masukamasukin
14th August 2011, 04:27 PM
Minggu, 14 Agustus 2011 07:12 WIB
Pemerintah dianggap malas menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Tingginya angka impor pangan saat ini seharusnya sudah menjadi peringatan keras akan ancaman krisis pangan nasional.
Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kajian Strategis dan Advokasi Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Yeka Hendra Fatika saat menanggapi angka impor pangan yang mencapai 7% dari total impor nasional, saat dihubungi kemarin.
Menurutnya, angka impor pangan yang terus merangkak naik identik dengan pembiaran Indonesia menjadi pasar bagi produk asing. Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengungkapkan peningkatan nilai impor pangan selama semester pertama 2011 mencapai 7% dari total impor nasional. Menurut Menteri Pertanian Suswono, impor pangan terpaksa dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.
read more : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/14/250748/4/2/Indonesia-Menuju-Ambang-Krisis-Pangan
Pemerintah dianggap malas menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Tingginya angka impor pangan saat ini seharusnya sudah menjadi peringatan keras akan ancaman krisis pangan nasional.
Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kajian Strategis dan Advokasi Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia Yeka Hendra Fatika saat menanggapi angka impor pangan yang mencapai 7% dari total impor nasional, saat dihubungi kemarin.
Menurutnya, angka impor pangan yang terus merangkak naik identik dengan pembiaran Indonesia menjadi pasar bagi produk asing. Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengungkapkan peningkatan nilai impor pangan selama semester pertama 2011 mencapai 7% dari total impor nasional. Menurut Menteri Pertanian Suswono, impor pangan terpaksa dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.
read more : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/14/250748/4/2/Indonesia-Menuju-Ambang-Krisis-Pangan