PDA

View Full Version : Fenomena Kampung Cinta: Nikahnya Murah, Kalau Bosan Kamu Bisa Tinggal Pergi


Gusnan
10th September 2016, 11:51 AM
“Biasanya abang datang satu atau dua kali setiap bulan. Setiap ke sini ia memakai mobil jenis Starlet atau Taft, menggantungkan seragam polisi di belakang mobilnya. Selama dua tahun ini, abang melakukan banyak hal. Dia membetulkan rumah milik keluarga IS. Mulai dari memasang keramik sampai memodali sebuah warung kelontong untuk IS berjualan,” ujarnya.
Warung itu persis berada di depan rumahnya. Bagi IS ini keuntungan luar biasa. Sebab keluarganya tak lagi punya sawah. Ayah IS kini mengerjakan sawah milik orang.
Di Kampung ini, bukan cuma IS yang menikah siri dengan pria asal Jakarta. TT (32), wanita lain juga kawin siri dengan pengacara asal Jakarta. Tapi nasib TT lebih beruntung, karena suami sirinya bernama Edu masih rutin datang atau rutin mengirim uang setiap bulan.
http://www.sindosatu.com/wp-content/uploads/2016/08/kampung-cinta_subang_20150203_20150203_085627.jpg (http://www.sindosatu.com/unik/fenomena-kampung-cinta-nikahnya-murah-kalau-bosan-kamu-bisa-tinggal-pergi.html/attachment/kampung-cinta_subang_20150203_20150203_085627)

Sebuah kamar bercat biru besar milik EJ menghabiskan lebih dari separuh ruangan. Di dindingnya berderet foto-foto. Ada foto mantan suami keduanya dengan seragam militer, ada pula foto anaknya yang memakai seragam taman kanak-kanak.
Televisi ia letakkan di atas rak plastik. Meja rias berdiri di sampingnya. Beberapa rak kecil memenuhi sudut lain. Kamar itu penuh sesak. Terlalu penuh barang.

Dia bercerai dua kali dan memiliki satu anak dari suami keduanya. Suami keduanya seorang anggota TNI yang dinas di Jakarta. Sejak ditinggal suami keduanya, EJ lebih terbuka dengan semua laki-laki.
Dia siap menikah apabila ada yang tertarik. Bahkan ia mau membiarkan lelaki menginap di rumahnya asalkan lelaki itu sudah datang berulang kali. “Saya juga butuh soalnya,” kata EJ kepada Warta Kota.
Sementara EJ mencari suami baru yang siap menafkahi, di Kampung lainnya, IS (28) sedang bingung. Sudah satu tahun suaminya tak datang berkunjung. Uang nafkah Rp 1 juta per bulan pun berhenti.
Ponsel suaminya juga tak lagi bisa dihubungi, dan IS tak tahu dimana rumah suaminya di Jakarta. Padahal dia sudah punya anak berusia dua tahun dari lelaki tadi.
Suami siri IS, menurut dia anggota Polri berpangkat bintara yang dinas di Jakarta. Usianya kini sudah 50 tahun. IS Istri kedua yang dinikahi secara siri.
“Biasanya abang datang satu atau dua kali setiap bulan. Setiap ke sini ia memakai mobil jenis Starlet atau Taft, menggantungkan seragam polisi di belakang mobilnya. Selama dua tahun ini, abang melakukan banyak hal. Dia membetulkan rumah milik keluarga IS. Mulai dari memasang keramik sampai memodali sebuah warung kelontong untuk IS berjualan,” ujarnya.
Warung itu persis berada di depan rumahnya. Bagi IS ini keuntungan luar biasa. Sebab keluarganya tak lagi punya sawah. Ayah IS kini mengerjakan sawah milik orang.
Di Kampung ini, bukan cuma IS yang menikah siri dengan pria asal Jakarta. TT (32), wanita lain juga kawin siri dengan pengacara asal Jakarta. Tapi nasib TT lebih beruntung, karena suami sirinya bernama Edu masih rutin datang atau rutin mengirim uang setiap bulan.

indah75
12th October 2016, 11:22 AM
jangan mau dinikah si hai para wanita karena nanti kau wanita sendiri yang akan merugi.
bagaiman dengan perangkat desanya kok membiarkan warganya dinikahi secara siri. Apalagi kalau bosan bisa ditinggal pergi. Memprihatunkan.