seruloplasmin adalah protein pengangkut tembaga. Salahsatu sebab disfungsi hati yang jarang adalah penyakit Wilson atau degenerasi hepatolentikular, yakni penyakit genetik yang ditandai oleh penimbunan tembaga di hati, mata dan organ lain.

� Jumlah seruloplasmin naik hingga batas normal dalam 100% kasus kekurangan dari batas normal.

� Jumlah seruloplasmin turun hingga batas normal dalam 10% kasus kelebihan dan dari batas normal.

� Kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar.

� Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus.

� Jumlah sel darah merah (eritrosit) maupun sel darah putih dalam darah turun dalam 66,66% kasus sedangkan Jumlah sel darah merah meupun sel darah putih naik dalam darah bekam pada semua kasus

� Jumlah sel darah merah dan sel darah putih turun pada 78,47% kasus

� Jumlah asam urat darah turun pada 66,66% kasus

� Jumlah asam urat darah turun pada 83,68% kasus

� Jumlah asam urat darah turun pada 50,7% kasus

� Jumalh asam urat darah turun pada 80% kasus

� Enzim hati SGPT turun pada 80% kasus, dimana SGPT menunjukkan aktivitas liver.

� Enzim SGOT turun pada 80% kasus, ini menunjukkan perbaikan yang terlihat pada irama jantung.

� Enzim hati turun pada 62,85% kasus



� Kadar enzim Amilase darah turun dalam 54,9% kasus

Ket : Amilase adalah enzim cerna yang memecahkan zat pati (Amilum) menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih kecil sehingga dapat diserap. Sel yang mempunyai aktivitas amylase dan bermakna secara fisiologis dan diagnosis adalah kelenjar ludah dan pancreas. Amilase dalam serum meningkat pada radang pancreas (Pankreatitis Akut), Pseudokista dalam pancreas, pemberian morfin, karsinoma pancreas, gondongan (parotitis), dll.

� Kadar Albumin dalam darah turun dalam 100% kasus sampai pada batas normal.

� Kadar kolesterol dalam darah turun dalam 81,9% kasus.

� Kadar kolesterol dalam darah turun pada 75% kasus

� Kadar lemak Trigliserida turun dalam 75% kasus

� Ion-ion K dan Na kembali pada kadar normalnya dalam 90% kasus

Ket : Kalium (K) mempengaruhi beberapa organ tubuh utama, termasuk jantung.Tingkat kalium dapat meningkat akibat gagal ginjal, dan dapat tidak normal akibat muntah atau diare.

Natrium (Na) menunjukkan keseimbangan gula dan air. Natrium juga menunjukkan baik-buruknya kerja ginjal dan kelenjar adrenal kita. Umumnya, tingkat natrium yang tidak normal dalam darah menunjukkan volume darah yang terlalu rendah (akibat dehidrasi) atau terlalu tinggi. Keadaan ini juga bisa terjadi jika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya.

</div>