PDA

View Full Version : Inilah Tukang Becak Paling Mulia di Dunia


Rijkaard
10th February 2012, 04:26 PM
Kisah Bai Fang Li ini bisa menjadi pelajaran hidup bagi kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih.

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs781.ash1/167114_108824005862022_100002032693774_64729_50101 63_n.jpg

Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.

Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

http://jfkoernia.files.wordpress.com/2010/09/bai.jpg?w=194&h=254

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Tersentuh...

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs070.snc6/168026_108824489195307_100002032693774_64732_76551 2_n.jpg

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Tak Menuntut Apapun...

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.

http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180138_108824769195279_100002032693774_64733_44799 30_n.jpg

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/180674_108825082528581_100002032693774_64735_36939 87_n.jpg

Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.


Sumber (http://www.blogkaskus.us/2012/02/tukang-becak-paling-mulia-di-dunia.html)

Brondong
10th February 2012, 09:43 PM
udah sering denger ni cerita

tp emang mengharukan :mewek:

dionless
10th February 2012, 09:51 PM
merinding ane bacanya....

turmijan
11th February 2012, 12:34 AM
sungguh mulia hidupnya :mewek:
orang yang minta tolong aja masih bisa nolong
bener" mengharukan :mewek:

GeorgyZhukov
11th February 2012, 09:58 AM
udah sering denger ndan tapi tetep mengharukan :mewek:

ohyangitu
13th February 2012, 04:39 PM
mulia sekali ndan :mewek:

agungmitsubishi
10th April 2012, 10:13 PM
kisahnya inpiratif banget gan..:mewek:

kalo gitu ane tobat deh..he..he.

Unregisters
10th April 2012, 10:22 PM
Kasian bener :ohno:

aptx
10th April 2012, 11:31 PM
sedih bacanya ndan :(

aliarroughi
26th April 2012, 05:42 PM
Ane speechless ndan :mewek:

astralspirit
27th April 2012, 07:36 AM
menyentuh banget ndan:mewek: